Tampilkan postingan dengan label ASLI KARANGAN GUE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASLI KARANGAN GUE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Oktober 2014

Sapaanmu di Senja Itu

Diposting oleh Refika Dwiputri di 07.17 0 komentar
Hanya melalui tatapan
Darah ini seperti berhenti mengalir
Jantung ini seperti berhenti berdetak
Dan lidah ini seperti kelu untuk mengatakan "Aku sungguh merindukanmu" 

Sapaanmu di senja itu 
Membuat semua yang telah ku buang, kini kembali datang

Sapaanmu di senja itu
Membuat semua rasa kecewa yang kurasa, kini sirna

Aku masih bertahan karena rasa ini
Karena aku percaya cinta yang ku tunggu  akan datang
Cinta yang selama ini ku nanti  
Akan datang menghampiri

Entah hati ini yang sibuk menerka-nerka
Atau memang realita berkata
Bahwa mimpiku selama ini mencoba meraba-raba menjadi nyata 

Tuhan..
Jika benar ini hanyalah sebuah mimpi 
Kumohon, jangan biarkan aku terjaga
Aku ingin bermimpi selamanya...


Sabtu, 23 Agustus 2014

Jika membencimu bisa menghilangkan rasa ini, Akan ku lakukan meski ku yakin Hatiku jauh lebih tersakiti

Diposting oleh Refika Dwiputri di 04.01 0 komentar
Membeku
Mematung
Terbungkam dengan seribu kehampaan
 Ketika mata ini melihatmu berjalan dari kejauhan

Kenangan itu lagi-lagi menyeruak membuatku sesak 

Terbesit pikiran ini untuk membencimu
Memutar kedua bola mataku ketika mata kita saling memandang
Mengernyitkan dahiku ketika kita saling bertemu
Memalingkan wajahku ketika kita saling bertemu

Tapi..
Lagi lagi
Mata ini masih sibuk mencarimu ketika aku menyusuri lorong itu
Telinga ini masih sangat peka jika seseorang menyebut namamu
Otakku masih sangat ingat setiap inci kejadian yang pernah kulewati bersamamu
Dan..
Hati ini selalu mengucap "aku merindukanmu"

Tuhan...
Tiadakah "dia" yang lebih pantas untuk kucintai dibandingkan dengan sosoknya?
Dia terlalu angkuh untuk mengakui hatinya
Dia terlalu sibuk mencari sosok yang sempurna

Aku terlalu rendah dimatanya
Aku tidaklah sempurna seperti sosok yang selalu dia dambakan

Sia-siakah perjuanganku selama ini?

Sudahlah..
Ku mohon, Tuhan
Hapuskan semua rasa ini



Walaupun aku selalu berusaha
Tapi tak pernah ternilai dimatanya
Aku lelah
Aku ingin terlepas dari semua belenggu kenangan dan perasaan yang menggelayutiku


Jika membencimu bisa menghilangkan semua ini
Akan kulakukan meski kuyakin
Hati ini akan jauh lebih tersakiti




Tertanda, seorang wanita yang kau sia-siakan....





Sabtu, 29 Maret 2014

i wish you well, my favorite boy.

Diposting oleh Refika Dwiputri di 08.31 0 komentar
Hai
Lelaki yang selalu ku kagumi dari kejauhan
Bagaimana kabarmu sekarang?
Terhitung beberapa hari ini kita tak bertemu
Kamu tau?
Aku telah berhasil melawan rasa sayang ini
Walau sulit
Aku bisa melakukannya..

Hari itu
Hari dimana aku meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya, karenamu
Ya , karenamu.. 
Lagi dan lagi.

Berita itu
Membuatku tersadar dan membuatku tahu diri
Kamu menyukainya, bukan aku.
Kamu menyayanginya, bukan aku.
Lagi lagi aku bagaikan hamparan pasir yang mengharapkan datangnya hujan di gurun pasir

Kalau bisa aku memutar waktu
Ingin rasanya ku kubur semua perasaan yang berkecamuk karenamu
Indahnya hari yang ku lewati bersamamu tak sebanding dengan rasa sakit yang menghampiriku

Tapi disaat seperti ini
Aku masih saja memikirkan perasaanmu
Yang mengharapkan dia lebih dari yang kamu mau
Aku tak sampai hati
Melihatmu menulis untain kata-kata yang mencerminkan bahwa hatimu rapuh..
Sungguh..
Aku rela menanggung semua kesedihanmu, dan melihatmu kembali tersenyum.
Walau aku bukanlah alasan dibalik senyummu.

Walau ku tau sakit kini menghampiri
Aku percaya akan ada pelangi dibalik kisah ini..



Kamis, 20 Maret 2014

Raga sulit menyapa, Tapi hati selalu menyebut namanya

Diposting oleh Refika Dwiputri di 08.37 0 komentar

Hampir 2 tahun rasanya
Aku memendam rasa ini
Rasa yang tak kunjung berubah
Yang ku rasa malah semakin dalam..

Sekalipun kehadiranmu jarang tersapa oleh ragaku
Tapi aku sungguh berterimakasih kepada Tuhan
Masih diberi kesempatan untuk melihatmu, walau hanya dari kejauhan
Dan tiap kali mata kita saling memandang
Aku mencoba menyembunyikan wajah merahku dihadapanmu..

Aku mencoba menetralisir degup jantungku
Yang selalu berdetak kencang setiap kali kita bertemu di lorong itu
Aku yang hanya berani
Menceritakan sosokmu menjadi bentuk untaian kata-kata di dunia yang tak nyata ini..

Terkadang aku merasa menjadi wanita yang seutuhnya
Ketika kamu berada satu garis di sampingku walau jarak memisahkan kita
Aku menyukainya
Senyuman manis yang tergores dibibirmu
Senyuman yang tak pernah bisa ku lupakan

Hari terus berganti
Rasa itu terus mengalir
Dan mencoba membuat palung terdalam di dasar hati
Yang hanya bisa di huni oleh sosokmu, ya.. sosokmu saja

Kadang aku tertawa mengingat hal-hal bodoh yang kamu lakukan
Tapi.. tak jarang air mata menetes dengan sendirinya
Tangis yang tak bisa ku tahan
Tangis yang jatuh dan memintamu untuk menghapusnya

Darimu aku belajar arti hidup
Bahwa hidup harus terus berjalan meski masa lalu terus membayang di belakang
Begitu pun dengan aku
Aku harus tetap berjalan meski kamu masih terus menjadi sosok yang selalu ku rindukan

Aku tak memintamu untuk mencintaiku
Tapi aku memintamu untuk menghargai apa yang kamu punya
Sebelum semuanya hilang dan kamu merindukannya
Aku berharap bisa menghilang dari kehidupanmu
Dan pada saat yang tidak ku duga, kamu merindukanku
Hanya itu saja..


Lagi.. dan Lagi

Diposting oleh Refika Dwiputri di 07.42 0 komentar
Hari ini..
Hujan turun begitu deras
Kilat beradu dan saling menunjukkan cahayanya
Walau cahaya kilat saling beradu dan Suaranya saling menggelegar
Aku masih tetap merasa berada di sebuah ruangan
Yang gelap dan sunyi

Tanpa sengaja..
Air mata jatuh membasahi pipi ini
Mengalir begitu deras
Seakan tak ingin mengalah dengan derasnya hujan yang turun

Saat ini hatiku hancur
Hancur, entah untuk yang keberapa kalinya
Dan kamu masih menjadi sosok dibalik air mata ini

Hari ini..
Hatiku tersentak
Seperti diserbu oleh nuklir yang siap meledakan hati ini

Lagi-lagi air mata ini jatuh dengan sia-sia
Jatuh karena menangisimu
Menangisi kehadiranmu
Menangisi kenyataan bahwa aku sama sekali tidak bermakna di matamu
Menangisi hatiku yang selalu perduli denganmu
Sekalipun kamu hanya melihat ke arah-nya
Dan tak pernah mencoba melihat ke arahku

Ingin rasanya ku hapus semua bayangmu yang selalu menghantuiku
Tapi.. menghilangkan rasa ini tak semudah membalik telapak tanganku

Cinta sulit untuk hilang
Tak secepat saat aku jatuh hati
Cinta tak mudah berganti
Berganti dengan benci..



