Dikisahkan seorang gadis berumur 12 tahun bernama Avril Lavigne. Dia adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Dia adalah seorang gadis yg di fitnah oleh seorang yg kejam, dia di fitnah bahwa dia adalah seorang gadis dengan kepribadian ganda. Seorang dokter mencoba menolong, apakah dia bisa membantu avril memecahkan misteri ini?
***
"Dia telah membunuh anakku!" Seru seorang ibu yg sedang terduduk lemas sambil terus menyalahi Avril.
"Dasar gadis pembohong! Kecil-kecil sudah menjadi pembohong! Mau jadi apa kau setelah besar nanti?" Seru pemuda yg berada di pengadilan tersebut.
"Iya! Diaa juga telah membunuh kakaknya sendiri! Dasar adik tidak tau diri!" Seru seorang ibu yg terus menyalahi avril.
"Harap semua tenang." Teriak hakim.
"Apa benar saat hari kejadian kau ada disana?" Tanya hakim kepada Avril.
Avril hanya bisa diam sambil menggigiti bibir mungilnya dan terus memeluk erat boneka hello kittynya. Hanya itulah satu-satunya barang yg avril punya. Boneka yg menjadi saksi bisu akan misteri pembunuhan berantai ini.
Tiba-tiba suara seorang pemuda itu kembali menggema di persidangan "JAWAB!!!" DASAR PEMBOHONG!!"
"Sudah-sudah. Sidang kali ini kita tunda." Seru hakim
***
"Ku harap kau memejamkan matamu, tarik nafas, lalu buang. Lakukan itu berulang sambil mengingat kejadian lampau." Pinta dokter Budi yg menangani Avril
Avril pun teringat akan kejadian lampau yg pernah dia alami. Teringat disitu Keluarga kecil yg bahagia, Ayah, Ibu, Kakak, Dan Adik yg duduk manis di ruang makan. Bersenda gurau dengan Avril . Namun ingatan Avril lenyap begitu saja dan seketika Avril kejang dan langsung pingsan. Dokter yg menanganinya pun kaget dan langsung membawanya ke kamar pasien.
"Anak ini memang depresi berat, sulit baginya untuk mengingat kembali kejadian lampau, tapi aku pasti bisa membuatnya ingat dan menyelamatkannya dari jebakan neraka ini! Aku harus menyelamatkan Avril dari kekejaman orang-orang yg tidak berprikemanusiaan ini!" Pikir dokter psikiater yg menangani Avril.
***
"Kemana Avril?!? Cepat lapor FBI katakan Dokter Budi telah menghilangkan barang bukti dan menjadi buronan! Cepat!!!" Seru hakim kepada para pengawalnya.
***
Mobil Sport itu pun dikebutnya dengan kecepatan 100 km/jam. "Ayah.....Ibu....Kalian dimana?" Seru Avril yg masih kebingungan karena ayah dan ibunya tidak berada disampingnya. Dokter Budi pun memberhentikan mobilnya dan segera mengambil suntikan obat bius untuk menenangkan Avril . "Maafkan dokter budi Avril, dokter akan bawa kamu ke tempat yg seharusnya. Tolong kamu tenang ya." Bisik dokter budi kepada Avril . Avril pun hanya bisa tertidur pulas di mobil dan Dokter Budi pun melanjutkan perjalanannya.
10 jam telah berlalu, Sampailah mereka pada satu tempat dimana rumah yg ada dipemukiman tersebut, jaraknya sekitar 20 meter, Halaman rumah penduduk pun masih dipenuhi dengan pepohonan yg sangat rindang. Ternyata, disitulah rumah Avril dulu. Tempat dia bersama keluarga nya yg dulu. Keluarga yg 12 tahun bersamanya dan sekarang entah dimana.
"Avril, bangun nak. Kita sudah sampai. Coba Lihat ini rumah siapa?" Bisik dokter Budi ke Avril yg masih kucek-kucek mata. "Rumah ku!!!!!!!!!!!!! Mamaaaaaaaaaaaaaaaaaa Avril pulang!!!!!!!!!!"
Avril pun langsung lari dari dalam mobil dan hanya mendapati rumahnya kosong, tidak ada Mama, Papa, Kakak, Maupun Adik. "Dimana mama, dok? Aku rindu peluknya! Aku ingin memeluknya! Aku mau bilang aku baru saja tertidur panjang dengan serangkaian mimpi yg begitu menyeramkan! Dok, mana mama???" Seru Avril kepada dokter.
"Avril, dokter harap kamu tenang ya. Mama kamu lagi pergi sebentar, pagi besok dia mungkin pulang. Sekarang, kita istirahat dulu ya." Dokter budi pun mulai memasuki rumah Avril yg terlihat sudah tidak layak huni, bahkan dia pun sebenarnya tidak tau keberadaan mama desy, mama desy adalah ibunda Avril . Dia meninggalkan rumah ini setelah di kucilkan oleh warga sekitar dengan kata-kata yg kotor, bahkan rumah Avril pun dipenuhi dengan lalat, karena warga melempari rumah Avril dengan kotoran manusia. Karena warga mengira Avril adalah seorang pembunuh yg harus diusir. Bukan hanya Avril yg diusir, tapi seluruh keluarganya. Karena menurut warga, mereka adalah Keluarga PEMBUNUH. "Sungguh betapa kejamnya dunia ini." Akhirnya dokter budi dan Avril pun hanya bisa menempati rumah panggung yg berada disekitar halaman rumah avril, karena hanya itulah tempat yg masih layak untuk ditempati. "Avril, kalau butuh apa-apa dokter budi di depan ya, dokter tidur di bale depan. Kalo ada sesuatu yg mengancam dirimu, kamu teriak sekencang-kencangnya." Avril pun hanya bisa mengangguk.
"Kasian anak ini, kemana keluarga mereka? Semoga dengan kembalinya Avril kesini, besok dia sudah bisa ingat akan kejadian masa lalu dan menguak semua misteri ini." pikir dokter budi.
***
"Sungguh, aku tidak bisa tidur" Bisik Avril kepada boneka hello kitty kesayangannya.
"Avril...." Suara itu pun tiba-tiba datang dan sepertinya Avril tau itu suara siapa.
"Kakak.....?" Sungguh? Ini kakak ku? Kakak febby?" Kakak!!!! Ini Avril, Avril adikmu kak! Aku rindu kakak!" Teriak Avril
"Kakak juga rindu kamu dik, bayangan itu pun memeluk Avril yg terlihat rindu akan pelukan."
