Tampilkan postingan dengan label Dear Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dear Diary. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Oktober 2014

Sapaanmu di Senja Itu

Diposting oleh Refika Dwiputri di 07.17 0 komentar
Hanya melalui tatapan
Darah ini seperti berhenti mengalir
Jantung ini seperti berhenti berdetak
Dan lidah ini seperti kelu untuk mengatakan "Aku sungguh merindukanmu" 

Sapaanmu di senja itu 
Membuat semua yang telah ku buang, kini kembali datang

Sapaanmu di senja itu
Membuat semua rasa kecewa yang kurasa, kini sirna

Aku masih bertahan karena rasa ini
Karena aku percaya cinta yang ku tunggu  akan datang
Cinta yang selama ini ku nanti  
Akan datang menghampiri

Entah hati ini yang sibuk menerka-nerka
Atau memang realita berkata
Bahwa mimpiku selama ini mencoba meraba-raba menjadi nyata 

Tuhan..
Jika benar ini hanyalah sebuah mimpi 
Kumohon, jangan biarkan aku terjaga
Aku ingin bermimpi selamanya...


Sabtu, 23 Agustus 2014

Jika membencimu bisa menghilangkan rasa ini, Akan ku lakukan meski ku yakin Hatiku jauh lebih tersakiti

Diposting oleh Refika Dwiputri di 04.01 0 komentar
Membeku
Mematung
Terbungkam dengan seribu kehampaan
 Ketika mata ini melihatmu berjalan dari kejauhan

Kenangan itu lagi-lagi menyeruak membuatku sesak 

Terbesit pikiran ini untuk membencimu
Memutar kedua bola mataku ketika mata kita saling memandang
Mengernyitkan dahiku ketika kita saling bertemu
Memalingkan wajahku ketika kita saling bertemu

Tapi..
Lagi lagi
Mata ini masih sibuk mencarimu ketika aku menyusuri lorong itu
Telinga ini masih sangat peka jika seseorang menyebut namamu
Otakku masih sangat ingat setiap inci kejadian yang pernah kulewati bersamamu
Dan..
Hati ini selalu mengucap "aku merindukanmu"

Tuhan...
Tiadakah "dia" yang lebih pantas untuk kucintai dibandingkan dengan sosoknya?
Dia terlalu angkuh untuk mengakui hatinya
Dia terlalu sibuk mencari sosok yang sempurna

Aku terlalu rendah dimatanya
Aku tidaklah sempurna seperti sosok yang selalu dia dambakan

Sia-siakah perjuanganku selama ini?

Sudahlah..
Ku mohon, Tuhan
Hapuskan semua rasa ini



Walaupun aku selalu berusaha
Tapi tak pernah ternilai dimatanya
Aku lelah
Aku ingin terlepas dari semua belenggu kenangan dan perasaan yang menggelayutiku


Jika membencimu bisa menghilangkan semua ini
Akan kulakukan meski kuyakin
Hati ini akan jauh lebih tersakiti




Tertanda, seorang wanita yang kau sia-siakan....





Sabtu, 29 Maret 2014

i wish you well, my favorite boy.

Diposting oleh Refika Dwiputri di 08.31 0 komentar
Hai
Lelaki yang selalu ku kagumi dari kejauhan
Bagaimana kabarmu sekarang?
Terhitung beberapa hari ini kita tak bertemu
Kamu tau?
Aku telah berhasil melawan rasa sayang ini
Walau sulit
Aku bisa melakukannya..

Hari itu
Hari dimana aku meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya, karenamu
Ya , karenamu.. 
Lagi dan lagi.

Berita itu
Membuatku tersadar dan membuatku tahu diri
Kamu menyukainya, bukan aku.
Kamu menyayanginya, bukan aku.
Lagi lagi aku bagaikan hamparan pasir yang mengharapkan datangnya hujan di gurun pasir

Kalau bisa aku memutar waktu
Ingin rasanya ku kubur semua perasaan yang berkecamuk karenamu
Indahnya hari yang ku lewati bersamamu tak sebanding dengan rasa sakit yang menghampiriku

Tapi disaat seperti ini
Aku masih saja memikirkan perasaanmu
Yang mengharapkan dia lebih dari yang kamu mau
Aku tak sampai hati
Melihatmu menulis untain kata-kata yang mencerminkan bahwa hatimu rapuh..
Sungguh..
Aku rela menanggung semua kesedihanmu, dan melihatmu kembali tersenyum.
Walau aku bukanlah alasan dibalik senyummu.