Senin, 10 Maret 2014

Hujan

Diposting oleh Refika Dwiputri di 01.34 0 komentar
Mengingat masa-masa itu
Membuat luka yang ku alami semakin perih
Perih, dan tak bisa terobati
Sudah seharusnya aku sadar
Aku hanya seseorang yang berharap akan datangnya hujan ditengah gurun pasir
Perih, bukan?
Perih, memang.
Tapi, perih ini adalah perbuatanku sendiri
Aku tidak akan menyalahkan keadaan apalagi sampai menyalahkan dirimu
Aku hanya kecewa pada diriku sendiri.
Mengapa aku masih saja berharap akan datangnya hujan ditengah gurun seperti ini?
Aku sudah terlalu bosan mencurahkan semua yang ku alami
Kepada hamparan pasir yang pura-pura mendengar tetapi sebenarnya mereka menghiraukanku
Aku butuh hujan
Aku ingin bercengkrama dengannya
Menceritakan kepadanya betapa ku merindukan kehadirannya

Hujan itu terkadang datang
Tetapi
Belum sempat aku bercengkrama dengannya
Hujan itu segera berganti menjadi matahari yang siap membakar tubuh ini

Begitulah dengan kehadiranmu
Walau kehadiranmu hanya beberapa saat
Itu sudah menebus semua rasa rindu ku
Kehadiranmu menggoreskan senyuman di bibirku

Aku berharap Tuhan menurunkan hujan di gurun pasir sesering mungkin
Jadi aku tidak perlu bercengkrama dengan pasir yang menganggap kehadiranku hanya sebagai angin
Aku ingin bercengkrama dengan hujan
Bermain, dan melihat pelangi bersamanya.

Kamis, 27 Februari 2014

Indahnya Sayap-Mu

Diposting oleh Refika Dwiputri di 07.45 0 komentar
Aku bisa menjadi diriku sendiri Ketika berada disampingmu
Begitu nyamannya diriku saat mencurahkan semua pikiranku kepadamu
Dirimu yang dulu hanya seorang teman
Kini aku jadikan dirimu sebagai penyemangatku
Tak terasa waktu memisahkan kita
Tak terasa begitu cepat pertemuan singkat ini berakhir

Begitu sulit untukku mencurahkan semua rasa ini dalam bentuk rangkaian kata-kata.
Begitu sulit untukku menjelaskan apa yang ku rasa ketika kau tidak disini bersama ku
Begitu sulit menerima kenyataan bahwa kau akan segera meninggalkanku

Lebih sulit menerima kenyataan bahwa
Tidak ada rasa yang menggebu di hatimu
Hanya aku dan hatiku yang merasakannya
Tak ada getaran apapun didasar hatimu pada ku

Ilusi hati ini membawa ku terbang tinggi
Terbungkus dengan harapan indah yang siap untuk ku terbangkan

Belum sempat pesawat ini terbang,
Pesawat ini memberi aba-aba bahwa ada bagian sayap yang tak mau terbang seperti bagian yang lain
Tidak akan mungkin pesawat ini terbang dengan hanya mengandalkan satu sayap saja.

Seperti layaknya kau dan aku
Tidak mungkin rasa ini menjadi satu
Kalau hanya aku saja yang merasakan bahwa ilusi hatiku nyata

Tapi menurutmu, ini hanya ilusi, yang tidak nyata.
Terbungkus dalam khayalan tingkat tinggi yang hanya aku yang mengerti bagaimana bisa terjadi.

Aku tak ingin memaksa pesawat ini tuk tetap terbang
Kan ku biarkan kau mencari sayapmu dan terbang bersamanya.
Tapi, Aku harap akhir dari pencarian sayap mu adalah dengan menemukan ku :')

Minggu, 10 November 2013

Mencintaimu Dalam Diam

Diposting oleh Refika Dwiputri di 06.57 0 komentar
Hampir setiap hari kita bertemu
Hampir setiap hari mata kita saling menatap
Hampir setiap hari, jantung ini berdegup kencang tiap kali mata kita saling menatap
Hampir setiap hari juga aku selalu memperhatikanmu walau hanya dari kejauhan

Cinta memang sulit ditebak
Dahulu aku yakin kau mencintaiku dengan tulus
Tetapi aku belum menyadarinya
Setelah aku sadar, dan aku ingin bersamamu
Kamu terlanjur pergi dengan seribu kekecewaan

Berbincang denganmu adalah saat-saat yang sangat aku rindukan
Bersamamu walau singkat terasa amat manis jika ku kenang
Kini semua tinggal kenangan
Menatap ku pun sepertinya kamu tak mau

Aku berceloteh pun, kamu tetap tak menghiraukan
Aku berusaha menjadi "aku yang dulu" pun kamu tetap diam dan menatap lurus ke depan.
Sia-sia sudah perjuanganku selama ini

Mencintaimu dalam diam sangat menyakitkan
Tiadakah kau sadar mata ini selalu berbicara ketika mata kita saling menatap?
Kemana kamu yang dahulu?
Yang selalu mendengar apa yang aku bicarakan
Tidak seperti saat ini
Berpura-pura tuli tetapi sebenarnya kamu mendengar.

Aku sudah terlalu lelah mencintaimu dalam diam
Tapi siapa aku ini?
Tiada berharga sama sekali bagi mata dan hati mu.
Aku hanya teman yang mencintaimu dalam diam.
Dan akan tetap seperti ini sampai kapanpun.

Selasa, 04 Juni 2013

Aku Mencintaimu dengan Caraku Sendiri :')

Diposting oleh Refika Dwiputri di 04.03 0 komentar
1 tahun telah berlalu......
Dengan status yang sama, harapan yang sama dan dengan cinta yang sama
Aku masih berharap ada keajaiban datang kepadaku
Keajaiban untukku merasakan cinta yang berbalas
Tidak bertepuk sebelah tangan seperti apa yang telah ku lalui di masa lalu
Aku masih menaruh secercah harapanku kepadamu
Kepadamu yang tak kunjung merasakan apa yang sedang ku rasakan
Kepadamu yang selalu memutar kedua bola matamu ketika mata kita saling memandang
Kepadamu yang hanya menganggap kehadiranku "tak bermakna"
Kepadamu yang hanya menganggapku "teman biasa"

Aku tak pernah tau apa yang kamu rasa ketika mata kita saling bertemu
Aku tak pernah tau mengapa aku begitu gugup ketika mulut ini mulai berbicara denganmu
Aku bahagia bisa mencintai mu
Bisa membuatku terbang menuju langit ke tujuh
Dan bisa membuatku terjatuh sampai menembus lapisan inti bumi yang keruh
Aku mengagumi dengan caraku sendiri
Mencintai itu lebih bermakna daripada dicintai
Aku menjadi sadar bahwa selalu ada seseorang yang ingin melihat kamu tersenyum tanpa perduli siapa yang menjadi alasan kamu untuk tersenyum.

Senin, 25 Maret 2013

Tolong, Terangkan Kembali :(

Diposting oleh Refika Dwiputri di 05.45 0 komentar
Semilir angin menembus sebuah ruang gelap didasar hatiku
Ruangan yang tak pernah terbuka
Gelap, terkunci dan tidak ada yang bisa membuka
Sudah lama ku diamkankan ruangan itu
Ku kunci dengan rapat agar tak ada satupun yang dapat membuka
Entah mengapa angin itu memaksa ku untuk membuka ruangan itu
Ketika ku buka, perlahan tapi pasti
Aku kembali melihat sosokmu
Kembali ku tutup pintu itu
Aku meyakini hati ini bahwa kau sudah pergi
Sudah tak bisa kembali
Walau dengan seribu cara dan seribu kata-kata
Kau tak akan datang
Aku mengakui itu kesalahanku
Kesalahan yang telah membuatmu pergi dan tak kembali
Menggelapkan salah satu ruangan terdalam di hati ini
Terimakasih telah mencerahkan hati ini walau hanya sementara
Ruangan hati ini akan selalu terbuka untukmu
Menunggu untuk kau cerahkan
Bukan kau redupkan.

Senin, 25 Februari 2013

Rindu, atau Terjebak Masa Lalu?

Diposting oleh Refika Dwiputri di 17.46 0 komentar
Kenangan itu kembali menghantui pikiranku
Kenangan yang sudah ku kubur jauh-jauh
Kini timbul dan membuat badai dahsyat di otakku

Sosokmu kembali muncul di pikiran ini
Lama tidak bertemu , aku penasaran bagaimana sosok mu sekarang
Masih kah mempesona seperti saat pertama kali kita bertemu dahulu?

