Tampilkan postingan dengan label LOVE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LOVE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Oktober 2014

Sapaanmu di Senja Itu

Diposting oleh Refika Dwiputri di 07.17 0 komentar
Hanya melalui tatapan
Darah ini seperti berhenti mengalir
Jantung ini seperti berhenti berdetak
Dan lidah ini seperti kelu untuk mengatakan "Aku sungguh merindukanmu" 

Sapaanmu di senja itu 
Membuat semua yang telah ku buang, kini kembali datang

Sapaanmu di senja itu
Membuat semua rasa kecewa yang kurasa, kini sirna

Aku masih bertahan karena rasa ini
Karena aku percaya cinta yang ku tunggu  akan datang
Cinta yang selama ini ku nanti  
Akan datang menghampiri

Entah hati ini yang sibuk menerka-nerka
Atau memang realita berkata
Bahwa mimpiku selama ini mencoba meraba-raba menjadi nyata 

Tuhan..
Jika benar ini hanyalah sebuah mimpi 
Kumohon, jangan biarkan aku terjaga
Aku ingin bermimpi selamanya...


Sabtu, 23 Agustus 2014

Jika membencimu bisa menghilangkan rasa ini, Akan ku lakukan meski ku yakin Hatiku jauh lebih tersakiti

Diposting oleh Refika Dwiputri di 04.01 0 komentar
Membeku
Mematung
Terbungkam dengan seribu kehampaan
 Ketika mata ini melihatmu berjalan dari kejauhan

Kenangan itu lagi-lagi menyeruak membuatku sesak 

Terbesit pikiran ini untuk membencimu
Memutar kedua bola mataku ketika mata kita saling memandang
Mengernyitkan dahiku ketika kita saling bertemu
Memalingkan wajahku ketika kita saling bertemu

Tapi..
Lagi lagi
Mata ini masih sibuk mencarimu ketika aku menyusuri lorong itu
Telinga ini masih sangat peka jika seseorang menyebut namamu
Otakku masih sangat ingat setiap inci kejadian yang pernah kulewati bersamamu
Dan..
Hati ini selalu mengucap "aku merindukanmu"

Tuhan...
Tiadakah "dia" yang lebih pantas untuk kucintai dibandingkan dengan sosoknya?
Dia terlalu angkuh untuk mengakui hatinya
Dia terlalu sibuk mencari sosok yang sempurna

Aku terlalu rendah dimatanya
Aku tidaklah sempurna seperti sosok yang selalu dia dambakan

Sia-siakah perjuanganku selama ini?

Sudahlah..
Ku mohon, Tuhan
Hapuskan semua rasa ini



Walaupun aku selalu berusaha
Tapi tak pernah ternilai dimatanya
Aku lelah
Aku ingin terlepas dari semua belenggu kenangan dan perasaan yang menggelayutiku


Jika membencimu bisa menghilangkan semua ini
Akan kulakukan meski kuyakin
Hati ini akan jauh lebih tersakiti




Tertanda, seorang wanita yang kau sia-siakan....





Sabtu, 29 Maret 2014

i wish you well, my favorite boy.

Diposting oleh Refika Dwiputri di 08.31 0 komentar
Hai
Lelaki yang selalu ku kagumi dari kejauhan
Bagaimana kabarmu sekarang?
Terhitung beberapa hari ini kita tak bertemu
Kamu tau?
Aku telah berhasil melawan rasa sayang ini
Walau sulit
Aku bisa melakukannya..

Hari itu
Hari dimana aku meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya, karenamu
Ya , karenamu.. 
Lagi dan lagi.

Berita itu
Membuatku tersadar dan membuatku tahu diri
Kamu menyukainya, bukan aku.
Kamu menyayanginya, bukan aku.
Lagi lagi aku bagaikan hamparan pasir yang mengharapkan datangnya hujan di gurun pasir

Kalau bisa aku memutar waktu
Ingin rasanya ku kubur semua perasaan yang berkecamuk karenamu
Indahnya hari yang ku lewati bersamamu tak sebanding dengan rasa sakit yang menghampiriku

Tapi disaat seperti ini
Aku masih saja memikirkan perasaanmu
Yang mengharapkan dia lebih dari yang kamu mau
Aku tak sampai hati
Melihatmu menulis untain kata-kata yang mencerminkan bahwa hatimu rapuh..
Sungguh..
Aku rela menanggung semua kesedihanmu, dan melihatmu kembali tersenyum.
Walau aku bukanlah alasan dibalik senyummu.

Walau ku tau sakit kini menghampiri
Aku percaya akan ada pelangi dibalik kisah ini..



Kamis, 20 Maret 2014

Raga sulit menyapa, Tapi hati selalu menyebut namanya

Diposting oleh Refika Dwiputri di 08.37 0 komentar

Hampir 2 tahun rasanya
Aku memendam rasa ini
Rasa yang tak kunjung berubah
Yang ku rasa malah semakin dalam..

Sekalipun kehadiranmu jarang tersapa oleh ragaku
Tapi aku sungguh berterimakasih kepada Tuhan
Masih diberi kesempatan untuk melihatmu, walau hanya dari kejauhan
Dan tiap kali mata kita saling memandang
Aku mencoba menyembunyikan wajah merahku dihadapanmu..

Aku mencoba menetralisir degup jantungku
Yang selalu berdetak kencang setiap kali kita bertemu di lorong itu
Aku yang hanya berani
Menceritakan sosokmu menjadi bentuk untaian kata-kata di dunia yang tak nyata ini..

Terkadang aku merasa menjadi wanita yang seutuhnya
Ketika kamu berada satu garis di sampingku walau jarak memisahkan kita
Aku menyukainya
Senyuman manis yang tergores dibibirmu
Senyuman yang tak pernah bisa ku lupakan

Hari terus berganti
Rasa itu terus mengalir
Dan mencoba membuat palung terdalam di dasar hati
Yang hanya bisa di huni oleh sosokmu, ya.. sosokmu saja

Kadang aku tertawa mengingat hal-hal bodoh yang kamu lakukan
Tapi.. tak jarang air mata menetes dengan sendirinya
Tangis yang tak bisa ku tahan
Tangis yang jatuh dan memintamu untuk menghapusnya

Darimu aku belajar arti hidup
Bahwa hidup harus terus berjalan meski masa lalu terus membayang di belakang
Begitu pun dengan aku
Aku harus tetap berjalan meski kamu masih terus menjadi sosok yang selalu ku rindukan

Aku tak memintamu untuk mencintaiku
Tapi aku memintamu untuk menghargai apa yang kamu punya
Sebelum semuanya hilang dan kamu merindukannya
Aku berharap bisa menghilang dari kehidupanmu
Dan pada saat yang tidak ku duga, kamu merindukanku
Hanya itu saja..


