Tampilkan postingan dengan label Move On. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Move On. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Agustus 2014

Jika membencimu bisa menghilangkan rasa ini, Akan ku lakukan meski ku yakin Hatiku jauh lebih tersakiti

Diposting oleh Refika Dwiputri di 04.01 0 komentar
Membeku
Mematung
Terbungkam dengan seribu kehampaan
 Ketika mata ini melihatmu berjalan dari kejauhan

Kenangan itu lagi-lagi menyeruak membuatku sesak 

Terbesit pikiran ini untuk membencimu
Memutar kedua bola mataku ketika mata kita saling memandang
Mengernyitkan dahiku ketika kita saling bertemu
Memalingkan wajahku ketika kita saling bertemu

Tapi..
Lagi lagi
Mata ini masih sibuk mencarimu ketika aku menyusuri lorong itu
Telinga ini masih sangat peka jika seseorang menyebut namamu
Otakku masih sangat ingat setiap inci kejadian yang pernah kulewati bersamamu
Dan..
Hati ini selalu mengucap "aku merindukanmu"

Tuhan...
Tiadakah "dia" yang lebih pantas untuk kucintai dibandingkan dengan sosoknya?
Dia terlalu angkuh untuk mengakui hatinya
Dia terlalu sibuk mencari sosok yang sempurna

Aku terlalu rendah dimatanya
Aku tidaklah sempurna seperti sosok yang selalu dia dambakan

Sia-siakah perjuanganku selama ini?

Sudahlah..
Ku mohon, Tuhan
Hapuskan semua rasa ini



Walaupun aku selalu berusaha
Tapi tak pernah ternilai dimatanya
Aku lelah
Aku ingin terlepas dari semua belenggu kenangan dan perasaan yang menggelayutiku


Jika membencimu bisa menghilangkan semua ini
Akan kulakukan meski kuyakin
Hati ini akan jauh lebih tersakiti




Tertanda, seorang wanita yang kau sia-siakan....





Sabtu, 29 Maret 2014

i wish you well, my favorite boy.

Diposting oleh Refika Dwiputri di 08.31 0 komentar
Hai
Lelaki yang selalu ku kagumi dari kejauhan
Bagaimana kabarmu sekarang?
Terhitung beberapa hari ini kita tak bertemu
Kamu tau?
Aku telah berhasil melawan rasa sayang ini
Walau sulit
Aku bisa melakukannya..

Hari itu
Hari dimana aku meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya, karenamu
Ya , karenamu.. 
Lagi dan lagi.

Berita itu
Membuatku tersadar dan membuatku tahu diri
Kamu menyukainya, bukan aku.
Kamu menyayanginya, bukan aku.
Lagi lagi aku bagaikan hamparan pasir yang mengharapkan datangnya hujan di gurun pasir

Kalau bisa aku memutar waktu
Ingin rasanya ku kubur semua perasaan yang berkecamuk karenamu
Indahnya hari yang ku lewati bersamamu tak sebanding dengan rasa sakit yang menghampiriku

Tapi disaat seperti ini
Aku masih saja memikirkan perasaanmu
Yang mengharapkan dia lebih dari yang kamu mau
Aku tak sampai hati
Melihatmu menulis untain kata-kata yang mencerminkan bahwa hatimu rapuh..
Sungguh..
Aku rela menanggung semua kesedihanmu, dan melihatmu kembali tersenyum.
Walau aku bukanlah alasan dibalik senyummu.

Walau ku tau sakit kini menghampiri
Aku percaya akan ada pelangi dibalik kisah ini..



Minggu, 17 Juni 2012

Awkward Moment

Diposting oleh Refika Dwiputri di 22.56 0 komentar
You meet someone
You two get close
It's all great for awhile
Then someone stops trying
Talk less. Awkward conversation.
The drifting
No communication whatsoever.
Memories start to fade.
Than that person you know
becomes that person you KNEW.
that's how it usually goes, right ?
Sad isn't it.

Rabu, 13 Juni 2012

Ketika Cinta Di Pertanyakan

Diposting oleh Refika Dwiputri di 06.27 0 komentar
Aku seorang gadis remaja. Yang sering mempertanyakan apa arti cinta yang sesungguhnya, Aku bingung. Kenapa setiap aku menjatuhkan pilihanku yang kurasa itu "tepat" malah berlalu begitu saja. Sudah 3 kali aku rasakan indahnya jatuh cinta tapi hanya bisa merasakan Jatuh dan Sakit. Tak pernah ku rasakan Cinta yang sudah seharusnya satu paket dengan Jatuh Cinta.


  •  Mengertikah engkau wahai seseorang yang mulai ku cintai?
  •  Mengertikah engkau akan rasa yang pernah ku beri? 
  •  Mengertikah engkau seberapa sakit hati ini jika mengetahui 
Jatuh dan Cinta itu tidak satu paket? Jatuh dan Cinta, seharusnya sudah bisa dipastikan bahwa kata-kata itu memang satu paket, bukan? Seharusnya memang iya, tapi kenapa aku hanya bisa merasakan Sakit nya Jatuh oleh Cinta? Tak pernah ku rasa Cinta membuat ku Jatuh di orang yang tepat! Sudah 3 kali dan pilihan ini tetap salah! Ada apa dengan presepsi Jatuh Cinta di dalam otakku ini? Apa ada yang salah? Apa aku terlalu cepat dalam mengambil keputusan? Aku rasa tidak. Aku mencoba mencari solusi dari semua pertanyaan yang menggebu dihatiku ini.