Teringat kembali sosok dingin yang pernah membuat hati ini meleleh
Teringat kembali nasihat kekhawatiranmu 
Teringat kembali kata-kata terakhir yang kau ucapkan pada hari itu
"Hati-hati fika"
Dan teringat kembali setiap inci kejadian-kejadian yang pernah terlewatkan
Saat kau menyapaku
Saat kita mulai berbincang
Dan saat kita berkemah bersama di sebuah acara.

Ah....kini semua tinggal kenangan
Betapa bodohnya aku masih saja mengingat setiap inci kejadian yang pernah kita lewati
Mengapa sosokmu kembali menimbulkan rasa khawatir?

Aku khawatir aku terjebak dalam masa lalu
Yang membuat langkahku terhenti
Dan mencoba menengok untuk sekedar melihat sosokmu

Ya Tuhan
Ada apa dengan ku?
Masih saja aku berusaha mengingatnya
Kejadian itu sudah berlalu 2 tahun lamanya
Tapi mengapa aku masih saja mengingatnya?

Aku merindukan sapaan hangat itu
Tatapan yang penuh makna
Nasihat yang penuh kekhawatiran
Dan.........ini semua akan menjadi butiran kenangan yang harus ku hempaskan di laut lepas.

Senin, 07 Januari 2013

Persimpangan

Diposting oleh Refika Dwiputri di 06.06 0 komentar
Ini bukan tentang penyatuan dua rasa yang sejalan
Aku berada di persimpangan
Bingung memilih arah
Naluri yang membimbingku menemukan arah
Salahkah jika arah itu mengarah kepada sosokmu?
Salahkah jika aku menyukaimu?
Rasa ini memang takkan menyatu
Kamu menginginkannya
Bukan aku
Berjuang sendiri menapakki jalan ini membuatku lelah
Mengapa hanya aku yang berjuang?
Tiadakah kamu melihat kegigihanku untuk mendapat secercah harapan darimu?
Betapa bodohnya diriku ini
Ku jadikan kamu sebagai penyemangatku
Tapi kamu jadikan ku sebagai tempat bernaung mu tuk sementara.

Rabu, 21 November 2012

Aku masih....

Diposting oleh Refika Dwiputri di 05.46 0 komentar
Ditinjau dari kelakuan ku selama ini
Bisa dibilang aku menyukainya,
Dia yang bersifat dingin,cuek.
Tetapi jika tersenyum
Bumi seakan berhenti berotasi
Karena melihat silauan senyumannya.

Menatapnya tidak semudah mencairkan es batu.
Salah tatap, bisa-bisa aku yang menjadi es batu.
Mencari tahu tentangnya, tidak semudah mencari tahu biografi seorang artis atau bahkan pahlawan.
Begitu susahnya hingga aku harus berperang melawan ke-ingin tahuan diriku
Dan membalasnya dengan melakukan strategi detective dadakan ku
Karena keingin tahuan ku tentangnya begitu tinggi yg menjadikan ku seperti agen CIA
Atau bahkan menjadikan ku seperti anggota polisi intel.
Atau bahkan melebihi dari mereka.

Kita berdua sangatlah berbeda.
Aku menyukai sesuatu yang bersifat sosial, sedangkan dia penuh perhitungan.
Dari jurusan saja kita sudah berbeda
Yakin kah aku bisa menanamkan namaku di hatinya?
Yakinkah aku mampu membuatnya memperhatikanku seperti dia memperhatikan hobby nya?
Terlalu banyak keraguan dalam hatiku.
Sempat aku berfikir untuk melupakan nya sejenak
Tapi setiap kali mata ini saling menatap
Rasa ini kembali menggebu
Tak dapat ku pungkiri, aku (masih) menyukaimu.

Jumat, 13 Juli 2012

Not me!!

Diposting oleh Refika Dwiputri di 05.29 0 komentar
Dikisahkan seorang gadis berumur 12 tahun bernama Avril Lavigne. Dia adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Dia adalah seorang gadis yg di fitnah oleh seorang yg kejam, dia di fitnah bahwa dia adalah seorang gadis dengan kepribadian ganda. Seorang dokter mencoba menolong, apakah dia bisa membantu avril memecahkan misteri ini?

                    ***
"Dia telah membunuh anakku!" Seru seorang ibu yg sedang terduduk lemas sambil terus menyalahi Avril.
"Dasar gadis pembohong! Kecil-kecil sudah menjadi pembohong! Mau jadi apa kau setelah besar nanti?" Seru pemuda yg berada di pengadilan tersebut.
"Iya! Diaa juga telah membunuh kakaknya sendiri! Dasar adik tidak tau diri!" Seru seorang ibu yg terus menyalahi avril.
"Harap semua tenang." Teriak hakim.
"Apa benar saat hari kejadian kau ada disana?" Tanya hakim kepada Avril.
Avril hanya bisa diam sambil menggigiti bibir mungilnya dan terus memeluk erat boneka hello kittynya. Hanya itulah satu-satunya barang yg avril punya. Boneka yg menjadi saksi bisu akan misteri pembunuhan berantai ini.
Tiba-tiba suara seorang pemuda itu kembali menggema di persidangan "JAWAB!!!" DASAR PEMBOHONG!!"
"Sudah-sudah. Sidang kali ini kita tunda." Seru hakim

                        ***
"Ku harap kau memejamkan matamu, tarik nafas, lalu buang. Lakukan itu berulang sambil mengingat kejadian lampau." Pinta dokter Budi yg menangani Avril
 Avril pun teringat akan kejadian lampau yg pernah dia alami. Teringat disitu Keluarga kecil yg bahagia, Ayah, Ibu, Kakak, Dan Adik yg duduk manis di ruang makan. Bersenda gurau dengan Avril . Namun ingatan Avril  lenyap begitu saja dan seketika Avril  kejang dan langsung pingsan. Dokter yg menanganinya pun kaget dan langsung membawanya ke kamar pasien.
"Anak ini memang depresi berat, sulit baginya untuk mengingat kembali kejadian lampau, tapi aku pasti bisa membuatnya ingat dan menyelamatkannya dari jebakan neraka ini! Aku harus menyelamatkan Avril dari kekejaman orang-orang yg tidak berprikemanusiaan ini!" Pikir dokter psikiater yg menangani Avril.

                  ***
"Kemana Avril?!? Cepat lapor FBI katakan Dokter Budi telah menghilangkan barang bukti dan menjadi buronan! Cepat!!!" Seru hakim kepada para pengawalnya.

                  ***
Mobil Sport itu pun dikebutnya dengan kecepatan 100 km/jam. "Ayah.....Ibu....Kalian dimana?" Seru Avril  yg masih kebingungan karena ayah dan ibunya tidak berada disampingnya. Dokter Budi pun memberhentikan mobilnya dan segera mengambil suntikan obat bius untuk menenangkan Avril . "Maafkan dokter budi Avril, dokter akan bawa kamu ke tempat yg seharusnya. Tolong kamu tenang ya." Bisik dokter budi kepada Avril . Avril pun hanya bisa tertidur pulas di mobil dan Dokter Budi pun melanjutkan perjalanannya.

10 jam telah berlalu, Sampailah mereka pada satu tempat dimana rumah yg ada dipemukiman tersebut, jaraknya sekitar 20 meter, Halaman rumah penduduk pun masih dipenuhi dengan pepohonan yg sangat rindang. Ternyata, disitulah rumah Avril  dulu. Tempat dia bersama keluarga nya yg dulu. Keluarga yg 12 tahun bersamanya dan sekarang entah dimana.