Lagi.. dan Lagi

Diposting oleh Refika Dwiputri di 07.42 0 komentar
Hari ini..
Hujan turun begitu deras
Kilat beradu dan saling menunjukkan cahayanya
Walau cahaya kilat saling beradu dan Suaranya saling menggelegar
Aku masih tetap merasa berada di sebuah ruangan
Yang gelap dan sunyi

Tanpa sengaja..
Air mata jatuh membasahi pipi ini
Mengalir begitu deras
Seakan tak ingin mengalah dengan derasnya hujan yang turun

Saat ini hatiku hancur
Hancur, entah untuk yang keberapa kalinya
Dan kamu masih menjadi sosok dibalik air mata ini

Hari ini..
Hatiku tersentak
Seperti diserbu oleh nuklir yang siap meledakan hati ini

Lagi-lagi air mata ini jatuh dengan sia-sia
Jatuh karena menangisimu
Menangisi kehadiranmu
Menangisi kenyataan bahwa aku sama sekali tidak bermakna di matamu
Menangisi hatiku yang selalu perduli denganmu
Sekalipun kamu hanya melihat ke arah-nya
Dan tak pernah mencoba melihat ke arahku

Ingin rasanya ku hapus semua bayangmu yang selalu menghantuiku
Tapi.. menghilangkan rasa ini tak semudah membalik telapak tanganku

Cinta sulit untuk hilang
Tak secepat saat aku jatuh hati
Cinta tak mudah berganti
Berganti dengan benci..



Senin, 10 Maret 2014

Hujan

Diposting oleh Refika Dwiputri di 01.34 0 komentar
Mengingat masa-masa itu
Membuat luka yang ku alami semakin perih
Perih, dan tak bisa terobati
Sudah seharusnya aku sadar
Aku hanya seseorang yang berharap akan datangnya hujan ditengah gurun pasir
Perih, bukan?
Perih, memang.
Tapi, perih ini adalah perbuatanku sendiri
Aku tidak akan menyalahkan keadaan apalagi sampai menyalahkan dirimu
Aku hanya kecewa pada diriku sendiri.
Mengapa aku masih saja berharap akan datangnya hujan ditengah gurun seperti ini?
Aku sudah terlalu bosan mencurahkan semua yang ku alami
Kepada hamparan pasir yang pura-pura mendengar tetapi sebenarnya mereka menghiraukanku
Aku butuh hujan
Aku ingin bercengkrama dengannya
Menceritakan kepadanya betapa ku merindukan kehadirannya

Hujan itu terkadang datang
Tetapi
Belum sempat aku bercengkrama dengannya
Hujan itu segera berganti menjadi matahari yang siap membakar tubuh ini

Begitulah dengan kehadiranmu
Walau kehadiranmu hanya beberapa saat
Itu sudah menebus semua rasa rindu ku
Kehadiranmu menggoreskan senyuman di bibirku

Aku berharap Tuhan menurunkan hujan di gurun pasir sesering mungkin
Jadi aku tidak perlu bercengkrama dengan pasir yang menganggap kehadiranku hanya sebagai angin
Aku ingin bercengkrama dengan hujan
Bermain, dan melihat pelangi bersamanya.

Minggu, 10 November 2013

Mencintaimu Dalam Diam

Diposting oleh Refika Dwiputri di 06.57 0 komentar
Hampir setiap hari kita bertemu
Hampir setiap hari mata kita saling menatap
Hampir setiap hari, jantung ini berdegup kencang tiap kali mata kita saling menatap
Hampir setiap hari juga aku selalu memperhatikanmu walau hanya dari kejauhan

Cinta memang sulit ditebak
Dahulu aku yakin kau mencintaiku dengan tulus
Tetapi aku belum menyadarinya
Setelah aku sadar, dan aku ingin bersamamu
Kamu terlanjur pergi dengan seribu kekecewaan

Berbincang denganmu adalah saat-saat yang sangat aku rindukan
Bersamamu walau singkat terasa amat manis jika ku kenang
Kini semua tinggal kenangan
Menatap ku pun sepertinya kamu tak mau

Aku berceloteh pun, kamu tetap tak menghiraukan
Aku berusaha menjadi "aku yang dulu" pun kamu tetap diam dan menatap lurus ke depan.
Sia-sia sudah perjuanganku selama ini

Mencintaimu dalam diam sangat menyakitkan
Tiadakah kau sadar mata ini selalu berbicara ketika mata kita saling menatap?
Kemana kamu yang dahulu?
Yang selalu mendengar apa yang aku bicarakan
Tidak seperti saat ini
Berpura-pura tuli tetapi sebenarnya kamu mendengar.

Aku sudah terlalu lelah mencintaimu dalam diam
Tapi siapa aku ini?
Tiada berharga sama sekali bagi mata dan hati mu.
Aku hanya teman yang mencintaimu dalam diam.
Dan akan tetap seperti ini sampai kapanpun.