Walau ku tau sakit kini menghampiri
Aku percaya akan ada pelangi dibalik kisah ini..



Kamis, 20 Maret 2014

Raga sulit menyapa, Tapi hati selalu menyebut namanya

Diposting oleh Refika Dwiputri di 08.37 0 komentar

Hampir 2 tahun rasanya
Aku memendam rasa ini
Rasa yang tak kunjung berubah
Yang ku rasa malah semakin dalam..

Sekalipun kehadiranmu jarang tersapa oleh ragaku
Tapi aku sungguh berterimakasih kepada Tuhan
Masih diberi kesempatan untuk melihatmu, walau hanya dari kejauhan
Dan tiap kali mata kita saling memandang
Aku mencoba menyembunyikan wajah merahku dihadapanmu..

Aku mencoba menetralisir degup jantungku
Yang selalu berdetak kencang setiap kali kita bertemu di lorong itu
Aku yang hanya berani
Menceritakan sosokmu menjadi bentuk untaian kata-kata di dunia yang tak nyata ini..

Terkadang aku merasa menjadi wanita yang seutuhnya
Ketika kamu berada satu garis di sampingku walau jarak memisahkan kita
Aku menyukainya
Senyuman manis yang tergores dibibirmu
Senyuman yang tak pernah bisa ku lupakan

Hari terus berganti
Rasa itu terus mengalir
Dan mencoba membuat palung terdalam di dasar hati
Yang hanya bisa di huni oleh sosokmu, ya.. sosokmu saja

Kadang aku tertawa mengingat hal-hal bodoh yang kamu lakukan
Tapi.. tak jarang air mata menetes dengan sendirinya
Tangis yang tak bisa ku tahan
Tangis yang jatuh dan memintamu untuk menghapusnya

Darimu aku belajar arti hidup
Bahwa hidup harus terus berjalan meski masa lalu terus membayang di belakang
Begitu pun dengan aku
Aku harus tetap berjalan meski kamu masih terus menjadi sosok yang selalu ku rindukan

Aku tak memintamu untuk mencintaiku
Tapi aku memintamu untuk menghargai apa yang kamu punya
Sebelum semuanya hilang dan kamu merindukannya
Aku berharap bisa menghilang dari kehidupanmu
Dan pada saat yang tidak ku duga, kamu merindukanku
Hanya itu saja..


Lagi.. dan Lagi

Diposting oleh Refika Dwiputri di 07.42 0 komentar
Hari ini..
Hujan turun begitu deras
Kilat beradu dan saling menunjukkan cahayanya
Walau cahaya kilat saling beradu dan Suaranya saling menggelegar
Aku masih tetap merasa berada di sebuah ruangan
Yang gelap dan sunyi

Tanpa sengaja..
Air mata jatuh membasahi pipi ini
Mengalir begitu deras
Seakan tak ingin mengalah dengan derasnya hujan yang turun

Saat ini hatiku hancur
Hancur, entah untuk yang keberapa kalinya
Dan kamu masih menjadi sosok dibalik air mata ini

Hari ini..
Hatiku tersentak
Seperti diserbu oleh nuklir yang siap meledakan hati ini

Lagi-lagi air mata ini jatuh dengan sia-sia
Jatuh karena menangisimu
Menangisi kehadiranmu
Menangisi kenyataan bahwa aku sama sekali tidak bermakna di matamu
Menangisi hatiku yang selalu perduli denganmu
Sekalipun kamu hanya melihat ke arah-nya
Dan tak pernah mencoba melihat ke arahku

Ingin rasanya ku hapus semua bayangmu yang selalu menghantuiku
Tapi.. menghilangkan rasa ini tak semudah membalik telapak tanganku

Cinta sulit untuk hilang
Tak secepat saat aku jatuh hati
Cinta tak mudah berganti
Berganti dengan benci..