"Avril, bangun nak. Kita sudah sampai. Coba Lihat ini rumah siapa?" Bisik dokter Budi ke Avril yg masih kucek-kucek mata. "Rumah ku!!!!!!!!!!!!! Mamaaaaaaaaaaaaaaaaaa Avril pulang!!!!!!!!!!"
Avril pun langsung lari dari dalam mobil dan hanya mendapati rumahnya kosong, tidak ada Mama, Papa, Kakak, Maupun Adik. "Dimana mama, dok? Aku rindu peluknya! Aku ingin memeluknya! Aku mau bilang aku baru saja tertidur panjang dengan serangkaian mimpi yg begitu menyeramkan! Dok, mana mama???" Seru Avril kepada dokter.
"Avril, dokter harap kamu tenang ya. Mama kamu lagi pergi sebentar, pagi besok dia mungkin pulang. Sekarang, kita istirahat dulu ya." Dokter budi pun mulai memasuki rumah Avril yg terlihat sudah tidak layak huni, bahkan dia pun sebenarnya tidak tau keberadaan mama desy, mama desy adalah ibunda Avril . Dia meninggalkan rumah ini setelah di kucilkan oleh warga sekitar dengan kata-kata yg kotor, bahkan rumah Avril  pun dipenuhi dengan lalat, karena warga melempari rumah Avril dengan kotoran manusia. Karena warga mengira Avril adalah seorang pembunuh yg harus diusir. Bukan hanya Avril yg diusir, tapi seluruh keluarganya. Karena menurut warga, mereka adalah Keluarga PEMBUNUH. "Sungguh betapa kejamnya dunia ini." Akhirnya dokter budi dan Avril pun hanya bisa menempati rumah panggung yg berada disekitar halaman rumah avril, karena hanya itulah tempat yg masih layak untuk ditempati. "Avril, kalau butuh apa-apa dokter budi di depan ya, dokter tidur di bale depan. Kalo ada sesuatu yg mengancam dirimu, kamu teriak sekencang-kencangnya." Avril pun hanya bisa mengangguk.
"Kasian anak ini, kemana keluarga mereka? Semoga dengan kembalinya Avril kesini, besok dia sudah bisa ingat akan kejadian masa lalu dan menguak semua misteri ini." pikir dokter budi.

               ***
"Sungguh, aku tidak bisa tidur" Bisik Avril kepada boneka hello kitty kesayangannya.
"Avril...." Suara itu pun tiba-tiba datang dan sepertinya  Avril tau itu suara siapa.
"Kakak.....?" Sungguh? Ini kakak ku? Kakak febby?" Kakak!!!! Ini Avril, Avril adikmu kak! Aku rindu kakak!" Teriak Avril
"Kakak juga rindu kamu dik, bayangan itu pun memeluk Avril yg terlihat rindu akan pelukan."
"Kakak, aku baru saja tertidur panjang dan aku bermimpi, dan mimpi itu yg membuatku tidak mengerti. Aku bermimpi berada di pengadilan, dan sekarang aku sudah berada dirumah, ada apa dengan ku kak?"
" Avril sayang, mimpi ini akan terus menghantuimu. Sekarang, ikutilah apa kata kakak. Dibawah rumah panggung ini ada pintu rahasia. Hanya papa dan kakak yg tau keberadaannya. Disitu ada papa, dan kakak. Kami terjebak dan tidak bisa keluar. Hanya kamu yg bisa menolong kami avril, tolong kakak" Seketika bayangan itu pun menghilang.
"Kakakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!" Teriak Avril, keringat pun bercucuran di baju tidurnya. Dokter budi pun mencoba membangunkan Avril , dan akhirnya Avril langsung memeluk dokter budi dan menceritakan apa yg dia mimpikan hari itu.

                  ***
"Yang mulia, kami belum bisa menemukan dimana keberadaan  Avril dan dokter budi sekarang."
"Dasar bodoh!!! Aku sudah membayarmu lebih dari 50 juta dan kamu belum bisa juga menemukannya?"
"Maaf yang mulia, kami sudah berusaha mencari, tapi kami berjanji kami akan bisa menemukan mereka berdua dengan secepat yg kami bisa."
"Temukan mereka, seret mereka ke pengadilan, bawa mereka dalam keadaan APAPUN!" Teriak hakim yg sangat marah mendengar berita dari pengawalnya yg masih belum bisa juga menemukan keberadaan avril dan dokter Budi.
"Dasar pengawal bodoh!Avril  itu makanan empukku! Aku harus menemukannya! Seketika aku pun bisa menjadi seorang hakim yg terlihat pintar! HAHAHA. Kena kau Avril !

                      ***
"Loh, dokter kenapa disini? Bukannya dokter mau ke rumah sakit ya?" Tanya Avril pada dokter Budi yang sedang bermain tab.
"Ngaco kamu vril, orang dokter daritadi ga kemana-mana" Bilang dokter budi kepada sofia.
"Tadi kakak ku yg bilang,"
Dokter budi pun seketika menatap kearah avril yg sibuk sarapan sereal.
"Avril! Disini cuma ada kamu dan dokter! Tidak ada kakakmu." Bisik dokter kepada Avril
"Kakak setiap hari kesini kok, jenguk aku. Dia selalu selimutin aku kalo malem-malem." seru Avril kepada dokter budi.
Dokter budi pun hanya bisa terdiam, karena dokter budi tau ,kakak sofia sudah meninggal 2 minggu yg lalu dan mayatnya pun belum ditemukan.
"Sehabis kamu sarapan, kita ke toko kue bentar ya! Nanti kamu boleh pilih kue kesukaanmu:)"
"Iya, aku juga mau beliin kakak kue kesukaannya ah, biar pas dia dateng , aku bisa kasih kue ke dia."
Dokter budi pun dibuat merinding dengan ocehan Avril yg terkesan memang terjadi.
"YaAllah, aku berlindung kepadamu, lindungi aku dan Avril. Jagalah kami." Doa dokter budi dalam hati.

                 ***
"Dokter baik banget sama Avril, dokter itu kaya kakak. Apapun yg Avril mau pasti dikabulin, makasih ya dok."
"Iya vril, sama-sama."
"Aku jadi ga sabar ketemu kakak dan kasih kue kesukaannya."
"Yasudah, ayo naik ke  mobil dan segera bergegas pulang."

               ***
Pukul 03:00

Bayangan putih yg menyerupai kakak febby pun kembali datang, namun kini dia datang dengan keadaan menangis.Menangis, baju yg berlumuran darah, wajah yg pucat, sambil memeluk seorang ayah yg wajahnya sudah tidak karuan, pucat.
"Avril, bangun sayang. Tolong ayah, ayah sangat butuh bantuan mu sekarang juga. Tolong ayah, tolong... Lalu bayangan itu pun menghilang. Kali ini avril hanya bisa terbangun dengan keadaan pucat. Avril lupa akan apa ucapan kakaknya kemarin, bahwa dia harus ke ruang bawah tanah demi menguak semua misteri keluarganya. Saat itu juga avril membangunkan dokter budi dan langsung mengajak dokter budi untuk ke ruang bawah tanah. Dokter Budi yg sempat diceritakan tentang mimpi avril barusan, wajahnya pun berubah menjadi pucat juga. Dia sungguh sangat takut, tapi dia harus berani menguak misteri dibalik ini semua. "Baiklah vril, kita ke ruang bawah tanah sekarang juga. Segera bawa senter dan jangan lupa masker dan sapu tangan.
"Baik dok!" Dengan sigap avril menyiapkan segala ssuatu yg dia butuhkan.

Pukul 03:30

"Vril, sebaiknya dokter dulu yg menuruni anank tangga ini, kamu ikuti apa kata dokter ya! Bahaya sekali sepertinya ruangan ini."
"Baik dok."

Setelah 1 setengah jam menyusuri ruang bawah tanah tersebut. Terciumlah bau busuk. "Vril, coba senterkan ke arah sini." Terlihat seorang perempuan yg tak lain adalah kak febby sudah membusuk dihinggapi lalat-lalat. "Astagfirullah vril! Ini kak febby!" Teriak dokter. "Kak febby?" Airmata mengucur dari pipi seorang gadis berusia 12 tahun tersebut, tak henti-hentinya dia memeluk jasad kakaknya yg sudah membusuk.
Tak jauh dari lokasi ditemukannya jasad kak febby, tiba-tiba terdengar suara "minta tolong". Dokter budi sudah ketakutan bukan main, keringat mengucur disekujur tubuhnya. "Vril, coba kamu senterkan ke arah sini!" Benar saja, ayah dari febby dan avril memang ada disitu, dia sedang merintih kesakitan dan dia masih hidup! AVRIL! AYAHMU MASIH HIDUP! Teriak dokter kepada avril. Avril yg sedang menangis tersedu-sedu pun seketika menghampiri dokter dan melihat bahwa ayahnya masih hidup walau dengan keadaan kacau, wajah pucat, dan baju yg berlumuran darah.
"Dok, ini barang bukti aku!!!" Teriak avril yg menemukan satu buah kaset 

            ***
"Yang mulia,. kami sudah melacak keberadaan dokter budi dan avril, dan kami berhasil melacaknya."
"Cepat seret mereka ke pengadilan sebelum mereka mengacaukan misi kita!!!!!!!!!!!" Teriak hakim kepada  para pengawal.