Selasa, 04 Juni 2013

Aku Mencintaimu dengan Caraku Sendiri :')

Diposting oleh Refika Dwiputri di 04.03 0 komentar
1 tahun telah berlalu......
Dengan status yang sama, harapan yang sama dan dengan cinta yang sama
Aku masih berharap ada keajaiban datang kepadaku
Keajaiban untukku merasakan cinta yang berbalas
Tidak bertepuk sebelah tangan seperti apa yang telah ku lalui di masa lalu
Aku masih menaruh secercah harapanku kepadamu
Kepadamu yang tak kunjung merasakan apa yang sedang ku rasakan
Kepadamu yang selalu memutar kedua bola matamu ketika mata kita saling memandang
Kepadamu yang hanya menganggap kehadiranku "tak bermakna"
Kepadamu yang hanya menganggapku "teman biasa"

Aku tak pernah tau apa yang kamu rasa ketika mata kita saling bertemu
Aku tak pernah tau mengapa aku begitu gugup ketika mulut ini mulai berbicara denganmu
Aku bahagia bisa mencintai mu
Bisa membuatku terbang menuju langit ke tujuh
Dan bisa membuatku terjatuh sampai menembus lapisan inti bumi yang keruh
Aku mengagumi dengan caraku sendiri
Mencintai itu lebih bermakna daripada dicintai
Aku menjadi sadar bahwa selalu ada seseorang yang ingin melihat kamu tersenyum tanpa perduli siapa yang menjadi alasan kamu untuk tersenyum.

Senin, 25 Februari 2013

Rindu, atau Terjebak Masa Lalu?

Diposting oleh Refika Dwiputri di 17.46 0 komentar
Kenangan itu kembali menghantui pikiranku
Kenangan yang sudah ku kubur jauh-jauh
Kini timbul dan membuat badai dahsyat di otakku

Sosokmu kembali muncul di pikiran ini
Lama tidak bertemu , aku penasaran bagaimana sosok mu sekarang
Masih kah mempesona seperti saat pertama kali kita bertemu dahulu?

Teringat kembali sosok dingin yang pernah membuat hati ini meleleh
Teringat kembali nasihat kekhawatiranmu 
Teringat kembali kata-kata terakhir yang kau ucapkan pada hari itu
"Hati-hati fika"
Dan teringat kembali setiap inci kejadian-kejadian yang pernah terlewatkan
Saat kau menyapaku
Saat kita mulai berbincang
Dan saat kita berkemah bersama di sebuah acara.

Ah....kini semua tinggal kenangan
Betapa bodohnya aku masih saja mengingat setiap inci kejadian yang pernah kita lewati
Mengapa sosokmu kembali menimbulkan rasa khawatir?

Aku khawatir aku terjebak dalam masa lalu
Yang membuat langkahku terhenti
Dan mencoba menengok untuk sekedar melihat sosokmu

Ya Tuhan
Ada apa dengan ku?
Masih saja aku berusaha mengingatnya
Kejadian itu sudah berlalu 2 tahun lamanya
Tapi mengapa aku masih saja mengingatnya?

Aku merindukan sapaan hangat itu
Tatapan yang penuh makna
Nasihat yang penuh kekhawatiran
Dan.........ini semua akan menjadi butiran kenangan yang harus ku hempaskan di laut lepas.

Senin, 07 Januari 2013

Persimpangan

Diposting oleh Refika Dwiputri di 06.06 0 komentar
Ini bukan tentang penyatuan dua rasa yang sejalan
Aku berada di persimpangan
Bingung memilih arah
Naluri yang membimbingku menemukan arah
Salahkah jika arah itu mengarah kepada sosokmu?
Salahkah jika aku menyukaimu?
Rasa ini memang takkan menyatu
Kamu menginginkannya
Bukan aku
Berjuang sendiri menapakki jalan ini membuatku lelah
Mengapa hanya aku yang berjuang?
Tiadakah kamu melihat kegigihanku untuk mendapat secercah harapan darimu?
Betapa bodohnya diriku ini
Ku jadikan kamu sebagai penyemangatku
Tapi kamu jadikan ku sebagai tempat bernaung mu tuk sementara.

Rabu, 21 November 2012

Aku masih....

Diposting oleh Refika Dwiputri di 05.46 0 komentar
Ditinjau dari kelakuan ku selama ini
Bisa dibilang aku menyukainya,
Dia yang bersifat dingin,cuek.
Tetapi jika tersenyum
Bumi seakan berhenti berotasi
Karena melihat silauan senyumannya.

Menatapnya tidak semudah mencairkan es batu.
Salah tatap, bisa-bisa aku yang menjadi es batu.
Mencari tahu tentangnya, tidak semudah mencari tahu biografi seorang artis atau bahkan pahlawan.
Begitu susahnya hingga aku harus berperang melawan ke-ingin tahuan diriku
Dan membalasnya dengan melakukan strategi detective dadakan ku
Karena keingin tahuan ku tentangnya begitu tinggi yg menjadikan ku seperti agen CIA
Atau bahkan menjadikan ku seperti anggota polisi intel.
Atau bahkan melebihi dari mereka.

Kita berdua sangatlah berbeda.
Aku menyukai sesuatu yang bersifat sosial, sedangkan dia penuh perhitungan.
Dari jurusan saja kita sudah berbeda
Yakin kah aku bisa menanamkan namaku di hatinya?
Yakinkah aku mampu membuatnya memperhatikanku seperti dia memperhatikan hobby nya?
Terlalu banyak keraguan dalam hatiku.
Sempat aku berfikir untuk melupakan nya sejenak
Tapi setiap kali mata ini saling menatap
Rasa ini kembali menggebu
Tak dapat ku pungkiri, aku (masih) menyukaimu.

Kamis, 07 Juni 2012

Menjomblo? Why NOT?

Diposting oleh Refika Dwiputri di 08.43 0 komentar
Fika sering denger kalimat
"aduh gue bosen nih ngejomblo, gue pengen pacaran tapi sama siapa yaa #kode"
haduh itu tweet macam kaya gitu mungkin sehari bisa 1000 orang yang ngupdate.

J.O.M.B.L.O
Ada apa dengan kata-kata itu? Apakah ada sebuah misteri dibalik kata jomblo?
Fika rasa tidak! Hanya sugesti otak saja yang membuat kata tersebut sepertinya menjadi siksaan batin.
Orang zaman sekarang tuh lebay. Baru diperhatiin 'udah makan belum?' 'kenapa kamu sedih?'
bilangnya dia suka lah, dia cinta lah. Emang situ yakin kalo dengan ditanya 'udah makan belum?' itu tandanya perhatian? bisa aja dia multitasking. Tangan kanannya sms kamu. Tangan kirinya nelfon gebetannya yg lain. Nah!