Senin, 10 Maret 2014

Hujan

Diposting oleh Refika Dwiputri di 01.34 0 komentar
Mengingat masa-masa itu
Membuat luka yang ku alami semakin perih
Perih, dan tak bisa terobati
Sudah seharusnya aku sadar
Aku hanya seseorang yang berharap akan datangnya hujan ditengah gurun pasir
Perih, bukan?
Perih, memang.
Tapi, perih ini adalah perbuatanku sendiri
Aku tidak akan menyalahkan keadaan apalagi sampai menyalahkan dirimu
Aku hanya kecewa pada diriku sendiri.
Mengapa aku masih saja berharap akan datangnya hujan ditengah gurun seperti ini?
Aku sudah terlalu bosan mencurahkan semua yang ku alami
Kepada hamparan pasir yang pura-pura mendengar tetapi sebenarnya mereka menghiraukanku
Aku butuh hujan
Aku ingin bercengkrama dengannya
Menceritakan kepadanya betapa ku merindukan kehadirannya

Hujan itu terkadang datang
Tetapi
Belum sempat aku bercengkrama dengannya
Hujan itu segera berganti menjadi matahari yang siap membakar tubuh ini

Begitulah dengan kehadiranmu
Walau kehadiranmu hanya beberapa saat
Itu sudah menebus semua rasa rindu ku
Kehadiranmu menggoreskan senyuman di bibirku

Aku berharap Tuhan menurunkan hujan di gurun pasir sesering mungkin
Jadi aku tidak perlu bercengkrama dengan pasir yang menganggap kehadiranku hanya sebagai angin
Aku ingin bercengkrama dengan hujan
Bermain, dan melihat pelangi bersamanya.

Kamis, 27 Februari 2014

Indahnya Sayap-Mu

Diposting oleh Refika Dwiputri di 07.45 0 komentar
Aku bisa menjadi diriku sendiri Ketika berada disampingmu
Begitu nyamannya diriku saat mencurahkan semua pikiranku kepadamu
Dirimu yang dulu hanya seorang teman
Kini aku jadikan dirimu sebagai penyemangatku
Tak terasa waktu memisahkan kita
Tak terasa begitu cepat pertemuan singkat ini berakhir

Begitu sulit untukku mencurahkan semua rasa ini dalam bentuk rangkaian kata-kata.
Begitu sulit untukku menjelaskan apa yang ku rasa ketika kau tidak disini bersama ku
Begitu sulit menerima kenyataan bahwa kau akan segera meninggalkanku

Lebih sulit menerima kenyataan bahwa
Tidak ada rasa yang menggebu di hatimu
Hanya aku dan hatiku yang merasakannya
Tak ada getaran apapun didasar hatimu pada ku

Ilusi hati ini membawa ku terbang tinggi
Terbungkus dengan harapan indah yang siap untuk ku terbangkan

Belum sempat pesawat ini terbang,
Pesawat ini memberi aba-aba bahwa ada bagian sayap yang tak mau terbang seperti bagian yang lain
Tidak akan mungkin pesawat ini terbang dengan hanya mengandalkan satu sayap saja.

Seperti layaknya kau dan aku
Tidak mungkin rasa ini menjadi satu
Kalau hanya aku saja yang merasakan bahwa ilusi hatiku nyata

Tapi menurutmu, ini hanya ilusi, yang tidak nyata.
Terbungkus dalam khayalan tingkat tinggi yang hanya aku yang mengerti bagaimana bisa terjadi.