"Kakak, aku baru saja tertidur panjang dan aku bermimpi, dan mimpi itu yg membuatku tidak mengerti. Aku bermimpi berada di pengadilan, dan sekarang aku sudah berada dirumah, ada apa dengan ku kak?"
" Avril sayang, mimpi ini akan terus menghantuimu. Sekarang, ikutilah apa kata kakak. Dibawah rumah panggung ini ada pintu rahasia. Hanya papa dan kakak yg tau keberadaannya. Disitu ada papa, dan kakak. Kami terjebak dan tidak bisa keluar. Hanya kamu yg bisa menolong kami avril, tolong kakak" Seketika bayangan itu pun menghilang.
"Kakakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!" Teriak Avril, keringat pun bercucuran di baju tidurnya. Dokter budi pun mencoba membangunkan Avril , dan akhirnya Avril langsung memeluk dokter budi dan menceritakan apa yg dia mimpikan hari itu.
***
"Yang mulia, kami belum bisa menemukan dimana keberadaan Avril dan dokter budi sekarang."
"Dasar bodoh!!! Aku sudah membayarmu lebih dari 50 juta dan kamu belum bisa juga menemukannya?"
"Maaf yang mulia, kami sudah berusaha mencari, tapi kami berjanji kami akan bisa menemukan mereka berdua dengan secepat yg kami bisa."
"Temukan mereka, seret mereka ke pengadilan, bawa mereka dalam keadaan APAPUN!" Teriak hakim yg sangat marah mendengar berita dari pengawalnya yg masih belum bisa juga menemukan keberadaan avril dan dokter Budi.
"Dasar pengawal bodoh!Avril itu makanan empukku! Aku harus menemukannya! Seketika aku pun bisa menjadi seorang hakim yg terlihat pintar! HAHAHA. Kena kau Avril !
***
"Loh, dokter kenapa disini? Bukannya dokter mau ke rumah sakit ya?" Tanya Avril pada dokter Budi yang sedang bermain tab.
"Ngaco kamu vril, orang dokter daritadi ga kemana-mana" Bilang dokter budi kepada sofia.
"Tadi kakak ku yg bilang,"
Dokter budi pun seketika menatap kearah avril yg sibuk sarapan sereal.
"Avril! Disini cuma ada kamu dan dokter! Tidak ada kakakmu." Bisik dokter kepada Avril
"Kakak setiap hari kesini kok, jenguk aku. Dia selalu selimutin aku kalo malem-malem." seru Avril kepada dokter budi.
Dokter budi pun hanya bisa terdiam, karena dokter budi tau ,kakak sofia sudah meninggal 2 minggu yg lalu dan mayatnya pun belum ditemukan.
"Sehabis kamu sarapan, kita ke toko kue bentar ya! Nanti kamu boleh pilih kue kesukaanmu:)"
"Iya, aku juga mau beliin kakak kue kesukaannya ah, biar pas dia dateng , aku bisa kasih kue ke dia."
Dokter budi pun dibuat merinding dengan ocehan Avril yg terkesan memang terjadi.
"YaAllah, aku berlindung kepadamu, lindungi aku dan Avril. Jagalah kami." Doa dokter budi dalam hati.
***
"Dokter baik banget sama Avril, dokter itu kaya kakak. Apapun yg Avril mau pasti dikabulin, makasih ya dok."
"Iya vril, sama-sama."
"Aku jadi ga sabar ketemu kakak dan kasih kue kesukaannya."
"Yasudah, ayo naik ke mobil dan segera bergegas pulang."
***
Pukul 03:00
Bayangan putih yg menyerupai kakak febby pun kembali datang, namun kini dia datang dengan keadaan menangis.Menangis, baju yg berlumuran darah, wajah yg pucat, sambil memeluk seorang ayah yg wajahnya sudah tidak karuan, pucat.
"Avril, bangun sayang. Tolong ayah, ayah sangat butuh bantuan mu sekarang juga. Tolong ayah, tolong... Lalu bayangan itu pun menghilang. Kali ini avril hanya bisa terbangun dengan keadaan pucat. Avril lupa akan apa ucapan kakaknya kemarin, bahwa dia harus ke ruang bawah tanah demi menguak semua misteri keluarganya. Saat itu juga avril membangunkan dokter budi dan langsung mengajak dokter budi untuk ke ruang bawah tanah. Dokter Budi yg sempat diceritakan tentang mimpi avril barusan, wajahnya pun berubah menjadi pucat juga. Dia sungguh sangat takut, tapi dia harus berani menguak misteri dibalik ini semua. "Baiklah vril, kita ke ruang bawah tanah sekarang juga. Segera bawa senter dan jangan lupa masker dan sapu tangan.
"Baik dok!" Dengan sigap avril menyiapkan segala ssuatu yg dia butuhkan.
Pukul 03:30
"Vril, sebaiknya dokter dulu yg menuruni anank tangga ini, kamu ikuti apa kata dokter ya! Bahaya sekali sepertinya ruangan ini."
"Baik dok."
Setelah 1 setengah jam menyusuri ruang bawah tanah tersebut. Terciumlah bau busuk. "Vril, coba senterkan ke arah sini." Terlihat seorang perempuan yg tak lain adalah kak febby sudah membusuk dihinggapi lalat-lalat. "Astagfirullah vril! Ini kak febby!" Teriak dokter. "Kak febby?" Airmata mengucur dari pipi seorang gadis berusia 12 tahun tersebut, tak henti-hentinya dia memeluk jasad kakaknya yg sudah membusuk.
Tak jauh dari lokasi ditemukannya jasad kak febby, tiba-tiba terdengar suara "minta tolong". Dokter budi sudah ketakutan bukan main, keringat mengucur disekujur tubuhnya. "Vril, coba kamu senterkan ke arah sini!" Benar saja, ayah dari febby dan avril memang ada disitu, dia sedang merintih kesakitan dan dia masih hidup! AVRIL! AYAHMU MASIH HIDUP! Teriak dokter kepada avril. Avril yg sedang menangis tersedu-sedu pun seketika menghampiri dokter dan melihat bahwa ayahnya masih hidup walau dengan keadaan kacau, wajah pucat, dan baju yg berlumuran darah.
"Dok, ini barang bukti aku!!!" Teriak avril yg menemukan satu buah kaset
***
"Yang mulia,. kami sudah melacak keberadaan dokter budi dan avril, dan kami berhasil melacaknya."
"Cepat seret mereka ke pengadilan sebelum mereka mengacaukan misi kita!!!!!!!!!!!" Teriak hakim kepada para pengawal.