           ***

"Calling rumah sakit 145 cisarua, disini ada 1 orang mayat dan 1 orang korban pecobaan pembunuhan, harap segera datangkan ambulance dan beberapa perawat UGD." Dokter budi mencoba menelpon contact person yg berada di rumah sakit cisarua.
"Baik, segera kami akan meluncur kesana, 40 menit lagi kami sampai ke tkp."
Dokter budi pun tak lupa segera menelpon polisi.

        ***

PENGADILAN

"Hakim saswirotaty terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman seumur hidup karena telah melakukan pembunuhan berencana, dan menjadi otak dibalik pembunuhan 3 orang dan hakim saswirotaty juga telah melakukan pencemaran nama baik dan telah menjebloskan seorang anak dibawah umur yang jelas-jelas tidak bersalah.Sidang ini kami TUTUP! Ketukan palu pun menghentikan sidang.

          ***

"Gimana vril, kamu suka ice creamnya?"
"Suka dok, makasih ya. Ohya kakak febby nanyain dokter loh semalam.
Dokter budi pun hanya bisa gemetaran dan memasang wajah pucat.
"Hahahaha aku bercanda kok dok" Teriak avril yg terlihat puas telah mengerjai dokter budi hingga ketakutan,
"Dasar avrillllllllll!." Mereka berdua pun akhirnya hidup bahagia , dokter budi pun akhirnya menikah dengan seorang perempuan, mereka akhirnya mengangkat avril menjadi anak angkatnya.

Senin, 14 Mei 2012

Cerpen "You Should Learn more about Love" Part1

Diposting oleh Refika Dwiputri di 08.51 0 komentar
    Hai tampan, sedang apa ya kamu disana? Apa parasmu masih setampan saat pertama kali kita bertemu? Atau mungkin sudah lebih tampan dari yang ku kira? Begitulah pertanyaan yang bergejolak dalam hatiku.

   aku mendapatkan kebahagiaan yang tak pernah ku dapatkan sebelumnya. Aku pun tak menyangka kamu adalah tokoh utama dibalik kisah bahagia ini. Bertemu denganmu, siapa yang menyangka? Dirimu yang begitu pendiam, cuek, dan 'sedikit galak' akhirnya bisa menjadi seorang yang sangat perduli kepadaku. Tak pernah ku sangka.

   "Yang bener dong! Kalo ga bener mending ga usah ikut!" itulah sepenggal kata-kata yang ku ingat terucap dari bibir mungilmu. Begitu jutek dan galaknya dirimu 'dulu' dimataku. Sampai pada kita sering bertemu dan mengobrol. Ternyata ada kesamaan prinsip diantara kita. Aku menyukai ini. Kamu pun menyukainya. Aku tak suka ini. Kamu pun tak menyukainya. Sampai-sampai nomor handphone kita pun tak disengaja 3 huruf sama. Senang! itulah yang kurasa.


   Mencari sosok dirimu yang misterius adalah tantangan sendiri untukku. Aku mau klik follow "Add" aja harus tarik nafas sampai keringetan gini. Aduhh aku suka kamu! Itu sugesti otakku. Kamu keren banget sih.



 "Itu punya lo fik? Boleh  pinjam ga?" Katamu sambil berbisik
 "Boleh dong!" kataku yang berusaha menyembunyikan perasaan nan gembira yang memuncak di hatiku.
 "Sumpah keren abis"
 "Aku pulang dulu ya."
 "Iya, eh fika awassssssssss!" Dirimu lalu meraih tanganku dan menarikku dari motor yang nyaris menabrakku
 "Yaampun, kan udah bilang nyebrangnya hati-hati. Untung ga kenapa-kenapa." Terlihat sangat perhatian, wajahmu tergambar seakan kamu takkan melepaskanku. Ingin sekali ku katakan, "antarkan aku pulang" Tapi, apa daya. Rumah kita berbeda arah :-|

    Aku pulang wajahku memerah, tak henti-hentinya senyuman ini terus tergambar di wajahku. Sungguh, aku menyukaimu. 

                                                                       ***

Semua teman-teman bersorak gembira ku lihat dirimu tersenyum dan sesekali ku menoleh ke arahmu, dan yang ku dapati adalah dirimu sedang memperhatikanku. Tak henti-hentinya ku berucap "Ya Tuhan, Aku tidak mimpi kan?"
  Api unggun dimulai. Semua teman-temanku terlihat kedinginan dan terkantuk-kantuk. Ah kalau aku sih ga akan ngantuk, abis ada kamu sih disini. Itulah yang hatiku bisikkan kepada otakku. Seusai kegiatan itu, aku pun tertidur pulas di tenda yang sudah ku buat. Paginya, ku terbangun oleh dinginnya hujan semalam yang mengguyur tenda.

    "Hei!!" Sapamu dipagi ini,
    "Haiiiii"
    "Kamu nanti ga usah ikut mereka, nanti kamu capek. Aku nanti naik sepeda, kamu mending ikut aku aja!"
Katamu yang berusaha menghiburku,
    "Ah memangnya kenapa kalau aku ikut mereka? Sudah jadi resiko ku kok kalau capek. Jadi kamu tenang ajaa:))"
    "Ya kan kamu jadinya ga capek. Lumayan loh kalau kamu ikut mereka, kamu capek. Kalau aku bonceng kamu pasti ga akan capek! Iya kan?"
    "Enggak ah" Sebenarnya aku hanya mencoba membuatmu terus menemaniku.
    "Yeh, yaudah kalau ga mau." Kamu malah meninggalkanku tanpa berbicara lagi.

"HUHHH! Dasar cowo, gitu aja menyerah" Kataku sambil menggerutu kesal.

   Aku larut dalam keceriaan pagi ini bersama teman-teman dan Kamu tentunya:') Kita semua berfoto bersama satu angkatan. Ah rasanya aku tak ingin hari ini berakhir. Dan sepertinya aku menyesal telah menolak tawaranmu untuk bersepeda bersama.


   "Hmmm apa tawaran tadi masih berlaku? Sepertinya aku capek banget deh." Aku pun akhirnya memberanikan berbicara denganmu.
   Dengan sigap kamu berkata "Masih dong!"
   "Okedeh!" Senyum terpancar diwajah imut ku.
   "Nah harusnya dari tadi kamu mau bersepeda. Kan jadi ga capek." Berbicara sambil tersenyum, senyum yang takkan pernah ku lupakan.
  "Hehehe"  Hanya bisa tersipu malu mendengar dirimu berkata seperti itu.

   Menyantap ikan bakar kesukaanku bersama seseorang yang ku idamkan adalah moment terindah sepanjang masa. Dan hari ini aku merasakannya! Ya Tuhan, Today Was A Fairytale! Terasa indah walau kita bertemu hanya 3 hari. Kamu telah membuat aku menjadi bak seorang Putri Raja.
      "Kamu haus? Nih minumnya."
      "Terimakasih hehe"
   
Kegiatan berakhir, terlihat diriku tak ingin hari ini berakhir.
    "Senang bisa mengenal kamu."
    "Aku juga, terimakasih ya, hari ini aku merasa sangat spesial. Semoga kita bisa bertemu dilain waktu." Kataku yang sangat ingin dan masih bersamamu.
   "Iya, pasti kok kita ketemu lagi. Kita bertemu disaat yang tepat ya. Semoga bisa setepat dalam memilih pacar hehe."
   "Bisa aja deh."
   Fikaaaaaa, ayok cepet. Teriak teman-temanku yang sudah menungguku
 
"Aku pamit ya, terimakasih untuk 3 hari yang tak terlupakan."
"Iya, sama-sama :-)"

     Ku intip dirimu sesekali, dan yang ku dapatkan adalah dirimu telah melupakan semua cerita tentang kita. Dirimu pun sepertinya memang seorang yang suka tebar pesona. Jadi, aku dipertemukan dengan seorang 'pemberi harapan palsu?' Ya Tuhan! Kenapa aku baru menyadarinya? Seharusnya aku sadar, aku bukanlah sosok wanita idaman untukmu. Terlebih kepada sosokmu, yang digandrungi oleh banyak wanita pintar dan cantik. Aku pasti kalah jauh dengan mereka. Sebelum rasa ini merambah terlalu jauh. Ku putuskan, aku akan melupakanmu dan semua kenangan ini.