Aku tak ingin memaksa pesawat ini tuk tetap terbang
Kan ku biarkan kau mencari sayapmu dan terbang bersamanya.
Tapi, Aku harap akhir dari pencarian sayap mu adalah dengan menemukan ku :')

Minggu, 10 November 2013

Mencintaimu Dalam Diam

Diposting oleh Refika Dwiputri di 06.57 0 komentar
Hampir setiap hari kita bertemu
Hampir setiap hari mata kita saling menatap
Hampir setiap hari, jantung ini berdegup kencang tiap kali mata kita saling menatap
Hampir setiap hari juga aku selalu memperhatikanmu walau hanya dari kejauhan

Cinta memang sulit ditebak
Dahulu aku yakin kau mencintaiku dengan tulus
Tetapi aku belum menyadarinya
Setelah aku sadar, dan aku ingin bersamamu
Kamu terlanjur pergi dengan seribu kekecewaan

Berbincang denganmu adalah saat-saat yang sangat aku rindukan
Bersamamu walau singkat terasa amat manis jika ku kenang
Kini semua tinggal kenangan
Menatap ku pun sepertinya kamu tak mau

Aku berceloteh pun, kamu tetap tak menghiraukan
Aku berusaha menjadi "aku yang dulu" pun kamu tetap diam dan menatap lurus ke depan.
Sia-sia sudah perjuanganku selama ini

Mencintaimu dalam diam sangat menyakitkan
Tiadakah kau sadar mata ini selalu berbicara ketika mata kita saling menatap?
Kemana kamu yang dahulu?
Yang selalu mendengar apa yang aku bicarakan
Tidak seperti saat ini
Berpura-pura tuli tetapi sebenarnya kamu mendengar.

Aku sudah terlalu lelah mencintaimu dalam diam
Tapi siapa aku ini?
Tiada berharga sama sekali bagi mata dan hati mu.
Aku hanya teman yang mencintaimu dalam diam.
Dan akan tetap seperti ini sampai kapanpun.

Selasa, 04 Juni 2013

Aku Mencintaimu dengan Caraku Sendiri :')

Diposting oleh Refika Dwiputri di 04.03 0 komentar
1 tahun telah berlalu......
Dengan status yang sama, harapan yang sama dan dengan cinta yang sama
Aku masih berharap ada keajaiban datang kepadaku
Keajaiban untukku merasakan cinta yang berbalas
Tidak bertepuk sebelah tangan seperti apa yang telah ku lalui di masa lalu
Aku masih menaruh secercah harapanku kepadamu
Kepadamu yang tak kunjung merasakan apa yang sedang ku rasakan
Kepadamu yang selalu memutar kedua bola matamu ketika mata kita saling memandang
Kepadamu yang hanya menganggap kehadiranku "tak bermakna"
Kepadamu yang hanya menganggapku "teman biasa"

Aku tak pernah tau apa yang kamu rasa ketika mata kita saling bertemu
Aku tak pernah tau mengapa aku begitu gugup ketika mulut ini mulai berbicara denganmu
Aku bahagia bisa mencintai mu
Bisa membuatku terbang menuju langit ke tujuh
Dan bisa membuatku terjatuh sampai menembus lapisan inti bumi yang keruh
Aku mengagumi dengan caraku sendiri
Mencintai itu lebih bermakna daripada dicintai
Aku menjadi sadar bahwa selalu ada seseorang yang ingin melihat kamu tersenyum tanpa perduli siapa yang menjadi alasan kamu untuk tersenyum.

Senin, 25 Maret 2013

Tolong, Terangkan Kembali :(

Diposting oleh Refika Dwiputri di 05.45 0 komentar
Semilir angin menembus sebuah ruang gelap didasar hatiku
Ruangan yang tak pernah terbuka
Gelap, terkunci dan tidak ada yang bisa membuka
Sudah lama ku diamkankan ruangan itu
Ku kunci dengan rapat agar tak ada satupun yang dapat membuka
Entah mengapa angin itu memaksa ku untuk membuka ruangan itu
Ketika ku buka, perlahan tapi pasti
Aku kembali melihat sosokmu
Kembali ku tutup pintu itu
Aku meyakini hati ini bahwa kau sudah pergi
Sudah tak bisa kembali
Walau dengan seribu cara dan seribu kata-kata
Kau tak akan datang
Aku mengakui itu kesalahanku
Kesalahan yang telah membuatmu pergi dan tak kembali
Menggelapkan salah satu ruangan terdalam di hati ini
Terimakasih telah mencerahkan hati ini walau hanya sementara
Ruangan hati ini akan selalu terbuka untukmu
Menunggu untuk kau cerahkan
Bukan kau redupkan.