***
"Calling rumah sakit 145 cisarua, disini ada 1 orang mayat dan 1 orang korban pecobaan pembunuhan, harap segera datangkan ambulance dan beberapa perawat UGD." Dokter budi mencoba menelpon contact person yg berada di rumah sakit cisarua.
"Baik, segera kami akan meluncur kesana, 40 menit lagi kami sampai ke tkp."
Dokter budi pun tak lupa segera menelpon polisi.
***
PENGADILAN
"Hakim saswirotaty terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman seumur hidup karena telah melakukan pembunuhan berencana, dan menjadi otak dibalik pembunuhan 3 orang dan hakim saswirotaty juga telah melakukan pencemaran nama baik dan telah menjebloskan seorang anak dibawah umur yang jelas-jelas tidak bersalah.Sidang ini kami TUTUP! Ketukan palu pun menghentikan sidang.
***
"Gimana vril, kamu suka ice creamnya?"
"Suka dok, makasih ya. Ohya kakak febby nanyain dokter loh semalam.
Dokter budi pun hanya bisa gemetaran dan memasang wajah pucat.
"Hahahaha aku bercanda kok dok" Teriak avril yg terlihat puas telah mengerjai dokter budi hingga ketakutan,
"Dasar avrillllllllll!." Mereka berdua pun akhirnya hidup bahagia , dokter budi pun akhirnya menikah dengan seorang perempuan, mereka akhirnya mengangkat avril menjadi anak angkatnya.
Blog List
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Jumat, 13 Juli 2012
Senin, 14 Mei 2012
Cerpen "You Should Learn more about Love" Part1
Hai tampan, sedang apa ya kamu disana? Apa parasmu masih setampan saat pertama kali kita bertemu? Atau mungkin sudah lebih tampan dari yang ku kira? Begitulah pertanyaan yang bergejolak dalam hatiku.
aku mendapatkan kebahagiaan yang tak pernah ku dapatkan sebelumnya. Aku pun tak menyangka kamu adalah tokoh utama dibalik kisah bahagia ini. Bertemu denganmu, siapa yang menyangka? Dirimu yang begitu pendiam, cuek, dan 'sedikit galak' akhirnya bisa menjadi seorang yang sangat perduli kepadaku. Tak pernah ku sangka.
"Yang bener dong! Kalo ga bener mending ga usah ikut!" itulah sepenggal kata-kata yang ku ingat terucap dari bibir mungilmu. Begitu jutek dan galaknya dirimu 'dulu' dimataku. Sampai pada kita sering bertemu dan mengobrol. Ternyata ada kesamaan prinsip diantara kita. Aku menyukai ini. Kamu pun menyukainya. Aku tak suka ini. Kamu pun tak menyukainya. Sampai-sampai nomor handphone kita pun tak disengaja 3 huruf sama. Senang! itulah yang kurasa.
Mencari sosok dirimu yang misterius adalah tantangan sendiri untukku. Aku mau klik follow "Add" aja harus tarik nafas sampai keringetan gini. Aduhh aku suka kamu! Itu sugesti otakku. Kamu keren banget sih.
"Itu punya lo fik? Boleh pinjam ga?" Katamu sambil berbisik
"Boleh dong!" kataku yang berusaha menyembunyikan perasaan nan gembira yang memuncak di hatiku.
"Sumpah keren abis"
"Aku pulang dulu ya."
"Iya, eh fika awassssssssss!" Dirimu lalu meraih tanganku dan menarikku dari motor yang nyaris menabrakku
"Yaampun, kan udah bilang nyebrangnya hati-hati. Untung ga kenapa-kenapa." Terlihat sangat perhatian, wajahmu tergambar seakan kamu takkan melepaskanku. Ingin sekali ku katakan, "antarkan aku pulang" Tapi, apa daya. Rumah kita berbeda arah :-|
Aku pulang wajahku memerah, tak henti-hentinya senyuman ini terus tergambar di wajahku. Sungguh, aku menyukaimu.
***
Semua teman-teman bersorak gembira ku lihat dirimu tersenyum dan sesekali ku menoleh ke arahmu, dan yang ku dapati adalah dirimu sedang memperhatikanku. Tak henti-hentinya ku berucap "Ya Tuhan, Aku tidak mimpi kan?"
Api unggun dimulai. Semua teman-temanku terlihat kedinginan dan terkantuk-kantuk. Ah kalau aku sih ga akan ngantuk, abis ada kamu sih disini. Itulah yang hatiku bisikkan kepada otakku. Seusai kegiatan itu, aku pun tertidur pulas di tenda yang sudah ku buat. Paginya, ku terbangun oleh dinginnya hujan semalam yang mengguyur tenda.
"Hei!!" Sapamu dipagi ini,
"Haiiiii"
"Kamu nanti ga usah ikut mereka, nanti kamu capek. Aku nanti naik sepeda, kamu mending ikut aku aja!"
Katamu yang berusaha menghiburku,
"Ah memangnya kenapa kalau aku ikut mereka? Sudah jadi resiko ku kok kalau capek. Jadi kamu tenang ajaa:))"
"Ya kan kamu jadinya ga capek. Lumayan loh kalau kamu ikut mereka, kamu capek. Kalau aku bonceng kamu pasti ga akan capek! Iya kan?"
"Enggak ah" Sebenarnya aku hanya mencoba membuatmu terus menemaniku.
"Yeh, yaudah kalau ga mau." Kamu malah meninggalkanku tanpa berbicara lagi.
"HUHHH! Dasar cowo, gitu aja menyerah" Kataku sambil menggerutu kesal.
Aku larut dalam keceriaan pagi ini bersama teman-teman dan Kamu tentunya:') Kita semua berfoto bersama satu angkatan. Ah rasanya aku tak ingin hari ini berakhir. Dan sepertinya aku menyesal telah menolak tawaranmu untuk bersepeda bersama.
"Hmmm apa tawaran tadi masih berlaku? Sepertinya aku capek banget deh." Aku pun akhirnya memberanikan berbicara denganmu.
Dengan sigap kamu berkata "Masih dong!"
"Okedeh!" Senyum terpancar diwajah imut ku.
"Nah harusnya dari tadi kamu mau bersepeda. Kan jadi ga capek." Berbicara sambil tersenyum, senyum yang takkan pernah ku lupakan.
"Hehehe" Hanya bisa tersipu malu mendengar dirimu berkata seperti itu.