Ini ada sepenggal curhatan yang bisa dijadiin bahan evaluasi

Gausah sedih kalo kamu termasuk bagian dari JombloWati.
"Tapi aku sedih fik, temen-temenku udah pada punya cowo, tinggal aku aja yang belum."
Emang apa peranan cowo dihidupmu?
"Aku kepengen punya temen curhat, aku ga enak curhat sama temenku terus."
Cuma itu?
"Hmm aku juga pengen punya seseorang yang perhatian sama aku, sms aku setiap hari tanya kabarku, telfon aku kalo aku lagi sakit."
Aku bilang sih, kamu belum terlalu butuh pacar. Itu hanya sekedar gebrakan batin kamu, karena kamu kan setiap hari selalu terngiang akan cerita teman-temanmu yang pacaran itu. Lebih baik kamu sekarang raih dulu cita-citamu, bahagiakan kedua orang tuamu. Pacaran sewaktu sekolah ga terlalu penting kok. Selama kamu masih punya sahabat yang menerima kamu apa adanya, kamu ga usah takut untuk kehilangan teman curhat. Sahabat sejati adalah teman dikala kita sedih, bukan hanya sekedar teman dikala kita senang. Aku yakin sahabatmu pasti mengerti kalau kamu terus-terussan curhat sama kamu, ya karena kamu ga punya pacar.
"Wah bener banget saran kamu fik! Makasih ya, aku jadi lebih baik nih hehe. Btw, kamu udah punya pacar ya? kelihatannya kamu ngerti banget apa yang jomblowati-jomblowati rasain deh."
-_______________________- AKU GA PUNYA PACAR
"Serius? Pantes kamu ngerti banget apa yang aku rasain, Hahaha kasian deh. Udah ah aku mau tidur, dadah. Makasih ya udah mau temenin aku curhat."
KAMPRET!!! kalo akhir-akhirnya lu ngehina ke-jombloan gua mending lu ga usah curhatt-____-

Please yang bagian akhir di abaikan aja ya. Emang dasar kampret tuh anak.

Iya sih jomblo itu emang suka kesepian, tapi seperti yang gue bilang dipercakapan gue tau sama si bocah kampret, Selama kamu masih mempunyai sahabat gausah takut untuk kesepian. Mereka selalu ada untuk kita kok. Jadi selama kamu nge-jomblo, perbanyaklah berteman. Biar hatimu ga sepi, hape ga sepi, twitter ga sepi. Sekian. Fika chan bobo dulu ya. Dadaaah



Rabu, 16 Mei 2012

Aku menantinya.....

Diposting oleh Refika Dwiputri di 07.14 0 komentar

Salah apa aku ini
Kali ini ku jatuhi cinta ini
Kepada seseorang yang telah menjatuhkan cintanya kepada orang lain.
Bukan aku :-|


Tak cukupkah hati ini
Tersakiti atas penghianatan yang 'dia' beri, dulu?
Tak ada kah kesempatan untukku dicintai dia yang ku cintai?
Terlihat egois, ketahuilah hati ini sungguh terkikis.


Terkadang aku merasa sendiri di sini.
Terkadang aku hanya butuh berbagi suara hati ini kepada dia 
Dia yang mengerti akan keadaan hati ini.
Dia yang siap menjadi Tempat bagiku untuk berbagi keluh kesah. 
 



Hanya balasan yang ku pinta.
Balasan untuk hati yang haus akan kasih sayang dan cinta.

Senin, 14 Mei 2012

Cerpen "You Should Learn more about Love" Part1

Diposting oleh Refika Dwiputri di 08.51 0 komentar
    Hai tampan, sedang apa ya kamu disana? Apa parasmu masih setampan saat pertama kali kita bertemu? Atau mungkin sudah lebih tampan dari yang ku kira? Begitulah pertanyaan yang bergejolak dalam hatiku.

   aku mendapatkan kebahagiaan yang tak pernah ku dapatkan sebelumnya. Aku pun tak menyangka kamu adalah tokoh utama dibalik kisah bahagia ini. Bertemu denganmu, siapa yang menyangka? Dirimu yang begitu pendiam, cuek, dan 'sedikit galak' akhirnya bisa menjadi seorang yang sangat perduli kepadaku. Tak pernah ku sangka.

   "Yang bener dong! Kalo ga bener mending ga usah ikut!" itulah sepenggal kata-kata yang ku ingat terucap dari bibir mungilmu. Begitu jutek dan galaknya dirimu 'dulu' dimataku. Sampai pada kita sering bertemu dan mengobrol. Ternyata ada kesamaan prinsip diantara kita. Aku menyukai ini. Kamu pun menyukainya. Aku tak suka ini. Kamu pun tak menyukainya. Sampai-sampai nomor handphone kita pun tak disengaja 3 huruf sama. Senang! itulah yang kurasa.


   Mencari sosok dirimu yang misterius adalah tantangan sendiri untukku. Aku mau klik follow "Add" aja harus tarik nafas sampai keringetan gini. Aduhh aku suka kamu! Itu sugesti otakku. Kamu keren banget sih.



 "Itu punya lo fik? Boleh  pinjam ga?" Katamu sambil berbisik
 "Boleh dong!" kataku yang berusaha menyembunyikan perasaan nan gembira yang memuncak di hatiku.
 "Sumpah keren abis"
 "Aku pulang dulu ya."
 "Iya, eh fika awassssssssss!" Dirimu lalu meraih tanganku dan menarikku dari motor yang nyaris menabrakku
 "Yaampun, kan udah bilang nyebrangnya hati-hati. Untung ga kenapa-kenapa." Terlihat sangat perhatian, wajahmu tergambar seakan kamu takkan melepaskanku. Ingin sekali ku katakan, "antarkan aku pulang" Tapi, apa daya. Rumah kita berbeda arah :-|

    Aku pulang wajahku memerah, tak henti-hentinya senyuman ini terus tergambar di wajahku. Sungguh, aku menyukaimu. 

                                                                       ***

Semua teman-teman bersorak gembira ku lihat dirimu tersenyum dan sesekali ku menoleh ke arahmu, dan yang ku dapati adalah dirimu sedang memperhatikanku. Tak henti-hentinya ku berucap "Ya Tuhan, Aku tidak mimpi kan?"
  Api unggun dimulai. Semua teman-temanku terlihat kedinginan dan terkantuk-kantuk. Ah kalau aku sih ga akan ngantuk, abis ada kamu sih disini. Itulah yang hatiku bisikkan kepada otakku. Seusai kegiatan itu, aku pun tertidur pulas di tenda yang sudah ku buat. Paginya, ku terbangun oleh dinginnya hujan semalam yang mengguyur tenda.