                                                                    ***

Rabu, 04 April 2012

If You were happy before you knew someone, You can be Happy after They're Gone..

Diposting oleh Refika Dwiputri di 04.15 0 komentar
From : Checa
       "Fik.. gue mau curhat."
From : Me
       "Apa ca?"
From : Checa
       "Gue nyesel jadi kaya gini sama dika, padahal dulu dika
        baik banget sama gue, Tapi gue malah ngeraguin dia gitu.
        Acuh tak acuh sama sikapnya. Dan gue
        Malah khianatin dia. Fik, gue nyesel fik :'("
              

Itulah sepenggal sms yang checa kirim kepada teman curhatnya, fika. Seorang gadis lugu, yang belum pernah pacaran sama sekali, tapi dialah solusi checa dalam mencari jalan keluar masalah yang sering dihadapi olehnya. Hampir setiap weekend mereka jalan bersama demi mengusir kepenatan yang ada didalam diri mereka masing-masing. Checa adalah seorang yang sangat baik, humoris, lucu. Kalau fika dan checha sudah bertemu, hmmm sudah susah deh untuk dipisahkan. Mereka bersahabat semenjak mereka kecil. 

-----------------------------------------------------------------------------------------------
"Terus, sekarang apa gunanya lo menyesali semua yang udah terjadi? nasi udah menjadi bubur ca. Jalanin aja apa yang harus lo jalanin sekarang ini. Gausah liat kebelakang terus. Ga ada gunanya, lo flashback setiap hari." 

"Tapi gue ngerasa bersalah aja gitu fik sama dia, lagi pula dia kan ga salah. Gue yang salah. Gue mau minta maaf fik sama dia, tapi gue harus gimana?"

"Gimana ya? Hmm gue pikir sih, lo harus di rukiyah deh.."

"FIKAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!

"Bercanda eh, ya menurut gue sih lo gausah terlalu keliatan lo menyesali apa yang udah lo perbuat. Santai aja, kalau emang lu masih jodoh sama dia, dia ga akan kemana kok. Dia pasti balik ke lo. Tapi kalo emang engga, ya jangan salahin gue gitu dong. Biasa aja tatapannya.."

"Iya deh.."
                                                           ***
-----------------------------------------------------------------------------------------------

"Eh fik, lo tau ga? gue udah bisa move on loh! Hihi gue udah dapet yang baru.."

"Oh ya? Bagus dong kalo kaya gitu! Gue sih tinggal nunggu PJ aja nih"

"Yeh, dasar!"

-----------------------------------------------------------------------------------------------


Ditengah malam yang sunyi, Fika berfikir.. 
"Kenapa checa bisa move on. Kenapa gue engga?"

Telfon berdering...

"FIKAAA!! AHHHH GUE JADIANNNNNNNNN!!!!!!!!"
"Hah? serius? sama siapa?
"Sama seseorang lah.."
"Ya namanya siapa?"
"Besok kita ketemuan yuk, sekalian gue mau kenalin pacar gue hihi.."
"Yaudah."
                                                        ***
----------------------------------------------------------------------
Margo City

Anjrit, lama banget nih anak, bisa jadi lumutan nih gue nunggu mereka.

"Hai fikaaaa!"
"lama banget sih lo, jalan kaya keong..''
"Orang sabar tuh disayang allah fik hehe"
"Terlalu sabar juga ga bagus ca.."
"Iya iya maaf, eh kenalin, ini pacar gue, ello namanya.."
"Hai, ello.."
"Hmm, fika.."
"Udah pesen minum fik?"
"Belum ca.."
"Oke gue pesen dulu ya.."

------------------------------------------------------------------

TO : fika12345@yahoo.com

Dear fika.. 

Hai , apakabar fik?
Udah lama banget kayaknya kita ga email-an. Kayaknya lo udah makin cantik aja nih. Hehe.  Eh ketemuan yuk, jarang nih kita ketemu. Mumpung gue ada waktu. Hari Minggu besok gimana? Reply As Soon As Possible. :)

Fika membaca email dari fattah, teman sewaktu masa kecilnya yang dia kira sudah lupa dengan keberadaannya. Seketika fika langsung berjingkrak-jingkrak kegirangan karena mendapat email tersebut.


Message
From: Me
      "Ca, fattah ajak gue ketemuan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
From: Checa
      "Cieeeee."
From: Me
      "Gue harus bales e-mailnya apa engga nih ca?"
From: Checa
      "Aduh odong deh, yaiyalah! Bales kalo lo bisa menghadirinya,
       tanya dimana tempatnya, pura-pura lo gatau tempatnya supaya
       dia jemput lo cantik!:)"
From: Me
      "Oke deh."

--------------------------------------------------------------

TO: fattahramad12345@yahoo.com

Hai fatt,

Kabar gue alhamdulillah baik. Lo gimana?
Iya nih kita udah lama banget ga ketemu dan ga email-an kaya gini.
Gue pikir lo udah lupa sama gue. Hehe.
Ketemuan? Hmm oke gue setuju. Hari minggu? gue bisa kok :D
Btw mau ketemuan dimana fatt? 


TO: fika12345@yahoo.com

Kabar gue baik juga kok.
Mana mungkin gue ngelupain sahabat masa kecil gue?
Ga akan fik :) Kita ketemuan di PIM aja gimana?
Jam  1 bisa kan?
See you there :)



---------------------------------------------------------------
 PIM
@Hanamichi

Menunggu sambil bermain laptop kesayangannya. Itulah yang fika lakukan demi mengusir kebosanannya yang sedang menunggu fattah. 

"Duh gue kelamaan ya?"
"Ah engga kok fatt, cuma sedikit lama aja.."
"Sorry, abis biasalah macet, kalo ga macet bukan jalanan namanya hehe."
"Iya tau.."


Asyik berbincang sambil menyantap minuman dan makanan yang tersedia, fika lupa dengan janji yang telah dibuatnya. Janji yang dibuat bersama checa, mereka berjanji untuk bertemu di UI , bermain, dan berkenalan dengan teman checa yang sengaja checa kenalkan untuk fika. Seseorang yang sangat amat baik, Dia bernama endra. Setahu checa, fika itu single. Jadi ya, selama ini kan fika sering mencari jalan keluar masalahnya. Sekarang adalah waktunya dia untuk membahagiakan fika.

----------------------------------------------------------
Message

From: Checa
     "Dimana lo? Gue udah stand by di UI sama seseorang."
From: Me
     "Duh ca, maaf banget. Gue lagi di PIM sama fattah, gue minta
       maaf ga bisa dateng.  Lo sama siapa disana? Sama ello? ah
       yang ada disana gue cengo lagi."
From: Checa
      "Bukan odong, gue sama endra. Ada hal penting yang mau dia
       omongin."
From:  Me
      "Duh kapan-kapan aja ya ca, hehe bye. Hp gue low"
---------------------------------------------------------------
UI

Ndra.. fika ga bisa dateng......
Kenapa?
Dia lagi di PIM
Lo bilang dia yang janji, kenapa dia yang ga bisa?
Mana gue tau ndra, jangan salahin gue dong.
Lo kasih tau ga kalo disini ada gua?
Gue udah kasih tau, tapi kata dia kapan-kapan aja
Yaudahlah ca mending kita balik aja.


-----------------------------------------------------------
 Sampai pada hari senin, checa dan fika bertemu di suatu Mall dan berbincang

Ca!!! Kemarin gue seru abis loh ketemuan sama fattah!!

Ohya? Selamat deh :p

Kenapa sih? Lo marah ya gara-gara gue ga bisa dateng? Muph ea qaqa._.

Gue ga marah, gue cuma sedikit kesel. Lo tau kenapa gue kesel sama lo? karena disana, endra udah nunggu lo. Dia mau ketemu sama lo. Dia mau ungkapin perasaannya ke lo. Tapi lo malah pergi sama fattah. Ya gimana endra ga kecewa fik! Dan gue juga kecewa.