Menyantap ikan bakar kesukaanku bersama seseorang yang ku idamkan adalah moment terindah sepanjang masa. Dan hari ini aku merasakannya! Ya Tuhan, Today Was A Fairytale! Terasa indah walau kita bertemu hanya 3 hari. Kamu telah membuat aku menjadi bak seorang Putri Raja.
"Kamu haus? Nih minumnya."
"Terimakasih hehe"
Kegiatan berakhir, terlihat diriku tak ingin hari ini berakhir.
"Senang bisa mengenal kamu."
"Aku juga, terimakasih ya, hari ini aku merasa sangat spesial. Semoga kita bisa bertemu dilain waktu." Kataku yang sangat ingin dan masih bersamamu.
"Iya, pasti kok kita ketemu lagi. Kita bertemu disaat yang tepat ya. Semoga bisa setepat dalam memilih pacar hehe."
"Bisa aja deh."
Fikaaaaaa, ayok cepet. Teriak teman-temanku yang sudah menungguku
"Aku pamit ya, terimakasih untuk 3 hari yang tak terlupakan."
"Iya, sama-sama :-)"
Ku intip dirimu sesekali, dan yang ku dapatkan adalah dirimu telah melupakan semua cerita tentang kita. Dirimu pun sepertinya memang seorang yang suka tebar pesona. Jadi, aku dipertemukan dengan seorang 'pemberi harapan palsu?' Ya Tuhan! Kenapa aku baru menyadarinya? Seharusnya aku sadar, aku bukanlah sosok wanita idaman untukmu. Terlebih kepada sosokmu, yang digandrungi oleh banyak wanita pintar dan cantik. Aku pasti kalah jauh dengan mereka. Sebelum rasa ini merambah terlalu jauh. Ku putuskan, aku akan melupakanmu dan semua kenangan ini.
***
aku mendapatkan kebahagiaan yang tak pernah ku dapatkan sebelumnya. Aku pun tak menyangka kamu adalah tokoh utama dibalik kisah bahagia ini. Bertemu denganmu, siapa yang menyangka? Dirimu yang begitu pendiam, cuek, dan 'sedikit galak' akhirnya bisa menjadi seorang yang sangat perduli kepadaku. Tak pernah ku sangka.
"Yang bener dong! Kalo ga bener mending ga usah ikut!" itulah sepenggal kata-kata yang ku ingat terucap dari bibir mungilmu. Begitu jutek dan galaknya dirimu 'dulu' dimataku. Sampai pada kita sering bertemu dan mengobrol. Ternyata ada kesamaan prinsip diantara kita. Aku menyukai ini. Kamu pun menyukainya. Aku tak suka ini. Kamu pun tak menyukainya. Sampai-sampai nomor handphone kita pun tak disengaja 3 huruf sama. Senang! itulah yang kurasa.
Mencari sosok dirimu yang misterius adalah tantangan sendiri untukku. Aku mau klik follow "Add" aja harus tarik nafas sampai keringetan gini. Aduhh aku suka kamu! Itu sugesti otakku. Kamu keren banget sih.
"Itu punya lo fik? Boleh pinjam ga?" Katamu sambil berbisik
"Boleh dong!" kataku yang berusaha menyembunyikan perasaan nan gembira yang memuncak di hatiku.
"Sumpah keren abis"
"Aku pulang dulu ya."
"Iya, eh fika awassssssssss!" Dirimu lalu meraih tanganku dan menarikku dari motor yang nyaris menabrakku
"Yaampun, kan udah bilang nyebrangnya hati-hati. Untung ga kenapa-kenapa." Terlihat sangat perhatian, wajahmu tergambar seakan kamu takkan melepaskanku. Ingin sekali ku katakan, "antarkan aku pulang" Tapi, apa daya. Rumah kita berbeda arah :-|
Aku pulang wajahku memerah, tak henti-hentinya senyuman ini terus tergambar di wajahku. Sungguh, aku menyukaimu.
***
Semua teman-teman bersorak gembira ku lihat dirimu tersenyum dan sesekali ku menoleh ke arahmu, dan yang ku dapati adalah dirimu sedang memperhatikanku. Tak henti-hentinya ku berucap "Ya Tuhan, Aku tidak mimpi kan?"
Api unggun dimulai. Semua teman-temanku terlihat kedinginan dan terkantuk-kantuk. Ah kalau aku sih ga akan ngantuk, abis ada kamu sih disini. Itulah yang hatiku bisikkan kepada otakku. Seusai kegiatan itu, aku pun tertidur pulas di tenda yang sudah ku buat. Paginya, ku terbangun oleh dinginnya hujan semalam yang mengguyur tenda.
"Hei!!" Sapamu dipagi ini,
"Haiiiii"
"Kamu nanti ga usah ikut mereka, nanti kamu capek. Aku nanti naik sepeda, kamu mending ikut aku aja!"
Katamu yang berusaha menghiburku,
"Ah memangnya kenapa kalau aku ikut mereka? Sudah jadi resiko ku kok kalau capek. Jadi kamu tenang ajaa:))"
"Ya kan kamu jadinya ga capek. Lumayan loh kalau kamu ikut mereka, kamu capek. Kalau aku bonceng kamu pasti ga akan capek! Iya kan?"
"Enggak ah" Sebenarnya aku hanya mencoba membuatmu terus menemaniku.
"Yeh, yaudah kalau ga mau." Kamu malah meninggalkanku tanpa berbicara lagi.
"HUHHH! Dasar cowo, gitu aja menyerah" Kataku sambil menggerutu kesal.
Aku larut dalam keceriaan pagi ini bersama teman-teman dan Kamu tentunya:') Kita semua berfoto bersama satu angkatan. Ah rasanya aku tak ingin hari ini berakhir. Dan sepertinya aku menyesal telah menolak tawaranmu untuk bersepeda bersama.
"Hmmm apa tawaran tadi masih berlaku? Sepertinya aku capek banget deh." Aku pun akhirnya memberanikan berbicara denganmu.
Dengan sigap kamu berkata "Masih dong!"
"Okedeh!" Senyum terpancar diwajah imut ku.
"Nah harusnya dari tadi kamu mau bersepeda. Kan jadi ga capek." Berbicara sambil tersenyum, senyum yang takkan pernah ku lupakan.
"Hehehe" Hanya bisa tersipu malu mendengar dirimu berkata seperti itu.
Menyantap ikan bakar kesukaanku bersama seseorang yang ku idamkan adalah moment terindah sepanjang masa. Dan hari ini aku merasakannya! Ya Tuhan, Today Was A Fairytale! Terasa indah walau kita bertemu hanya 3 hari. Kamu telah membuat aku menjadi bak seorang Putri Raja.