  "Apa lo tau apa arti dari jatuh cinta itu sebenarnya apa?"
 "Gue pikir, jatuh cinta itu adalah perasaan dimana lo merasakan getaran yang berbeda didalam hati lo jika bertemu seseorang yang lo suka. Hanya seseorang itulah yang bisa membuat getaran berbeda di hati lo. Kalo lo ga ketemu dia walau sehari aja, dunia terasa hampa. Lo selalu kepo sama apapun yang dia lakuin. Lo selalu mau jadi orang yang pertama yang tau kebiasaan dia, hobby dia, lo selalu berusaha mencari tau apapun tentangnya, sekecil apapun informasi tentang dia, lo selalu excited kalo udah denger "namanya" Menurut gue sih itu.
  "Tapi gimana kalo disaat kita jatuh cinta, kita cuma bisa rasain sakitnya jatuh oleh cinta? Ga pernah gue rasain indahnya cinta karena jatuh di orang yang tepat."
    "Itu karena lo terlalu berharap lo bisa mendapatkan dia. Lo udah terlalu mensugesti otak lo kalo dia itu suka lo juga melalui hal-hal kecil seperti sapaan hangat. Padahal belum tentu dia suka, akhirnya ketika lo tau dia ga ada rasa yang sama , kaya yang lo rasain ke dia. Hati lo yang udah pede bakal di-sukain balik sama dia. Berubah 180 derajat."
   "gimana kalo gue suka sama orang yang cuek?"
   "Coba lo tanya sendiri sama hati lo, apa yang buat lo jadi suka sama dia? cuma hati lo yang bisa jawab soal itu"

Sampai saat ini, aku terus mencari apa arti cinta dan Jatuh Cinta itu sesungguhnya. Seiring berjalan nya waktu, semoga aku bisa menemukan apa arti cinta dan Jatuh Cinta itu yang sesungguhnya, melalui kamu. Semoga :')

Kamis, 07 Juni 2012

Menjomblo? Why NOT?

Diposting oleh Refika Dwiputri di 08.43 0 komentar
Fika sering denger kalimat
"aduh gue bosen nih ngejomblo, gue pengen pacaran tapi sama siapa yaa #kode"
haduh itu tweet macam kaya gitu mungkin sehari bisa 1000 orang yang ngupdate.

J.O.M.B.L.O
Ada apa dengan kata-kata itu? Apakah ada sebuah misteri dibalik kata jomblo?
Fika rasa tidak! Hanya sugesti otak saja yang membuat kata tersebut sepertinya menjadi siksaan batin.
Orang zaman sekarang tuh lebay. Baru diperhatiin 'udah makan belum?' 'kenapa kamu sedih?'
bilangnya dia suka lah, dia cinta lah. Emang situ yakin kalo dengan ditanya 'udah makan belum?' itu tandanya perhatian? bisa aja dia multitasking. Tangan kanannya sms kamu. Tangan kirinya nelfon gebetannya yg lain. Nah!

Ini ada sepenggal curhatan yang bisa dijadiin bahan evaluasi

Gausah sedih kalo kamu termasuk bagian dari JombloWati.
"Tapi aku sedih fik, temen-temenku udah pada punya cowo, tinggal aku aja yang belum."
Emang apa peranan cowo dihidupmu?
"Aku kepengen punya temen curhat, aku ga enak curhat sama temenku terus."
Cuma itu?
"Hmm aku juga pengen punya seseorang yang perhatian sama aku, sms aku setiap hari tanya kabarku, telfon aku kalo aku lagi sakit."
Aku bilang sih, kamu belum terlalu butuh pacar. Itu hanya sekedar gebrakan batin kamu, karena kamu kan setiap hari selalu terngiang akan cerita teman-temanmu yang pacaran itu. Lebih baik kamu sekarang raih dulu cita-citamu, bahagiakan kedua orang tuamu. Pacaran sewaktu sekolah ga terlalu penting kok. Selama kamu masih punya sahabat yang menerima kamu apa adanya, kamu ga usah takut untuk kehilangan teman curhat. Sahabat sejati adalah teman dikala kita sedih, bukan hanya sekedar teman dikala kita senang. Aku yakin sahabatmu pasti mengerti kalau kamu terus-terussan curhat sama kamu, ya karena kamu ga punya pacar.
"Wah bener banget saran kamu fik! Makasih ya, aku jadi lebih baik nih hehe. Btw, kamu udah punya pacar ya? kelihatannya kamu ngerti banget apa yang jomblowati-jomblowati rasain deh."
-_______________________- AKU GA PUNYA PACAR
"Serius? Pantes kamu ngerti banget apa yang aku rasain, Hahaha kasian deh. Udah ah aku mau tidur, dadah. Makasih ya udah mau temenin aku curhat."
KAMPRET!!! kalo akhir-akhirnya lu ngehina ke-jombloan gua mending lu ga usah curhatt-____-

Please yang bagian akhir di abaikan aja ya. Emang dasar kampret tuh anak.

Iya sih jomblo itu emang suka kesepian, tapi seperti yang gue bilang dipercakapan gue tau sama si bocah kampret, Selama kamu masih mempunyai sahabat gausah takut untuk kesepian. Mereka selalu ada untuk kita kok. Jadi selama kamu nge-jomblo, perbanyaklah berteman. Biar hatimu ga sepi, hape ga sepi, twitter ga sepi. Sekian. Fika chan bobo dulu ya. Dadaaah



 

Enchanted Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review