HAH? Ta..ta...ta..ta...tapi kenapa lo gabilang sama gue ca? Tau gitu gue balik secepatnya

Gue udah bilang sama lo, endra mau ngomong penting. Tapi kata lo? Kapan-kapan aja kan? Trus pas gue mau ngelanjutin sms, Lo bilang Hp lo low kan? Lo bilang bye kan? Yaudah gue ngomong apa adanya sama endra.

Trus dia bilang apa ca?

Dia ga bilang apa-apa. Tapi yang jelas dia kecewa banget sama lo fik.

-------------------------------------------------------------
Ruang Belajar 19;00

@endra12345
    Ndra, kemarin lo mau ngomong apa sama gue?

Endra pun membalas nya dengan
@fika12345
    Ga kok

@endra12345
    ndra, serius!

Endra pun tak membalas tweet yang fika tujukkan kepadanya.

"Fika pun semakin terluka dibuat oleh dirinya sendiri. Ah mengapa aku begitu bodoh! Seharusnya ku dengarkan dulu apa isi sms yang dimuat oleh checa. Seandainya saja, waktu bisa diputar kembali." Pikir fika dalam hati.

------------------------------------------------------

Message

From : Me
      "ca, ajak gue ketemu sama endra ca, please. Gue mau minta
       maaf sama dia."
From : Checa
      "nasi udah menjadi bubur fik, endra udah males ketemu lo."
From : Me
      "Ya makanya itu ca.. gue minta tolong bujuk endra supaya
       mau."
From:  Checa
      "Gw udah bujuk endra berkali-kali fik. Tetep aja dia ga mau.
       Dia masih kecewa sama lo.
From: Me
     "Yaampun ca, gue nyesel banget. Gue harus gimana ca?"

From : Checa
      "Terus, sekarang apa gunanya lo menyesali semua yang udah
       terjadi? Jalanin aja apa yang harus lo jalanin sekarang
       ini. Gausah liat kebelakang terus. Ga ada gunanya, lo
       flashback setiap hari. Endra juga paling udah
       punya seseorang yang bisa lebih menghargai perasaannya" Itu
       kata-kata Yang pernah lo kasih buat gue. Sekarang lo resapi
       deh tuh kata-kata.

----------------------------------------------------
Sebuah pelajaran berharga bisa kita petik dari cuplikan drama diatas.
"Just because someone breaks up with you, doesn't mean they don't love you. It may mean they love you more than you know, because they're saving you from an even worse heartache if you keep the relationship going. Break up aren't mean to hurt you, Sometimes they're to save you."

Minggu, 01 April 2012

Perasaan apa ini?

Diposting oleh Refika Dwiputri di 07.19 0 komentar
Entahlah.
Apa yang sedang perasaanku dera saat ini.
Aku tidak bisa menjelaskannya, tapi hatiku bisa menggambarkannya.
Aku tidak pernah bisa mengatakannya, Aku terlalu susah untuk menunjukkannya.

Mengapa aku begitu malu setiap kali bertemu denganmu?
Mengapa aku begitu sering menuliskan namamu di catatan harianku?
Ku tebak, ini adalah perasaan suka.
Tapi...aku belum bisa memastikannya.
Aku terlalu banyak berspekulasi.
Sebenarnya, aku benci dengan keadaan seperti ini.
Menyimpan dalam-dalam perasaan,
Hanya bisa melihatnya dari kejauhan secara kasat mata.

Ada kegembiraan ketika ku dapatkan dirimu tersenyum kepadaku.
Ada kesedihan ketika ku dapatkan dirimu bersama yang lain.
Apakah ini perasaan suka?
Entahlah. Ah aku benci harus berspekulasi seperti ini.

Lalu, apa nama perasaan ini?
Ku akui, ini perasaan kagum.
Kagum, suatu perasaan yang sering didera oleh kebanyakan manusia.
Kagum karena mendapatkan sesuatu yang masuk ke dalam sanubari. 
Kekaguman terhadap seseorang dapat mengalahkan keburukan seseorang.
Ia membutakan mata sejenak, karena kagum selama ini hanya dilihat satu sisi.

Lalu? Apa bedanya Kagum dengan Cinta?

Setiap orang mempunyai jawaban yang berbeda
Ini tergantung cara pandang orang tersebut
Juga dilatarbelakangi seberapa dalam keinginan untuk mencari hakikat kebenaran cinta sesungguhnya.

Cinta adalah perjuangan tanpa henti. 
Cinta sejati merupakan sebuah perjuangan dalam pengembaraan hidup.Setiap orang mempunyai jawaban yang berbeda. Ini tergantung cara pandang orang tersebut, juga dilatarbelakangi seberapa dalam keinginan untuk mencari hakikat kebenaran cinta sesungguhnya.


Jumat, 30 Maret 2012

Begitu indah

Diposting oleh Refika Dwiputri di 00.52 0 komentar
          Maafkan aku. Kita harus berhenti sampai disini.
          Bukan karena ku tak mencintaimu.
          Tapi karena inilah jalan yang terbaik yang bisa kita tempuh. Ketahuilah aku mencintaimu.
          Selamat tinggal :')

MESSAGE SENT

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hari ini, hari pertamaku sekolah dengan keadaan mata memerah.
Semua teman terdekatku bertanya tentang keadaanku. Tapi ku hanya bisa berkata, "i'm okay, don't worry"
Mereka pun serentak bertanya, "kamu putus dengannya?"
Aku pun menjawab "dari mana kalian tau?" 
"Dia yang mengatakan kepada kita"

Iya aku memang putus dengannya.
"Bagaimana bisa? Kalian adalah pasangan paling cocok yang pernah kita lihat."
Aku punya alasan lain yang tidak perlu kalian ketahui.
"Jika kamu membutuhkan kami, kami siap menjadi pundak tempatmu bersandar putri.."
Terimakasih. Kalian memang teman-temanku yang paling baik, tapi ku butuh waktu tuk sendiri. Ku mohon, tinggalkan aku.
"Baiklah.."

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lapangan bola

Woy kodok oper bolanya!!!
Eh iya.
Lu kenapa sih? dari tadi kayaknya galau banget. Main jadi ga becus gini.
Gue putus dik sama putri...
HAH? Demi apa lu?
Apaansih, serius. Liat aja nih di hp gue.
Alasan dia putusin lo apa? kok ga jelas gini sih?
Ga tau gue. Dia bilang dia punya alasan sendiri. Dia bilang, dia masih cinta sama gue. Tapi ini jalan terbaik yang mau dia tempuh. Entahlah gue juga bingung sama jalan pikirannya dia.
Tapi lo masih cinta kan sama dia?
Masih lah. Yaudahlah, toh perempuan banyak ini bukan cuma dia doang kok.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Perpustakaan



Sya, gue ngerasa gue bersalah udah mutusin secara sepihak. Gue menyesal dengan perbuatan gue sya.
Lo juga sih put, kan gue udah bilang. Berpikirlah sebelum bertindak.
Gue pikir ini adalah jalan yang paling baik yang bisa gue tempuh. Tapi ternyata, dia emang orang terbaik yang pernah gue milikkin sya.
Lo masih cinta sama dia?
Masih sya. Gue nyesel udah milih seseorang yang salah. Gue menyesal sya, kalo seandainya waktu bisa diputar. Gue akan hindarin semua ini. Seseorang yang gue anggap menyukai gue tapi belum ada bukti, malah gue pilih, Sedangkan seseorang yang tulus mencintai gue, malah gue tinggalin.
Saran gue sih, lo balikan aja sama dia.
Tapi sya, dia sekarang udah terlihat bahagia tanpa gue disisinya. Dia pun sepertinya udah deket sama adik kelas X-IPA itu.
Gue yakin di dalam hatinya cuma ada lo, walaupun sekarang dia bisa bohongin tingkah lakunya. Dia masih butuh lo put.
Gue ga yakin sya, dia move on terlalu cepat. Gue kangen arief muhammad :'(
"Duh put, sebentar lagi lo kan mau ikut kejuaraan pencak silat kan? Yaudahlah lupain sejenak arief dalam pikiran lo. "
Hmmmm................