"Kamu haus? Nih minumnya."
"Terimakasih hehe"
Kegiatan berakhir, terlihat diriku tak ingin hari ini berakhir.
"Senang bisa mengenal kamu."
"Aku juga, terimakasih ya, hari ini aku merasa sangat spesial. Semoga kita bisa bertemu dilain waktu." Kataku yang sangat ingin dan masih bersamamu.
"Iya, pasti kok kita ketemu lagi. Kita bertemu disaat yang tepat ya. Semoga bisa setepat dalam memilih pacar hehe."
"Bisa aja deh."
Fikaaaaaa, ayok cepet. Teriak teman-temanku yang sudah menungguku
"Aku pamit ya, terimakasih untuk 3 hari yang tak terlupakan."
"Iya, sama-sama :-)"
Ku intip dirimu sesekali, dan yang ku dapatkan adalah dirimu telah melupakan semua cerita tentang kita. Dirimu pun sepertinya memang seorang yang suka tebar pesona. Jadi, aku dipertemukan dengan seorang 'pemberi harapan palsu?' Ya Tuhan! Kenapa aku baru menyadarinya? Seharusnya aku sadar, aku bukanlah sosok wanita idaman untukmu. Terlebih kepada sosokmu, yang digandrungi oleh banyak wanita pintar dan cantik. Aku pasti kalah jauh dengan mereka. Sebelum rasa ini merambah terlalu jauh. Ku putuskan, aku akan melupakanmu dan semua kenangan ini.
***
Categories
ASLI KARANGAN GUE,
Cerpen,
LOVE,
Moment Tak Terlupakan
Kamis, 10 Mei 2012
Fake Love
2 Bulan telah berjalan. Berjalan dengan kecepatan tetap. Dan dengan status yang tetap.
Aku mencoba meyakini hati ini, tapi....
--------------------------------------------------------------------------------------
Lapangan Badminton
"Kamu kemana kemarin? Aku sms kok ga dibales sih?"
"Maaf, aku sibuk."
"Yaudah gapapa, kamu hari ini ada acara?"
"Umm, enggak. Kenapa?"
"Kita lunch bareng gimana?"
"Yaudah."
Terlihat singkat, apa adanya, seperti perasaan ini. Singkat untukmu, tapi tidak untuknya.
Aku tidak berani mengatakan semua ini. Tapi..Biarkan waktu yang menjawab semuanya.
Aku (mencoba) menyayangimu, sayang :')
"Gimana, makanannya enak, kan? :')"
"Enak kok, makasih ya."
"Iya..:-)"
---------------------------------------------------------------------------------------
Setiap hari kamu mencoba menghapus rasa sakit hati ini,memberikan senyuman yang tiada henti. Memberikan pencerahan kepada hati ini, meski ku tau, kamu takkan bisa menggantikannya, tapi aku mengapresiasikan ketegaran hatimu, menghadapiku. Ku acungi 4 jempol. Kenapa kamu begitu bersikeras ingin meluluhkan hati ini? Kenapa? Aku cuma takut, kamu seperti dia. Dia yang telah menyakiti hatiku. Aku tau kamu begitu baik. Tapi, Aku mencintainya, dia yang menyakiti hatiku. Aku bodoh, memang.
Draft Saved
------------------------------------------------------------------------------------------
Kantin Sekolah
Ketika ku sedang melamun sambil bermain laptop kesayanganku, datang seseorang yang telah lama ku nanti kehadirannya. Dialah yang menghambat rasa sayang ku kepada Tara, Dialah seseorang yang telah membuat hati ini terjebak dalam indahnya masa lalu."Hai.."
"Hai ger."
"Ga sama Tara?"
"Engga, kebetulan dia lagi ga masuk, katanya sih ada kejuaran gitu."
"Loh, kok ga temenin sih?"
"Gue hari ini ada ulangan fisika, jadi..."
"Oh yayaya, eh lo udah beli bahan buat tugas bu siaminah?"
"Belum ger.."
"Nanti beli ke toko buku gimana? Bareng? Pulang sekolah?"
"Hmm, nanti gue kabarin ya."
"Sip.
bingung.Itulah yang sedang ku rasakan. Kalo aku membiarkan pergi dengan gerry, bisa-bisa hati ini kembali luluh padanya, dan bisa-bisa aku terjebak dalam "clbk" . Ah aku tidak mau, aku tidak mau menyakiti hati Tara. Walaupun aku tidak mencintainya, aku tetap harus menjaga perasaannya. Lalu, apa yang harus ku perbuat agar gerry paham akan keadaanku. Ya Tuhan, aku bingung. Tapi, Aku tidak mau melewati kesempatan ini. Gerry yang selalu ku nantikan. Tapi, aku sudah mempunyai Tara, yang jauh lebih menyayangiku dan mencintaiku dengan sepenuh hati. Aduh, terlalu banyak 'tapi' membuatku menjadi bingung. Sudahlah, ku putuskan untuk menerima tawaran gerry. Semoga Tara mengerti, Amin.
---------------------------------------------------------------------------------
"Ayok ra, nanti keburu hujan. Pake ya helm sama jaketnya, gue takut lu kehujanan." Itulah kata-kata yang selalu gerry ucapkan ketika aku menaiki motornya. Kata-kata yang tak pernah berubah. Meski kini, status kita telah berubah.
"Iya ger."
Berhenti di sebuah Mall dibilangan jakarta selatan. Mall sering kita berdua sambangi ketika kita masih berpacaran. Aku sungguh merindukan moment-moment terindah ku dengannya. Tapi kini, ada Tara yang menggantikannya. Cukuplah.
"Ra, ngelamun aja? Ini buku yang harus dicari yang mana? Gue bingung deh."
"Hehehehe, yang buku sejarah itu loh ger."
"Hmmm Yang ini!!" Kita berdua sama-sama mengambil buku yang sama. Tak diduga, tanganku menyentuh tangannya, dan tangannya pun menyentuh tanganku. Seketika ku jatuhkan buku itu.
"Heh! malah dijatuhin, gimana sih kamu."
"Hah?"
"Hehe, Maafin gue ya ra, gue tadi cuma keceplosan aja kok."
Keceplosan yang membuat hati dan pikiran ini menjadi buyar. Buyar akan kehadiran cinta lama bersemi kembali.
"Makasih ya ger, udah nganterin gue sampe rumah. What a beautiful day!:D"
"Iya ra, sama-sama."
***
Telepon berdering, muncul nama dan foto seseorang yang sangat menyayangiku, Tara.