Senin, 25 Februari 2013

Rindu, atau Terjebak Masa Lalu?

Diposting oleh Refika Dwiputri di 17.46 0 komentar
Kenangan itu kembali menghantui pikiranku
Kenangan yang sudah ku kubur jauh-jauh
Kini timbul dan membuat badai dahsyat di otakku

Sosokmu kembali muncul di pikiran ini
Lama tidak bertemu , aku penasaran bagaimana sosok mu sekarang
Masih kah mempesona seperti saat pertama kali kita bertemu dahulu?

Teringat kembali sosok dingin yang pernah membuat hati ini meleleh
Teringat kembali nasihat kekhawatiranmu 
Teringat kembali kata-kata terakhir yang kau ucapkan pada hari itu
"Hati-hati fika"
Dan teringat kembali setiap inci kejadian-kejadian yang pernah terlewatkan
Saat kau menyapaku
Saat kita mulai berbincang
Dan saat kita berkemah bersama di sebuah acara.

Ah....kini semua tinggal kenangan
Betapa bodohnya aku masih saja mengingat setiap inci kejadian yang pernah kita lewati
Mengapa sosokmu kembali menimbulkan rasa khawatir?

Aku khawatir aku terjebak dalam masa lalu
Yang membuat langkahku terhenti
Dan mencoba menengok untuk sekedar melihat sosokmu

Ya Tuhan
Ada apa dengan ku?
Masih saja aku berusaha mengingatnya
Kejadian itu sudah berlalu 2 tahun lamanya
Tapi mengapa aku masih saja mengingatnya?

Aku merindukan sapaan hangat itu
Tatapan yang penuh makna
Nasihat yang penuh kekhawatiran
Dan.........ini semua akan menjadi butiran kenangan yang harus ku hempaskan di laut lepas.

Rabu, 21 November 2012

Aku masih....

Diposting oleh Refika Dwiputri di 05.46 0 komentar
Ditinjau dari kelakuan ku selama ini
Bisa dibilang aku menyukainya,
Dia yang bersifat dingin,cuek.
Tetapi jika tersenyum
Bumi seakan berhenti berotasi
Karena melihat silauan senyumannya.

Menatapnya tidak semudah mencairkan es batu.
Salah tatap, bisa-bisa aku yang menjadi es batu.
Mencari tahu tentangnya, tidak semudah mencari tahu biografi seorang artis atau bahkan pahlawan.
Begitu susahnya hingga aku harus berperang melawan ke-ingin tahuan diriku
Dan membalasnya dengan melakukan strategi detective dadakan ku
Karena keingin tahuan ku tentangnya begitu tinggi yg menjadikan ku seperti agen CIA
Atau bahkan menjadikan ku seperti anggota polisi intel.
Atau bahkan melebihi dari mereka.

Kita berdua sangatlah berbeda.
Aku menyukai sesuatu yang bersifat sosial, sedangkan dia penuh perhitungan.
Dari jurusan saja kita sudah berbeda
Yakin kah aku bisa menanamkan namaku di hatinya?
Yakinkah aku mampu membuatnya memperhatikanku seperti dia memperhatikan hobby nya?
Terlalu banyak keraguan dalam hatiku.
Sempat aku berfikir untuk melupakan nya sejenak
Tapi setiap kali mata ini saling menatap
Rasa ini kembali menggebu
Tak dapat ku pungkiri, aku (masih) menyukaimu.

Minggu, 07 Oktober 2012

Sinarmu Menghangatkanku

Diposting oleh Refika Dwiputri di 23.30 0 komentar
Aku melihat mata itu
Berbicara seakan
Memanggilku
Memanggil namaku

Hari-hari ku lewati
Dengan hati yang bertanya-tanya
Apakah dia menyukaiku?