    "Hei!!" Sapamu dipagi ini,
    "Haiiiii"
    "Kamu nanti ga usah ikut mereka, nanti kamu capek. Aku nanti naik sepeda, kamu mending ikut aku aja!"
Katamu yang berusaha menghiburku,
    "Ah memangnya kenapa kalau aku ikut mereka? Sudah jadi resiko ku kok kalau capek. Jadi kamu tenang ajaa:))"
    "Ya kan kamu jadinya ga capek. Lumayan loh kalau kamu ikut mereka, kamu capek. Kalau aku bonceng kamu pasti ga akan capek! Iya kan?"
    "Enggak ah" Sebenarnya aku hanya mencoba membuatmu terus menemaniku.
    "Yeh, yaudah kalau ga mau." Kamu malah meninggalkanku tanpa berbicara lagi.

"HUHHH! Dasar cowo, gitu aja menyerah" Kataku sambil menggerutu kesal.

   Aku larut dalam keceriaan pagi ini bersama teman-teman dan Kamu tentunya:') Kita semua berfoto bersama satu angkatan. Ah rasanya aku tak ingin hari ini berakhir. Dan sepertinya aku menyesal telah menolak tawaranmu untuk bersepeda bersama.


   "Hmmm apa tawaran tadi masih berlaku? Sepertinya aku capek banget deh." Aku pun akhirnya memberanikan berbicara denganmu.
   Dengan sigap kamu berkata "Masih dong!"
   "Okedeh!" Senyum terpancar diwajah imut ku.
   "Nah harusnya dari tadi kamu mau bersepeda. Kan jadi ga capek." Berbicara sambil tersenyum, senyum yang takkan pernah ku lupakan.
  "Hehehe"  Hanya bisa tersipu malu mendengar dirimu berkata seperti itu.

   Menyantap ikan bakar kesukaanku bersama seseorang yang ku idamkan adalah moment terindah sepanjang masa. Dan hari ini aku merasakannya! Ya Tuhan, Today Was A Fairytale! Terasa indah walau kita bertemu hanya 3 hari. Kamu telah membuat aku menjadi bak seorang Putri Raja.
      "Kamu haus? Nih minumnya."
      "Terimakasih hehe"
   
Kegiatan berakhir, terlihat diriku tak ingin hari ini berakhir.
    "Senang bisa mengenal kamu."
    "Aku juga, terimakasih ya, hari ini aku merasa sangat spesial. Semoga kita bisa bertemu dilain waktu." Kataku yang sangat ingin dan masih bersamamu.
   "Iya, pasti kok kita ketemu lagi. Kita bertemu disaat yang tepat ya. Semoga bisa setepat dalam memilih pacar hehe."
   "Bisa aja deh."
   Fikaaaaaa, ayok cepet. Teriak teman-temanku yang sudah menungguku
 
"Aku pamit ya, terimakasih untuk 3 hari yang tak terlupakan."
"Iya, sama-sama :-)"

     Ku intip dirimu sesekali, dan yang ku dapatkan adalah dirimu telah melupakan semua cerita tentang kita. Dirimu pun sepertinya memang seorang yang suka tebar pesona. Jadi, aku dipertemukan dengan seorang 'pemberi harapan palsu?' Ya Tuhan! Kenapa aku baru menyadarinya? Seharusnya aku sadar, aku bukanlah sosok wanita idaman untukmu. Terlebih kepada sosokmu, yang digandrungi oleh banyak wanita pintar dan cantik. Aku pasti kalah jauh dengan mereka. Sebelum rasa ini merambah terlalu jauh. Ku putuskan, aku akan melupakanmu dan semua kenangan ini.

                                                                    ***

Sabtu, 12 Mei 2012

Do You Love Me Bro?

Diposting oleh Refika Dwiputri di 08.30 0 komentar
Sedih banget pasti buat kalian-kalian yang pernah ngerasain rasanya
"sister/brotherzone" mungkin itu istilah baru yang baru aja gue namain.

Sister/brotherzone adalah Keadaan dimana "kita" naksir sama seorang cewe/cowo diatas atau dibawah umur kita/ adik atau kakak kelas. Tapi kita cuma dianggap yak hmm adik atau kakak saja. Bukan dianggap sebagai 'gebetan'.

Sedih? Sudah pasti.

Sakit hati? Sudah pasti

Rasa-rasanya semua para alibi sekarang pernah kok mengalaminya.

Gue sendiri udah ngalamin 1 kali (untungnya cuma 1 kali)  dan itu hasilnya sangat menyakitkan guys.
Susahhhhhhh banget buat move on. Apalagi, kalau kita sering berhubungan sama doi. Ga ketemu kangen, Ketemu menyakitkan. Rasanya hanya satu pertanyaan yang sangat mendasar dan ingin gue utarakan kepada doi. "Kak, kenapa lo waktu itu baik banget sama gue? Trus lo anggep gue sebagai junior lo atau lebih?"
Mungkin buat yang terjebak dalam Sister/BrotherZone hanya itu pertanyaan yang ingin sekali kalian ucapkan. Tapi, sangat sulit untuk dikatakan.

   "Kalau aku mengatakannya, akankah hubungan ku dengannya yang hanya sebatas 'Sister/BrotherZone' akan tetap berjalan/ malah menjadi saling menjauh?"

Itu pun jawaban mendasar buat para manusia-manusia yang terjebak dalam Sister/BrotherZone kalau dia ingin menanyakan hal yang sesungguhnya kepada doi

Sangat sulit, memang.


Tapi, daripada hanya bisa menerka, "apa dia menganggapku lebih dari seorang adik?"
Lebih baik langsung menanyakan kepada doi tentang apa yang dia rasakan terhadap diri lo.