"Sayang! Aku menang!!!!!!:)"
"Wah hebat!!!! Selamat ya, aku bangga sama kamu:)"
"Thanks ra, berkat adanya kamu dikehidupanku, aku jadi termotivasi untuk terus bangkit dan meraih cita-cita."
"Ah masa sih? Ya sama-sama."
"Aku lebih bahagia, kalo kamu bahagia akan kehadiranku, semoga aku bisa jadi penyemangat hari-harimu."
Aku bingung ingin menjawab apa. Kenapa Tara harus begitu baik denganku? Kenapa harus aku yang menjadi penyemangat nya? Aku takut menyakiti hatinya. Dengan segala kekurangan dan kelebihanku, dia menyayangiku dengan apa adanya, Tak peduli betapa sayangnya dia terhadapku. Aku sungguh masih mencintai gerry, Ya Tuhan. :'(
***
Ruang Kelas X-IPA
"Sab, kira-kira kalo gue mau bikin surprise buat rara lu mau ikut ga?"
"Ya mau lah! Gue kan sahabatnya tar."
"Sip deh, gue juga udah ngajak temen-temen gue buat ikut ngerjain rara."
"Kira-kira rara enaknya kita kerjain apa ya, Tar?"
"Gue udah pikirin semua itu kok sab, jadi lu tinggal ikutin scenario dari gue aja."
"Ya terserah deh.."
***
Hari ini aku berulang tahun yang ke 16! Sungguh bahagia, semoga Allah akan selalu menjadikan aku sebagai manusia yang berguna, dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya :')
Pagi ini terlihat cerah. Secerah hatiku, Ketika aku melihat handphone. Ku lihat 20 misscall darimu, Tara. Maafkan aku, aku sudah tertidur pulas. Tapi, agaknya kamu tidak menyerah. Ku lihat sms ini. Ternyata kamulah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Sepertinya aku mulai mencintaimu, tar. Terimakasih yang tidak terhingga untuk segala-galanya.
Terlihat dirimu menghampiriku, menyanyikan lagu YUI Happy Birthday To You, lagu yang sangat ku sukai. Terimakasih tara, aku mencintaimu, sungguh:') Kau pun mengantarkan aku pulang, aku kira akan ada surprise, tapi ya sudahlah...
Ketika malam menjelang, datang sosok yang tak ku kira akan datang. Ya Tuhan, dia datang? Sungguh aku tidak mempercayainya. Ini seperti mimpi disiang bolong. Ku mencoba mencubit pipiku yang gembil nan imut ini untuk kedua kalinya. Terasa sakit. Ternyata aku tidak bermimpi!!! Dia adalah Gerry. Gerry datang!!! Aku seneng bangettttt!:D
Dia membawakan aku sebuah kue ulang tahun, dia tidak datang sendiri , melainkan bersama teman-teman satu clubnya. Aku tidak pernah menyangka!! Dia baru saja pulang dari latihan. Dan dia menyempatkan diri untuk menemani ku di hari yang spesial ini. Sungguh! What A Beautiful Day!:D
"Ra, selamat ulang tahun. Ini kue sama kado buat lo. Semoga lo suka ya, ga nyangka kita masih bisa berhubungan baik walau udah ga ada ikatan apa-apa diantara kita."
"Makasih banget ya ger lo udah nyempetin waktu buat sekedar kasih kado ke gue. Ini berarti banget."
"Sama-sama, ayodong tiup lilinnya. Jangan lupa Make A Wish ya!:))"
Aku berharap, aku bisa melupakan gerry. Aku berharap aku bisa lebih mencintai Tara. Amin.
Ku tiup lilin itu dengan perlahan.
"Yeayyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy" Teriak aku dan teman-teman gerry.
"Ayo potong kuenya ra." Ucap salah satu teman gerry
"Iyaaa.. Nah ini potongan pertama gue kasih buat lo ger, thanks banget udah dateng dan sempetin waktu buat...."
"Alah kebanyakan ngomong nih, udah langsung disuapin itu, gerry udah laper." Teriak Dony kepadaku.
Aku hanya bisa tersipu malu mendengarnya, "Heh bacot!" ucap gerry kepada Donny.
Ketika sendok yang berisi kue ku suapkan pada gerry, tiba-tiba keadaan seketika berubah. Tara datang membawa sejuta amarah melihatku bersama gerry. Sungguh aku takkan menyangkan keadaan akan seperti ini. Ya Tuhan :'(
"Ra?" Suara yang terdengar berasal dari depan pintu yang ku tau, bukan lain adalah suara Tara.
"Tara?"
"Kenapa kamu ga bilang kalo selama ini kamu mencintai gerry, bukan aku.?"
"Engg aku sama gerry cuma temen tar, ga lebih. Mungkin ini menyakitkan untukmu, tapi kamu harus tau ini. Aku berusaha untuk menyayangimu, tapi aku ga bisa. Aku berusaha memberitahumu tapi aku takut. Dan aku biarkan semua ini terus mengalir bersamaan dengan berjalannya waktu. Maaf, cuma itu yang bisa aku ucapkan untukmu tar."
"Terimakasih udah menyemangatiku selama ini ra, aku sayang kamu."
***
WOHOOOOO SEKOLAH KITA MENANG!!! Teriak tara ketika sedang menonton pertandingan Gerry dan Kawan-kawan.
Iya tar, seneng bangettttttt!!!!!!!
Kesenangan ini kita dapat karena kita telah memilih jalan kita masing-masing. Aku bersama Gerry, dan Tara bersama Salsabila, Sahabatku.
Categories
Cerpen,
Friendship.,
LOVE
Minggu, 01 Januari 2012
Kado Di Hari Natal
Kisah seorang anak berumur 14 tahun, dia bernama Grace Arinia Putri Chistianingsih atau akrab disapa "Grace"
Dia bersekolah di SMP swasta di daerah Irian Jaya. Grace sebenarnya berasal dari Malang,Jawa Timur. Ayah dan Ibunya pindah ke Irian Jaya demi mengadu nasib. Ayahnya bekerja sebagai buruh disalah satu perkebunan milik tetangganya. Sedangkan Ibunya, bekerja sebagai pembantu. Grace adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Adiknya laki-laki semua. Namanya Putro Chirstin, dan yg satu lagi bernama Christofer Silalahi.