Aku melihat mata itu
Tersenyum padaku
Seakan ingin mengajakku
Bercengkrama lebih dalam

Tatapan itu
Aku mengenalnya
Membuatku menjadi hangat
Sehangat secangkir kopi di pagi hari

Lambat laun tatapan itu sirna
Bagai matahari yang terbenam di sore hari
Malam menjelang
Gelap menyerang

Aku ingin matahari ku kembali
Kembali menyinari hari ini
Aku ingin tatapan mata hangatnya lagi
Untuk menghangatkan hatiku yang terlanjur beku ini

Selasa, 12 Juni 2012

Bagaimana Aku Mengenangmu

Diposting oleh Refika Dwiputri di 21.03 0 komentar
Melihat mentari di pagi hari
Mengingatkan ku tentang dirimu
Dirimu yang telah berlalu

Mengertikah engkau akan kisah ini?
Bagaikan dua kapal yang bertemu di tengah badai
Namun
Berlalu bergitu saja

Berlayar dan berlayar 
Itulah yang kita lakukan
Kini aku berpikir
Akankah kita kembali mengarungi badai bersama?

Kau bagaikan fatamorgana di hidupku
Terlihat ada namun tak ada
Kamu terlalu abu-abu untukku
Kamu tidak jelas

Mungkin aku sempat berpikir
Bayanganmu akan mengusikku
Tapi ternyata aku salah
Ini semua akan menjadi satu cara "bagaimana aku mengenangmu"

Dan mungkin kau akan terus berlayar
Mengarungi lautan luas dan bertemu banyak kapal lain
Namun aku percaya
Kau akan berlabuh bersamaku
Berlabuh dihatiku dan dihatimu selamanya...

----------------------------------------------------------------

Puisi ini dibuat sama temen gue namanya naurah hafizah
Dia bilang puisi ini cocok banget buat gue.
Karena gue sering curhat ke dia tentang seseorang,
hmm tiba-tiba aja dia ngehibur gue dengan memberikan puisi ini.
Thanks ola :)

Minggu, 06 Mei 2012

Dibalik Awan Hitam, Selalu Ada Pelangi Menanti Untuk Hadir

Diposting oleh Refika Dwiputri di 05.59 0 komentar
Hai kamu! Iya kamu! Kamu tau ga? Aku sekarang sudah bisa menikmati hidup ini tanpa adanya dirimu dibenakku! aku sekarang lebih menerima keadaan seperti ini. Jauh dari angan-angan tentangmu.

Tadinya, pikiran dan hatiku tak mau searah dengan apa yg kuperintahkan.
Ku perintahkan mereka untuk membencimu, tapi mereka tidak bisa.
Ku perintahkan mereka untuk melupakanmu, tapi mereka tidak mau.
Ku perintahkan mereka untuk kembali mencintaimu, dengan tegas mereka mengatakan
"AKU TIDAK BISA TERUS-MENERUS DIPERMAINKAN SEPERTI INI"

Keadaan ini membuatku bingung, sangat bingung.
Aku tidak tau harus berbuat apa, agar pikiran dan hatiku mau searah dengan perasaan ini.

Ketenangan, itulah kuncinya!
Aku tau bagaimana agar ketenangan itu bisa kuraih.
Aku harus mengorbankan waktu yang biasa ku gunakan untuk menguntit keseharianmu
Menjadi menyaluran hobiku berlatih seni beladiri ini.
Ku ibaratkan 'kamu' adalah target tendangan yang harus ku tendang jauh-jauh agar aku terbebas dari hukuman.
Dan ternyata
Ku dapatkan ketenangan setelah ku jalani hobiku ini !
Cukup ampuh , dan akhirnya hari-hari kini terasa lebih berarti.

Aku menyayangi keseharianku seperti layaknya aku menyayangimu.
Aku jalani keseharianku dengan penuh keceriaan seperti layaknya ketika aku sedang bersamamu.
Terimakasih Tuhan, telah kau hadirkan kembali keceriaan yang selama ini ku idamkan.