Jika memang dia hanya menganggap lo sekedar 'Sister/BrotherZone. Ya coba diikhlasin saja.
Siapa tau nanti ketika kalian sudah sama-sama dewasa dan bertemu dimasa mendatang.
Ga ada lagi istilah 'Sister/BrotherZone' Semoga :')

Kamis, 10 Mei 2012

Fake Love

Diposting oleh Refika Dwiputri di 05.52 0 komentar
2 Bulan telah berjalan. Berjalan dengan kecepatan tetap. Dan dengan status yang tetap.
Aku mencoba meyakini hati ini, tapi....

--------------------------------------------------------------------------------------

Lapangan Badminton


"Kamu kemana kemarin? Aku sms kok ga dibales sih?"
"Maaf, aku sibuk."
"Yaudah gapapa, kamu hari ini ada acara?"
"Umm, enggak. Kenapa?"
"Kita lunch bareng gimana?"
"Yaudah."

Terlihat singkat, apa adanya, seperti perasaan ini. Singkat untukmu, tapi tidak untuknya.
Aku tidak berani mengatakan semua ini. Tapi..Biarkan waktu yang menjawab semuanya.
Aku (mencoba) menyayangimu, sayang :')

"Gimana, makanannya enak, kan? :')"
"Enak kok, makasih ya."
"Iya..:-)"

---------------------------------------------------------------------------------------

Setiap hari kamu mencoba menghapus rasa sakit hati ini,memberikan senyuman yang tiada henti. Memberikan pencerahan kepada hati ini, meski ku tau, kamu takkan bisa menggantikannya, tapi aku mengapresiasikan ketegaran hatimu, menghadapiku. Ku acungi 4 jempol. Kenapa kamu begitu bersikeras ingin meluluhkan hati ini? Kenapa? Aku cuma takut, kamu seperti dia. Dia yang telah menyakiti hatiku. Aku tau kamu begitu baik. Tapi, Aku mencintainya, dia yang menyakiti hatiku. Aku bodoh, memang. 

Draft Saved

------------------------------------------------------------------------------------------

Kantin Sekolah

Ketika ku sedang melamun sambil bermain laptop kesayanganku, datang seseorang yang telah lama ku nanti kehadirannya. Dialah yang menghambat rasa sayang ku kepada Tara, Dialah seseorang yang telah membuat hati ini terjebak dalam indahnya masa lalu.

"Hai.."
"Hai ger."
"Ga sama Tara?"
"Engga, kebetulan dia lagi ga masuk, katanya sih ada kejuaran gitu."
"Loh, kok ga temenin sih?"
"Gue hari ini ada ulangan fisika, jadi..."
"Oh yayaya, eh lo udah beli bahan buat tugas bu siaminah?"
"Belum ger.."
"Nanti beli ke toko buku gimana? Bareng? Pulang sekolah?"
"Hmm, nanti gue kabarin ya."
"Sip.

 bingung.Itulah yang sedang ku rasakan. Kalo aku membiarkan pergi dengan gerry, bisa-bisa hati ini kembali luluh padanya, dan bisa-bisa aku terjebak dalam "clbk" . Ah aku tidak mau, aku tidak mau menyakiti hati Tara. Walaupun aku tidak mencintainya, aku tetap harus menjaga perasaannya. Lalu, apa yang harus ku perbuat agar gerry paham akan keadaanku. Ya Tuhan, aku bingung. Tapi, Aku tidak mau melewati kesempatan ini. Gerry yang selalu ku nantikan. Tapi, aku sudah mempunyai Tara, yang jauh lebih menyayangiku dan mencintaiku dengan sepenuh hati. Aduh, terlalu banyak 'tapi' membuatku menjadi bingung. Sudahlah, ku putuskan untuk menerima tawaran gerry. Semoga Tara mengerti, Amin.

---------------------------------------------------------------------------------

"Ayok ra, nanti keburu hujan. Pake ya helm sama jaketnya, gue takut lu kehujanan." Itulah kata-kata yang selalu gerry ucapkan ketika aku menaiki motornya. Kata-kata yang tak pernah berubah. Meski kini, status kita telah berubah.
"Iya ger."

Berhenti di sebuah Mall dibilangan jakarta selatan. Mall sering kita berdua sambangi ketika kita masih berpacaran. Aku sungguh merindukan moment-moment terindah ku dengannya. Tapi kini, ada Tara yang menggantikannya. Cukuplah.

"Ra, ngelamun aja? Ini buku yang harus dicari yang mana? Gue bingung deh."
"Hehehehe, yang buku sejarah itu loh ger."
"Hmmm Yang ini!!" Kita berdua sama-sama mengambil buku yang sama. Tak diduga, tanganku menyentuh tangannya, dan tangannya pun menyentuh tanganku. Seketika ku jatuhkan buku itu.
"Heh! malah dijatuhin, gimana sih kamu."
"Hah?"
"Hehe, Maafin gue ya ra, gue tadi cuma keceplosan aja kok."

Keceplosan yang membuat hati dan pikiran ini menjadi buyar. Buyar akan kehadiran cinta lama bersemi kembali.



"Makasih ya ger, udah nganterin gue sampe rumah. What a beautiful day!:D"
"Iya ra, sama-sama."
                                                              ***

Telepon berdering, muncul nama dan foto seseorang yang sangat menyayangiku, Tara.

"Sayang! Aku menang!!!!!!:)"
"Wah hebat!!!! Selamat ya, aku bangga sama kamu:)"
"Thanks ra, berkat adanya kamu dikehidupanku, aku jadi termotivasi untuk terus bangkit dan meraih cita-cita."
"Ah masa sih? Ya sama-sama."
"Aku lebih bahagia, kalo kamu bahagia akan kehadiranku, semoga aku bisa jadi penyemangat hari-harimu."


Aku bingung ingin menjawab apa. Kenapa Tara harus begitu baik denganku? Kenapa harus aku yang menjadi penyemangat nya? Aku takut menyakiti hatinya. Dengan segala kekurangan dan kelebihanku, dia menyayangiku dengan apa adanya, Tak peduli betapa sayangnya dia terhadapku. Aku sungguh masih mencintai gerry, Ya Tuhan. :'(

                                                                 ***

Ruang Kelas X-IPA



"Sab, kira-kira kalo gue mau bikin surprise buat rara lu mau ikut ga?"
"Ya mau lah! Gue kan sahabatnya tar."
"Sip deh, gue juga udah ngajak temen-temen gue buat ikut ngerjain rara."
"Kira-kira rara enaknya kita kerjain apa ya, Tar?"
"Gue udah pikirin semua itu kok sab, jadi lu tinggal ikutin scenario dari gue aja."
"Ya terserah deh.."