Grace sekarang duduk dikelas 9 SMP sedangkan adik-adiknya putro masih duduk di bangku kelas 2 SD dan christofer belum sekolah alias masih berumur 5 tahun. Grace sehabis pulang sekolah menyiapkan makanannya sendiri, karena ayah dan ibunya sibuk kerja hingga sore menjelang. Dia pula lah yg mengurus semua keperluan adik-adiknya yang masih kecil-kecil itu. Ohiya, grace mempunyai seorang IDOLA, dia adalah TAYLOR ALISON SWIFT ya atau akrab disapa TAYLOR SWIFT . Grace tau taylor swift sebenarnya dari temannya. Semenjak dari itu, grace mulai terkena (Swift Syndrome/ tergila-gila sama taylor swift) hehehe.
Grace setiap hari berusaha mencari informasi-informasi terbaru dari temannya yang mempunyai jaringan internet yaitu Shilla namanya. Shilla adalah anak Kepala Desa di Desa Wanamukiri. Shilla juga seorang swifties! Mereka (grace dan shilla) adalah sahabat sejati. Shilla selalu kasih informasi taylor swift secara update kepada grace. Karena shilla tau, grace tidak mungkin setiap hari ke warnet, uang jajannya belum cukup untuk grace pergi ke warnet setiap hari.
Seusai grace makan siang bersama adik-adiknya, dan adik-adiknya pun sudah tidur siang. Dia mengunci pintu rumah lalu pergi sebentar ke rumah shilla guna mencari informasi-informasi terbaru tentang taylor swift. Untungnya Shilla baik sekali, setiap hari dia mau main dengan anak seperti grace (seorang anak pembantu yg selalu dicengin di kelasnya) Setiap mereka sedang berburu hal-hal menarik tentang taylor swift. Mereka selalu kompak. Bahkan mereka selalu menyanyikan lagu Taylor Swift bersama-sama. Wuhhh senang sekali ya mempunyai persahabatan seperti mereka
Disekolah grace tidak mempunyai teman selain Shilla. Shilla lah satu-satunya teman yang ingin berteman dengan grace. Selebihnya, semua menjauhi grace. Mereka setiap hari seperti tidak ada habis-habisnya membuat grace menjadi bahan kekonyolan tingkah mereka. Tapi grace hanya bisa diam,menahan amarah. Sampai pada suatu saat, amarah Grace benar-benar memuncak. Seorang teman kelasnya mengejek grace pada saat grace sedang dikantin:
Vanny : "Dasar anak pembantu! Anak pembantu aja belaga pake idolain Taylor! Ga level tuh tay punya fans kaya lo!"
Grace : "HEH van! gw tau lu anak orang kaya! tapi ga segitunya juga kali! Emang kenapa kalo ibu gw pembantu? gw bangga kok! Itukan pekerjaan halal! percuma kaya tapi hasil KORUPSI!! lagi pula Tay tuh ga pilih-pilih ya sama fans! gausah banyak omong deh kalo ga tau sejarah hidupnya tay!
Vanny : *Emosinya memuncak* Heh anak pembantu! mulai songong lo ya sama gw! anak pembantu kok bangga? Mana ada yg mau diidolain sama ANAK PEMBANTU macem lo! HAH?! hellooooo? ngaca dong!
Grace : *tanpa sadar grace menampar muka vanny karena terlalu kesal* Itulah balasan untuk orang yang ga bisa menghargai jerih payah seorang ibu! Makan tuh tamparan gue van!"
Vanny hanya menangis, grace pun berlari dari kerumunan menuju bangku sekolah yg terpojok, Shilla yang baru keluar dari perpustakaan kaget mendengar berita ditamparnya Vanny (seorang anak kepala sekolah SMP Wanamukiri) . Shilla bergegas lari kearah kerumunan dan mendapatkan vanny menangis dipangkuan teman-temannya:
Shilla : "ada apa ini? lo kenapa van? muka lo.................?
Vanny : "apa lo shil?! ini gara-gara kelakuan si anak pembantu itu! dia NAMPAR GUE SHIL!!
Shilla : "*dengan tampang oon* loh?! kok bisa sih grace nampar lo?!? ga mungkin! sekarang grace mana?
Vanny : "ke tempat biasanya lah."
Shilla segera berlari menuju tempat biasa grace berdiam seorang diri. Benar saja, grace ada disitu. Grace termenung sejenak.
Grace: "kenapa gw bisa ya tampar vanny?"
Shilla : "grace.......apa bener lo tampar vanny?"
Grace: *terbelalak hampir jatuh dari kursi* hah? shil?!? mmmm...iya shil, gw tadi nampar vanny, tapi gw nyesel shil, gw nyesel, ga seharusnya tadi gw nampar dia...-_-"
Shilla: "yang lo lakuin udah bener grace, manusia emang ada saatnya marah. Dan dia terlalu merendahkan lo. Ada saatnya lo nunjukin ke dia kalo lo itu ga serendah apa yang dia pikir. Tunjukin kemampuan lo grace, selama ini kan lo ngalah terus sama dia kalo lagi dikelas. Tunjukkin grace!"
Grace: gw tetep ga bisa shil, gw harus minta maaf sama vanny (lalu grace pun berlari kencang sambil mencari vanny)
Akhirnya grace memberanikan diri minta maaf kepada vanny didepan banyak murid.
Grace: "van, gw minta maaf ya soal yg tadi.."
Vanny: "segampang itu lo minta maaf? lo tau ga? sakit nih pipi gw"
Grace: "maaf van. tadi gw lagi hilang kontrol, lo boleh kok tampar gw lagi sesuka hati lo,asal maafin gw ya"
Vanny: #PLAK #PLAK #PLAK #PLAK #PLAK #PLAK HAHAHA RASAIN TUH GRACE!
Grace pulang dengan wajah memerah, christofer bertanya kepadanya tidak dijawab. Sehabis itu grace menjadi seorang yg pemurung. Ia tidak mau lagi bertemu vanny dan kawan-kawan. Termasuk Shilla, dia dia tidak mau berteman lagi. Dia menganggap dirinya tidak pantas bermain dengan Shilla (seorang anak kepala desa) sedangkan dia? dia grace (seorang anak biasa, bahkan dibawah biasa)
Semenjak permasalahan itu pula, grace jadi jarang bersama shilla lagi, Jarang browsing bareng, jarang nyanyi-nyanyi lagu Taylor Swift lagi bareng-bareng, Shilla sangat kehilangan sosok Grace yg selama ini menemaninya sepanjang hari. Hanya gracelah teman shilla yg berteman karena kecocokan antara mereka, yaitu sama-sama suka Taylor Swift. Bukan karena shilla anak orang kaya, bahkan shilla pernah tertidur pulas dirumah grace sampai pagi. Dan....grace merelakan dia tidur dibawah tidak menggunakan kasur. Dan membiarkan sahabatnya, Shilla tidur dikasur miliknya. Betapa tulusnya pengorbanan grace.