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  (**)Hai rief. Apakabar? Sudah lama ya kita sms ga kaya gini. Hmmm hari minggu besok ada acara
        ga?
         Kabarku baik, bagaimana denganmu? hari minggu aku tidak ada acara, memang kenapa?
   (**)Alhamdulillah baik. Bagus deh. Hmmm minggu besok aku ada kejuaraan pencak silat di gor 
         pensi @ jktsel. Bisa dateng kan?
       Bisa kok. Jam berapa mulainya? 
  (**) Jam 12;00. Ku harap kau datang tepat waktu. Terimakasih ya :')
       Iya, aku pasti datang :)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 Ah kalo kaya gini caranya gue bakal telat dateng nih!! kampret pake macet.


From:  Adit. 2 minutes ago.
           Rief, lo dimana? pertandingan udah dimulai. Putri udah turun.
From:  Me.
           Gue lagi otw bro.
From:  Adit
           dateng ASAP

Suara ban motor beradu dengan aspal memekakan telinga. 
Mas tolong masssss bawa anak saya ke rumah sakit mas. Tolongggggg.
Ibu. Ibu gapapa? biar anak ibu saya yang bawa ke rumah sakit.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

@ GOR PENSI


Sampai  saat ini, disaat-saat yg seharusnya dia memberi support kepadaku, sampai saat ku menerima medali pun arief belum dateng juga. Kemana dia? Mana janjinya? Apa dia masih marah kepadaku? Tapi apa alasannya? Mengapa dia sampai saat ini belum datang juga?  Semua pertanyaan menggebu-gebu dihatiku. Rasa cemas ini tidak bisa ku hilangkan. Handphone dia pun tidak aktif. Kemana dia?

Put. Arief belum dateng juga?
Belum dit, gue gatau apa yang ada dipikirannya. Kenapa dia harus janji dateng kalau memang dia ga bisa dateng.
Tapi tadi sekitar jam 12;00 gue sms dia dan dia bilang dia lagi otw.
Tapi mana dia? ga mungkin kan dia nyasar? Orang dia berkali-kali kok anterin gue kesini kalo gue lagi latihan. Yaudahlah dit, mungkin dia emang udah ga mau berhubungan dengan gue lagi. Dia yang gue harapkan bisa kasih support disaat gue butuh. Malah ilang entah kemana. Dit bilangin sama arief, gue kecewa sama tingkahnya.
Put lo mau kemana? Siapa tau arief lagi dijalan dan bentar lagi sampe.
Udahlah dit, gue capek.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ibu, maaf saya harus pergi.
Iya, terimakasih ya mas sudah menolong saya. Maafkan saya jika terlalu merepotkan dan mengganggu acara anda.
Iya bu tidak apa-apa.

Motor CS1 itu pun dikebut dengan kecepatan 70 km/jam. Arief tersadar ini sudah terlambat. Tapi apa daya, semua sudah terjadi. Begitu sampai, hanya tersisa beberapa atlet yang baru saja bertanding. Tertegun dia mendengar bahwa putri, sudah pulang. Hancurlah harapannya. Habislah dia. Pulang dengan keadaan menyesal.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Terimakasih telah membuatku kecewa :(

itulah tweet pertama yang kubuat sore ini. Ku tujukkan kepada dirimu, arief. 

Arief pun mereply tweetku dia pun berkata

Maaf put. Nomor ga aktif ya? mau telfon ga bisa terus @PutriS13
Aku pun enggan untuk mereply tweetnya, aku terlalu kecewa dibuat olehnya.
Ketika kunyalakan handphone ku, tertulis
 arief . 10 unread.
arief. 20 misscall.
arief. 1 voice note.

Ku baca smsnya dengan sangat kecewa. Dan ku dengarkan suaranya yg terlihat sangat capek. Dia beralasan dia sedang menolong seorang ibu yang sedang kecelakaan. Tapi aku tidak percaya. Bisa saja dia berbohong. Mulai sejak saat itu, aku berusaha menghindar setiap kali bertemu dengannya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 Ketika masa-masa MOS dimulai.
Semua siswa baru dibuat terperangah dengan keahliannya dalam mengoper bola.
Aku sungguh bersyukur pernah menjadi bagian dari hidupnya. Walaupun hanya untuk sementara.


Ketika disaat aku tampil didepan mereka semua.
Semua bersorak-sorai meneriaki namaku. Termasuk dia.
Ketika selesai ku tampil, arief pun datang ke tempatku istirahat.
Dia mengatakan padaku, aku begitu cantik. Begitu menawan ketika ku sedang beraksi dengan jurus-jurus pencak silat. Dia berharap ingin menjadi bagian dari hidupku kembali. Aku pun bilang, aku tidak bisa. Maksudnya, tidak bisa menolak permintaannya :)





-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sekian ceritanya. Ini hanya fiktif ya :)
Thanks udah mau baca :)

 

Kamis, 22 Maret 2012

Ketika mimpi itu kembali Datang

Diposting oleh Refika Dwiputri di 22.49 0 komentar
Jalani hari-hari sekarang ini memang terasa berat
Tanpa adanya dirimu disampingku, menambah beban berat yang ada.
Sudah berusaha
Rasa bersalah ini masih menghantuiku
Menjadikan penyesalan ini semakin komplit.

Ku jalani dengan berat hati
Ku intip sesekali dirimu yang berada nan jauh disana.
Begitu mudahnya melupakan ku, atau begitu mudahnya menutupi kegelisahan didalam hatimu?

Ketika kurasa semua beban menjadi semakin berat
Ku paksa diriku untuk melupakan semua yang pernah terjadi.
Siapa bilang aku tidak bisa?
Aku bisa, bisa sedikit menutupi kegelisahan dihati. Meski terkadang hati ini begitu teriris melihat dirimu yang sudah mendapatkan seorang yg lebih baik dari diriku.

Tangisan ini beradu dengan kelelahan.
Bercampur menjadi kegelisahan yang amat dalam.
Tertidur pulas dengan keadaan gelisah, menyedihkan memang.
Mimpi membawaku ke suatu tempat
Tempat yang membuatku merasa nyaman
Nyaman sekali.
Terlihat dirimu menghampiriku.
Mengajakku bersenda gurau, Mengabadikan moment terindah kita berdua dengan berfoto bersama.
Sayang, itu semua hanya mimpi.
Mimpi, itu semua tidak nyata
Aku tidak bisa melihat secara kasat mata. Tapi hatiku bisa merasakannya.




Refika Dwiputri Widya Ningrum
Duta Galau Se-Indonesia
23 Maret 2012

Senin, 19 Maret 2012

Wanita

Diposting oleh Refika Dwiputri di 06.21 0 komentar
Hai perkenalkan.
Namaku wanita, hobby ku kegeeran. Makanan favoriteku harapan palsu.
Belum apa-apa hatiku sudah bergetar bak dialiri aliran listrik 300W, langsung mengambil kesimpulan bahwa dia menyukaiku. Wanita, kami berpikir menggunakan hati bukan logika. Karena kami terlalu banyak menggunakan hati dalam berbagai kesempatan,maka hati kami mudah hancur jika tersentuh dengan suatu hal yang menurut kami itu tidak masuk akal dan menyakiti hati kami. Kami mudah mengeluarkan air mata, kami bersedih semua syaraf seakan-akan terhubung dengan mata ini. Tetesan air mata pun membajiri wajah kami.


Masalah yang sering kami hadapi adalah bagaimana mengungkapkan perasaan yang selalu menggebu-gebu dihati kami. Kami tidak bisa mengungkapkannya, tapi kami bisa merasakannya. Kami bisa membuatnya ada, tapi kami tidak pernah bisa membuatnya menjadi kenyataan. Kami selalu terhalang dengan 'gengsi' yang kami milikki. Gengsi yang kami milikki melebihi tingginya high heels yang kami gunakan. Kami selalu berfikir wanita itu tidak mungkin menyatakan perasaannya didepan pria yang dia cintai. Kami selalu memegang teguh prinsip bahwa Hanya Prialah yang berhak untuk menyatakan perasaannya "terlebih dahulu". Prinsip itu sudah melekat pada diri wanita. Sehingga jangan heran jika zaman sekarang wanita banyak yang mengeluh tentang kisah cintanya di dunia maya tentang perasaannya yang tidak sempat terbalas oleh seorang pria yang dia sukai. Terkadang,kami memang terlalu cepat mengambil keputusan. Seorang yang perhatian belum tentu menyukai kita, itu tandanya mereka perduli terhadap keberadaan kita. 


Refika Dwiputri Widya Ningrum
Duta Galau Se-Indonesia
19-03-12
 

Enchanted Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review