Rabu, 04 April 2012

My love begins

Diposting oleh Refika Dwiputri di 06.50 0 komentar
Mungkin kita tidak pernah saling bertatap mata
Mungkin juga tak pernah saling mendengar suara kita
Kita ini bagaikan 2 ekor burung merpati buta yang saling memahami satu sama lain
Kita seperti mereka, tapi tidak ada jalinan apa-apa diantara kita.
Kita pun tak mengetahui bagaimana paras kita...

Terasa indah dan nyaman meski jauh, dan meski tak terlihat.
Mungkin kita sama-sama buta dan tuli
Tapi tidak demikian dengan hati kita.
Hati kita selalu melihat satu sama lain, dan merasakan apa yang terjadi.

Terkadang aku marah dan bosan dengan apa yang terjadi.
Tapi hatiku tetap beku  seperti salju diakhir musim dingin.
Selalu mencoba bertahan ditengah terik matahari.

Engkau akan tetap menjadi angin yang terus berhembus.
Dan aku akan tetap menjadi air yang terus mengalir.
Kita akan saling bertemu di pelabuhan akhir, Samudera..


Jumat, 27 Januari 2012

Forgive Me

Diposting oleh Refika Dwiputri di 05.37 0 komentar


Teringat sepenggal kata-kata 
Terhanyut alur angin malam
Menangis aku membacanya

Tapi tak sempat aku untuk membalasnya.

Rasa salah menghampiri kalbu
Aku coba tulis dengan tinta rindu
Semoga tak terhapus oleh emosi

Sepi sunyi terbalut
Menjadi satu bingkisan

Yang aku kirim lewat syair cinta
Sampaikanlah maafku padanya..

Sabtu, 21 Januari 2012

Different than last Year, wanna go back to 2011 #IMissYouGuys

Diposting oleh Refika Dwiputri di 01.10 0 komentar
Judulnya terlalu panjang ya? 
Kali ini gue mau curhat.
Silahkan yang ga mau denger , get out dari blog gue.
Tuh pintunya ga dikuci,silahkan langsung pergi aja. Jangan lupa ditutup lagi ya pintunya!


Kali ini gue mau sedikit frontal, oke Hmmmmm tarik nafas buang
oke gue cerita. Yg ga bersedia dengerin udah gue bilang GET OUT DARI BLOG GUE!

Waktu Ujian Kenaikan Tingkat tahun kemarin, semua masih bersatu.
Masih berasa banget kekeluargaannya. Tapi sekarang? cuma yg cowo-cowo aja yg ikut UKT

 Padahal dulu, kita sama-sama menghadapi penguji yg gualaknya minta ampun. Kita di kasih pembajaan sampe berkotor-kotor ria. Semua tetap tersenyum walau gue tau kalian capek. Sekarang? latihan aja semua jarang banget. Kamis kemarin, gue latihan, dan gue lah satu-satunya cewe yg latihan! selebihnya? gatau pada kemana. Kenapa sih sebenarnya?

Jujur gue kangen loh saat-saat dimana kita semua bercanda,ketawa,apalagi kebersamaan kita pas pelatikan! Pada lupa kaliya? Padahal gue masih selalu terngiang loh. Mungkin cuma gue doang kali yg inget. Setahun bersama kalian bener-bener bermakna bgt buat gw. You guys are amazing. I want to start by letting you know this..because of you my life has a purpose, you helped be who i am today. I see myself in every word you say
Sometimes it feels like nobody gets me. Trapped in a world where everyone hates me. There's so much that I'm going through. I wouldn't be here if it wasn't for you
. Itu mungkin kata-kata yg pantas buat kalian.