Semenjak itu, grace mati-matian irit uang jajannya demi supaya bisa ke warnet. Bahkan warnetnya pun jaraknya cukup jauh sekali. Tapi demi mendapatkan informasi Taylor Swift. Ia rela jalan sejauh apapun. grace mengumpulkan uang jajannya seribu setiap hari. Sampai pada waktu 1 minggu. Ia berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp.6.000,00 . "lumayan nih aku bisa main warnet 2 jam" kata grace dalam hati.
Grace pun bergegas menuju warnet yg dia tuju. Jaraknya sekitar 5 km. Ditempuh dengan naik sepeda kesayangannya. Yang setiap hari ia naiki setiap pergi kesekolah maupun pergi ke rumah shilla. Sampailah grace di warnet yang ia tuju. Dannn...mulai lah dia browsing mencari-cari informasi tentang Taylor Swift. Grace pun terbelalak "APAAAAAA?!? TAY NGELUNCURIN PARFUM!?! WONDERSTRUCK NAMANYA?!! berapa ya harganya? HAHHH?!!? 500 RIBU?!? ya tuhan!!! mahal sekali :( *jangan salah loh, grace ini walaupun tidak ada jaringan internet dirumahnya, dia uptodate loh orangnya! punya twitter, jadi member di taylorswift.com , jadi member KASKUS, dan lain sebagainya.
Grace pulang dengan wajah ceria, dan dia pun tanpa sadar ke rumah shilla.
*loh kenapa aku kerumah shilla? aku kan......* tapi dia tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya sewaktu dia melihat dan mendengar bahwa Taylor Swift meluncurkan Parfum yg bernama "WONDERSTRUCK"
Shilla : "*meluk grace* gw kira lo marah sama gw grace."
Grace : "Gw ga bisa marah lama-lama sama lo shil, kita kan sahabat sejati hehehe."
Shilla : "Hahaha.."
Grace : "Shil,tau ga? gw baru aja loh dari warnet, dan Tay ngeluncurin parfum baru!! wonderstruck!!!!"
Shilla : *sebenarnya shilla udh tau, tapi dia pura2 excited dengernya* OH YAA?? WAHHH HEBATT! berapa harganya?'
Grace : "500 ribu grace..-_-"
Shilla : "Lo mau grace? nanti ya pas natal lo gw beliin deh hehe."
Grace: "HAH? LO SERIUS??!! gausah shil, lo terlalu baik buat gw."
Shilla : "Udah gausah jaim gitu."
Grace : "lo tau aja shil wkwk"
****
LIBUR NATAL TELAH TIBA!
Keluarga grace pun akhirnya membeli pohon natal berserta accesorisnya.
Mereka sekeluarga menghias pohon natal dengan sangat kompakkkk!
Sampai malam Natal pun tiba, mereka semua berdoa dan akhirnyaaaa saling tukar kado! yeay..
Tapi ada perasaan yang mengganjal dihati grace ketika itu, tiba-tiba dia terpikir perjalanan persahabatan yang dilewati oleh dia dan Shilla. Betapa begitu menyenangkan dan begitu haru. Semua canda,tawa,haru,bahagia,menangis, semua mereka lewati bersama! Grace bangga mempunyai sahabat seperti Shilla. Yang menganggap kita selalu sama.
Tiba-tiba pintu berbunyi..
*TOK TOK TOK*
Mama : " LOH? nanda? ada apa? malam natal kok kamu kesini?
(Nanda adalah kakak Shilla, dia juga akrab dengan grace)
Nanda : "hmm..ada gracenya bu?"
Mama : " ada, sebenarnya ada apa? kok tergesa-gesa? mari masuk dulu.."
Nanda : "baik bu,"
Grace : *berjalan menuju nanda sambil belepotan gara-gara abis makan kue*
"Ada apa kak?"
Nanda: "Sebaiknya kamu ikut kakak sekarang ke rumah sakit Mitra, karena.. shilla sedang dirawat disana.
Grace: "HAH? SHILLA SAKIT APA KAK?
Nanda: "Sebaiknya kamu cepat ikut kakak, karena waktu shilla ga akan lama lagi."
Mereka berdua pun segera meninggalkan rumah grace.
Sesampainya di Rumah Sakit grace langsung berlari menuju ruang ICU.
Dia lihati sahabatnya, Shilla yang selama ini selalu mensupportnya, terbaring lemas tak berdaya. *SHILLLAAAAAA!! teriak grace sambil menangis tak percaya bahwa sahabatnya itu sedang mengalami penyakit yang luar biasa. Kanker, ya Kanker Otak! Shilla berkata kepada suster, "sus, bolehkah izinkan temanku grace,menemaniku sebentar saja..aku ingin bicara dengannya." Suster pun berkata "Tapi keadaanmu sedang sangat lemah shilla," "Tapi sus..."
Suster pun mengizinkan grace untuk masuk. Grace pun tak kuat hati melihat sahabatnya kini sedang melawan penyakit yang amat sangat berat bila diderita oleh anak seusainya. Air matapun tak terbendung.
Shilla : " Sudahlah, kalo lo nangis, lo bakal bikin gw down"
Grace : "Marry Christmast ya shil."
Shilla : "Marry Christmast too." Bawa kado kan? kita tukar kado ya."
Grace : *aduhh shil gue lupa -_- * sebagai gantinya, lo gw nyanyiin lagu tay aja ya! lo mau lagu apa?
Shilla : "Yeayyy! boleh gw minta nyanyiin lagu ours?"
Grace: boleh kok *sambil nyanyi ours sambil berlinang airmata*
Shilla : "Nah ini hadiah buat lo." jangan dibuka dulu ya, nanti dibukanya kalo udah dirumah aja."
Grace: "oke deh, lo harus sembuh ya besok! pokoknya sembuh! gue besok mau kasih kado spesial buat lo, kado itu gue........."
Pembicaraan pun terhenti, Shilla menarik napas panjang dan kemudian matanya terpejam, SHILLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!! teriak grace, disaat itulah shilla menghembuskan napas terakhirnya. Shilla dikebumikan di belakang halaman rumahnya. Setiap Hari grace datang membawa bunga mawar merah kesukaan shilla sambil disemprotkan WONDERSTRCUK. Parfum yg diberikan oleh shilla kepada grace. Tak lupa grace panjatkan doa untuk sahabatnya.
Categories
Cerpen
Langganan:
Postingan (Atom)