                                                      ***

Hari ini aku berulang tahun yang ke 16! Sungguh bahagia, semoga Allah akan selalu menjadikan aku sebagai manusia yang berguna, dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya :')

Pagi ini terlihat cerah. Secerah hatiku, Ketika aku melihat handphone. Ku lihat 20 misscall darimu, Tara. Maafkan aku, aku sudah tertidur pulas. Tapi, agaknya kamu tidak menyerah. Ku lihat sms ini. Ternyata kamulah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Sepertinya aku mulai mencintaimu, tar. Terimakasih yang tidak terhingga untuk segala-galanya.


Terlihat dirimu menghampiriku, menyanyikan lagu YUI Happy Birthday To You, lagu yang sangat ku sukai. Terimakasih tara, aku mencintaimu, sungguh:') Kau pun mengantarkan aku pulang, aku kira akan ada surprise, tapi ya sudahlah...

Ketika malam menjelang, datang sosok yang tak ku kira akan datang. Ya Tuhan, dia datang? Sungguh aku tidak mempercayainya. Ini seperti mimpi disiang bolong. Ku mencoba mencubit pipiku yang gembil nan imut ini untuk kedua kalinya. Terasa sakit. Ternyata aku tidak bermimpi!!! Dia adalah Gerry. Gerry datang!!! Aku seneng bangettttt!:D

Dia membawakan aku sebuah kue ulang tahun, dia tidak datang sendiri , melainkan bersama teman-teman satu clubnya. Aku tidak pernah menyangka!! Dia baru saja pulang dari latihan. Dan dia menyempatkan diri untuk menemani ku di hari yang spesial ini. Sungguh! What A Beautiful Day!:D

"Ra, selamat ulang tahun. Ini kue sama kado buat lo. Semoga lo suka ya, ga nyangka kita masih bisa berhubungan baik walau udah ga ada ikatan apa-apa diantara kita."
"Makasih banget ya ger lo udah nyempetin waktu buat sekedar kasih kado ke gue. Ini berarti banget."
"Sama-sama, ayodong tiup lilinnya. Jangan lupa Make A Wish ya!:))"


Aku berharap, aku bisa melupakan gerry. Aku berharap aku bisa lebih mencintai Tara. Amin.

Ku tiup lilin itu dengan perlahan.
"Yeayyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy" Teriak aku dan teman-teman gerry.
"Ayo potong kuenya ra." Ucap salah satu teman gerry
"Iyaaa.. Nah ini potongan pertama gue kasih buat lo ger, thanks banget udah dateng dan sempetin waktu buat...."
"Alah kebanyakan ngomong nih, udah langsung disuapin itu, gerry udah laper." Teriak Dony kepadaku.
Aku hanya bisa tersipu malu mendengarnya, "Heh bacot!" ucap gerry kepada Donny.

Ketika sendok yang berisi kue ku suapkan pada gerry, tiba-tiba keadaan seketika berubah. Tara datang membawa sejuta amarah melihatku bersama gerry. Sungguh aku takkan menyangkan keadaan akan seperti ini. Ya Tuhan :'(

"Ra?" Suara yang terdengar berasal dari depan pintu yang ku tau, bukan lain adalah suara Tara.
"Tara?"
"Kenapa kamu ga bilang kalo selama ini kamu mencintai gerry, bukan aku.?"
"Engg aku sama gerry cuma temen tar, ga lebih. Mungkin ini menyakitkan untukmu, tapi kamu harus tau ini. Aku berusaha untuk menyayangimu, tapi aku ga bisa. Aku berusaha memberitahumu tapi aku takut. Dan aku biarkan semua ini terus mengalir bersamaan dengan berjalannya waktu. Maaf, cuma itu yang bisa aku ucapkan untukmu tar."
"Terimakasih udah menyemangatiku selama ini ra, aku sayang kamu."


                                                                 ***

WOHOOOOO SEKOLAH KITA MENANG!!! Teriak tara ketika sedang menonton pertandingan Gerry dan Kawan-kawan.
Iya tar, seneng bangettttttt!!!!!!!

Kesenangan ini kita dapat karena kita telah memilih jalan kita masing-masing. Aku bersama Gerry, dan Tara bersama Salsabila, Sahabatku.

                                                 


Senin, 07 Mei 2012

3 tahun Yang Sangat Berarti

Diposting oleh Refika Dwiputri di 06.42 0 komentar
Kamu.
Dimataku, kamu begitu hebat. Begitu istimewa. Begitu Menyenangkan.
Sosok yang ku idamkan adalah kamu.
Kamu begitu menawan.
Aku sungguh beruntung pernah hanya sekedar dekat dan mengenal sosokmu.
Aku sungguh beruntung!:))

Tak ada yang mengetahui mengenai rasa ini.
Hanya aku, tuhan, dan hatiku.
Kamu pun bahkan tidak tau, atau bahkan tidak mau tau?

Kamu pintar.
Apalagi dalam hal mengambil perhatianku.
Hati ini selalu bergetar
Serasa dunia ini berhenti sejenak ketika kamu berada di depan mataku.
Ahh sudahlah..rasa ini sudah ku kubur jauh di dalam hati ku yang temaram ini.

Tidak terasa 3 tahun sudah, ku pendam rasa ini.
Banyak kenangan yang aku sendiri susah untuk menguburnya.
Aku tau bagimu, kenangan semua itu hanyalah sebatas
'Aku mengenalmu, Kau mengenalku, dan karena kita satu sekolah'.
Yayaya aku mencoba mengerti, aku pun tau kamu masih menyayanginya.
Menyayangi seorang perempuan yang tak pernah bisa membalas cintamu dengan sepenuh hatinya.
Ahh sudah-sudah, lagi-lagi aku ikut campur dengan urusanmu.

Semua ini.
Cukup ku kenang, dan inilah cinta masa remaja.