Berkat kalian,gw bisa menjadi perempuan yg berani. Yg awalnya Zero menjadi Hero! 
Thanks guys! I wish you could see..Just how much your memory Will always mean to me

Jumat, 18 November 2011

I'm sick of this life

Diposting oleh Refika Dwiputri di 23.20 0 komentar
Semua berawal dari Warnet
Gw fikir punya warnet itu asik,enak setiap hari, bisa jadi gamers yg handal,bisa jual char ini itu dan lain sebagainya. Ternyata semua itu sama sekali ga enak guys, gue capek sehari2 dikit-dikit suruh jaga warnet, bosen lama-lama depan komputer berjam-jam sedangkan gw udah kelas 3, udah saatnya untuk fokus belajar. Ini malah disuruh jaga, OhMyGod :(

Gw sebenernya pengen berontak tapi gw ga enak. Dulu gw sama kakak gw yg ngerengek-rengek supaya bikin warnet. Sekarang? Masa iya gw harus ngerengek-rengek buat ga mau jaga? kan ga konsekuen itu namanya. Tapi gw kesel dikala gw pengen belajar ada aja halangannya. Suruh jaga , ntar ada yg ngeprintlah entar ada yg beli cash PB lah apalah hhh-_- . Hahh tapi setelah gw fikir-fikir gw ga pantes untuk marah. Gw harusnya bersyukur masih dikasih jalan sama Allah. Gw harusnya bersyukur, ya Bersyukur

Tapi adakalanya gw pengen bebas , iyasih gw ga jaga setiap hari. Tapi kan sabtu-minggu itu harusnya buat waktu luang. Bukan buat jaga warnet kaya gini. Gw pusing sendiri didepan komputer berjam-jam kaya gini. I'm sick of this life :(

Sabtu, 12 November 2011

Gimana?

Diposting oleh Refika Dwiputri di 06.22 0 komentar
Oke gue bingung selesain masalah gue sendiri. Bukan masalah sih sebenernya, lebih ke hati juga.

Dia , seorang yg gue anggep lebih ga tau bener apa engga.
Dia, Seorang yg gue harap ga anggap gue bagaikan adiknya
Dia, seorang yg pernah buat gue nge-Fly sampe ke langit ketujuh
Intinya dia seorang yg gue harapkan

Oke ke inti permasalahan.
Semenjak kejadian itu,gue berfikir dia punya "rasa lebih ke gue"
Setelah gue telusuri sepertinya dia cuma anggap gue sebagai adik. Ya adik, ga lebih, ga ada yg lebih dan ga ada!! Tapi ya kenapa dulu mesti kaya gitu? nunjukin tingkah yg gue fikir dia hmmm. Kenapa? kenapa mesti ada yang namanya php. You know php? pemberi harapan palsu. Dia , ya itu dia. Setelah gue fikir2 (emang bisa mikir?-_-) dia ga mungkin punya rasa lebih ke gue. Mbok adiknya aja sepantaran sama gue,mana mungkin ibaratnya dia pacaran sama temen adiknya Oke gue mulai ngayal. Apa emang semua cowo tuh kaya gitu ya? Selalu kasih harapan sama siapapun. Ga mikir apa perasaan cewenya gimana?

Hmmm atau mungkin cewe yang terlalu lebay ya? baru sedikit dikasih lampu hijau udah kelepek-kelepek kaya ayam. ehh tapi gue kan cewe! ga!! itu sih emang salah cowo! siapa suruh kasih harapan ke cewe? makanya kalo gasuka mending gausah kasih harapan. Bisanya cuma bikin galau,hmmm

Intinya, gue udah tau dia cuma anggep gue sebagai adiknya. Dannnnn dihari ini, jam ini, menit ini, detik ini, jujur gue masih kepikiran. Padahal gue tau gue bisa move on, gimana ya? bukannya gamau, tapi sebenernya? aduh gue bingung, gue aja bingung gimana yg baca? -_-

Dan temen-temen gue pun sepertinya udah bosen denger curhattan gue yang masih muter-muter itu-itu aja. Mereka bilang "udahlah fik cari yg lain aja,masih banyak yg lebih dari dia, lebih kece, mending sama yg sepantaran daripada sama dia, dia kan beda jauh sama lo" jujur ini dalem. Kesannya dia tua banget ye?-_- Tapi ada benernya juga sih, nah kalo gue baru 20 thn dia udah 25 thn, kalo gue 30 dia udah 35, oke ini ngayal banget . Jalan keluarnya? ya move on. Harus bisa pindah ke lain tempat| loh? maksudnya? | maksudnya pindah tempat persinggahan hati coyy | Ohh| -_-
 

Enchanted Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review