Cinta,
Yang kuartikan, cinta sesaat.
Ini semua hanya ku jadikan motivasi.
Agar kedepan, aku bisa menemukan sosok lelaki idaman yang lebih darimu.
Selamat tinggal mantan-calon-pacar-idamanku. :-)

Minggu, 06 Mei 2012

Dibalik Awan Hitam, Selalu Ada Pelangi Menanti Untuk Hadir

Diposting oleh Refika Dwiputri di 05.59 0 komentar
Hai kamu! Iya kamu! Kamu tau ga? Aku sekarang sudah bisa menikmati hidup ini tanpa adanya dirimu dibenakku! aku sekarang lebih menerima keadaan seperti ini. Jauh dari angan-angan tentangmu.

Tadinya, pikiran dan hatiku tak mau searah dengan apa yg kuperintahkan.
Ku perintahkan mereka untuk membencimu, tapi mereka tidak bisa.
Ku perintahkan mereka untuk melupakanmu, tapi mereka tidak mau.
Ku perintahkan mereka untuk kembali mencintaimu, dengan tegas mereka mengatakan
"AKU TIDAK BISA TERUS-MENERUS DIPERMAINKAN SEPERTI INI"

Keadaan ini membuatku bingung, sangat bingung.
Aku tidak tau harus berbuat apa, agar pikiran dan hatiku mau searah dengan perasaan ini.

Ketenangan, itulah kuncinya!
Aku tau bagaimana agar ketenangan itu bisa kuraih.
Aku harus mengorbankan waktu yang biasa ku gunakan untuk menguntit keseharianmu
Menjadi menyaluran hobiku berlatih seni beladiri ini.
Ku ibaratkan 'kamu' adalah target tendangan yang harus ku tendang jauh-jauh agar aku terbebas dari hukuman.
Dan ternyata
Ku dapatkan ketenangan setelah ku jalani hobiku ini !
Cukup ampuh , dan akhirnya hari-hari kini terasa lebih berarti.

Aku menyayangi keseharianku seperti layaknya aku menyayangimu.
Aku jalani keseharianku dengan penuh keceriaan seperti layaknya ketika aku sedang bersamamu.
Terimakasih Tuhan, telah kau hadirkan kembali keceriaan yang selama ini ku idamkan.



Minggu, 29 April 2012

karang, ombak, angin

Diposting oleh Refika Dwiputri di 07.46 0 komentar
Kata temanku
Aku ini orang yang cukup pintar dalam menyembunyikan perasaan
Tapi aku rasa
Aku tidak cukup bisa menahan untuk bilang
Aku merindukanmu

Cukup
Hatiku berucap seperti itu
Tapi, perasaan ini masih belum bisa menerima semuanya

Aku merindukanmu
Yang tak pernah merindukanku
Aku merindukanmu
Setiap saat

Setiap kali ku dengarkan lagu ini

Sadar..
Aku bukanlah siapa-siapa
Bagaimana mungkin aku bisa terperangkap dalam perasaan ini
Terlanjur menyukaimu, mencintaimu.

Mencintaimu seperti layaknya batu karang
Yang tetap tegak berdiri walau ombak menerjang.
Tak kenal waktu, Tak kenal tempat
Ombak ini akan terus menghempas.

Angin
Ku butuh dia untuk menyejukan ku dikala ombak menghempasku.
Aku membutuhkannya.

Tuhan..
Kirimkan anginku
Sejukkan hariku, tuhan


Sabtu, 12 November 2011

Gimana?

Diposting oleh Refika Dwiputri di 06.22 0 komentar
Oke gue bingung selesain masalah gue sendiri. Bukan masalah sih sebenernya, lebih ke hati juga.

Dia , seorang yg gue anggep lebih ga tau bener apa engga.
Dia, Seorang yg gue harap ga anggap gue bagaikan adiknya
Dia, seorang yg pernah buat gue nge-Fly sampe ke langit ketujuh
Intinya dia seorang yg gue harapkan

Oke ke inti permasalahan.
Semenjak kejadian itu,gue berfikir dia punya "rasa lebih ke gue"
Setelah gue telusuri sepertinya dia cuma anggap gue sebagai adik. Ya adik, ga lebih, ga ada yg lebih dan ga ada!! Tapi ya kenapa dulu mesti kaya gitu? nunjukin tingkah yg gue fikir dia hmmm. Kenapa? kenapa mesti ada yang namanya php. You know php? pemberi harapan palsu. Dia , ya itu dia. Setelah gue fikir2 (emang bisa mikir?-_-) dia ga mungkin punya rasa lebih ke gue. Mbok adiknya aja sepantaran sama gue,mana mungkin ibaratnya dia pacaran sama temen adiknya Oke gue mulai ngayal. Apa emang semua cowo tuh kaya gitu ya? Selalu kasih harapan sama siapapun. Ga mikir apa perasaan cewenya gimana?

Hmmm atau mungkin cewe yang terlalu lebay ya? baru sedikit dikasih lampu hijau udah kelepek-kelepek kaya ayam. ehh tapi gue kan cewe! ga!! itu sih emang salah cowo! siapa suruh kasih harapan ke cewe? makanya kalo gasuka mending gausah kasih harapan. Bisanya cuma bikin galau,hmmm

Intinya, gue udah tau dia cuma anggep gue sebagai adiknya. Dannnnn dihari ini, jam ini, menit ini, detik ini, jujur gue masih kepikiran. Padahal gue tau gue bisa move on, gimana ya? bukannya gamau, tapi sebenernya? aduh gue bingung, gue aja bingung gimana yg baca? -_-

Dan temen-temen gue pun sepertinya udah bosen denger curhattan gue yang masih muter-muter itu-itu aja. Mereka bilang "udahlah fik cari yg lain aja,masih banyak yg lebih dari dia, lebih kece, mending sama yg sepantaran daripada sama dia, dia kan beda jauh sama lo" jujur ini dalem. Kesannya dia tua banget ye?-_- Tapi ada benernya juga sih, nah kalo gue baru 20 thn dia udah 25 thn, kalo gue 30 dia udah 35, oke ini ngayal banget . Jalan keluarnya? ya move on. Harus bisa pindah ke lain tempat| loh? maksudnya? | maksudnya pindah tempat persinggahan hati coyy | Ohh| -_-
 

Enchanted Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review