Jumat, 31 Oktober 2014

Sapaanmu di Senja Itu

Diposting oleh Refika Dwiputri di 07.17 0 komentar
Hanya melalui tatapan
Darah ini seperti berhenti mengalir
Jantung ini seperti berhenti berdetak
Dan lidah ini seperti kelu untuk mengatakan "Aku sungguh merindukanmu" 

Sapaanmu di senja itu 
Membuat semua yang telah ku buang, kini kembali datang

Sapaanmu di senja itu
Membuat semua rasa kecewa yang kurasa, kini sirna

Aku masih bertahan karena rasa ini
Karena aku percaya cinta yang ku tunggu  akan datang
Cinta yang selama ini ku nanti  
Akan datang menghampiri

Entah hati ini yang sibuk menerka-nerka
Atau memang realita berkata
Bahwa mimpiku selama ini mencoba meraba-raba menjadi nyata 

Tuhan..
Jika benar ini hanyalah sebuah mimpi 
Kumohon, jangan biarkan aku terjaga
Aku ingin bermimpi selamanya...


Sabtu, 23 Agustus 2014

Jika membencimu bisa menghilangkan rasa ini, Akan ku lakukan meski ku yakin Hatiku jauh lebih tersakiti

Diposting oleh Refika Dwiputri di 04.01 0 komentar
Membeku
Mematung
Terbungkam dengan seribu kehampaan
 Ketika mata ini melihatmu berjalan dari kejauhan

Kenangan itu lagi-lagi menyeruak membuatku sesak 

Terbesit pikiran ini untuk membencimu
Memutar kedua bola mataku ketika mata kita saling memandang
Mengernyitkan dahiku ketika kita saling bertemu
Memalingkan wajahku ketika kita saling bertemu

Tapi..
Lagi lagi
Mata ini masih sibuk mencarimu ketika aku menyusuri lorong itu
Telinga ini masih sangat peka jika seseorang menyebut namamu
Otakku masih sangat ingat setiap inci kejadian yang pernah kulewati bersamamu
Dan..
Hati ini selalu mengucap "aku merindukanmu"

Tuhan...
Tiadakah "dia" yang lebih pantas untuk kucintai dibandingkan dengan sosoknya?
Dia terlalu angkuh untuk mengakui hatinya
Dia terlalu sibuk mencari sosok yang sempurna

Aku terlalu rendah dimatanya
Aku tidaklah sempurna seperti sosok yang selalu dia dambakan

Sia-siakah perjuanganku selama ini?

Sudahlah..
Ku mohon, Tuhan
Hapuskan semua rasa ini



Walaupun aku selalu berusaha
Tapi tak pernah ternilai dimatanya
Aku lelah
Aku ingin terlepas dari semua belenggu kenangan dan perasaan yang menggelayutiku


Jika membencimu bisa menghilangkan semua ini
Akan kulakukan meski kuyakin
Hati ini akan jauh lebih tersakiti




Tertanda, seorang wanita yang kau sia-siakan....





Sabtu, 29 Maret 2014

i wish you well, my favorite boy.

Diposting oleh Refika Dwiputri di 08.31 0 komentar
Hai
Lelaki yang selalu ku kagumi dari kejauhan
Bagaimana kabarmu sekarang?
Terhitung beberapa hari ini kita tak bertemu
Kamu tau?
Aku telah berhasil melawan rasa sayang ini
Walau sulit
Aku bisa melakukannya..

Hari itu
Hari dimana aku meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya, karenamu
Ya , karenamu.. 
Lagi dan lagi.

Berita itu
Membuatku tersadar dan membuatku tahu diri
Kamu menyukainya, bukan aku.
Kamu menyayanginya, bukan aku.
Lagi lagi aku bagaikan hamparan pasir yang mengharapkan datangnya hujan di gurun pasir

Kalau bisa aku memutar waktu
Ingin rasanya ku kubur semua perasaan yang berkecamuk karenamu
Indahnya hari yang ku lewati bersamamu tak sebanding dengan rasa sakit yang menghampiriku

Tapi disaat seperti ini
Aku masih saja memikirkan perasaanmu
Yang mengharapkan dia lebih dari yang kamu mau
Aku tak sampai hati
Melihatmu menulis untain kata-kata yang mencerminkan bahwa hatimu rapuh..
Sungguh..
Aku rela menanggung semua kesedihanmu, dan melihatmu kembali tersenyum.
Walau aku bukanlah alasan dibalik senyummu.

Walau ku tau sakit kini menghampiri
Aku percaya akan ada pelangi dibalik kisah ini..



Kamis, 20 Maret 2014

Raga sulit menyapa, Tapi hati selalu menyebut namanya

Diposting oleh Refika Dwiputri di 08.37 0 komentar

Hampir 2 tahun rasanya
Aku memendam rasa ini
Rasa yang tak kunjung berubah
Yang ku rasa malah semakin dalam..

Sekalipun kehadiranmu jarang tersapa oleh ragaku
Tapi aku sungguh berterimakasih kepada Tuhan
Masih diberi kesempatan untuk melihatmu, walau hanya dari kejauhan
Dan tiap kali mata kita saling memandang
Aku mencoba menyembunyikan wajah merahku dihadapanmu..

Aku mencoba menetralisir degup jantungku
Yang selalu berdetak kencang setiap kali kita bertemu di lorong itu
Aku yang hanya berani
Menceritakan sosokmu menjadi bentuk untaian kata-kata di dunia yang tak nyata ini..

Terkadang aku merasa menjadi wanita yang seutuhnya
Ketika kamu berada satu garis di sampingku walau jarak memisahkan kita
Aku menyukainya
Senyuman manis yang tergores dibibirmu
Senyuman yang tak pernah bisa ku lupakan

Hari terus berganti
Rasa itu terus mengalir
Dan mencoba membuat palung terdalam di dasar hati
Yang hanya bisa di huni oleh sosokmu, ya.. sosokmu saja

Kadang aku tertawa mengingat hal-hal bodoh yang kamu lakukan
Tapi.. tak jarang air mata menetes dengan sendirinya
Tangis yang tak bisa ku tahan
Tangis yang jatuh dan memintamu untuk menghapusnya

Darimu aku belajar arti hidup
Bahwa hidup harus terus berjalan meski masa lalu terus membayang di belakang
Begitu pun dengan aku
Aku harus tetap berjalan meski kamu masih terus menjadi sosok yang selalu ku rindukan

Aku tak memintamu untuk mencintaiku
Tapi aku memintamu untuk menghargai apa yang kamu punya
Sebelum semuanya hilang dan kamu merindukannya
Aku berharap bisa menghilang dari kehidupanmu
Dan pada saat yang tidak ku duga, kamu merindukanku
Hanya itu saja..


Lagi.. dan Lagi

Diposting oleh Refika Dwiputri di 07.42 0 komentar
Hari ini..
Hujan turun begitu deras
Kilat beradu dan saling menunjukkan cahayanya
Walau cahaya kilat saling beradu dan Suaranya saling menggelegar
Aku masih tetap merasa berada di sebuah ruangan
Yang gelap dan sunyi

Tanpa sengaja..
Air mata jatuh membasahi pipi ini
Mengalir begitu deras
Seakan tak ingin mengalah dengan derasnya hujan yang turun

Saat ini hatiku hancur
Hancur, entah untuk yang keberapa kalinya
Dan kamu masih menjadi sosok dibalik air mata ini

Hari ini..
Hatiku tersentak
Seperti diserbu oleh nuklir yang siap meledakan hati ini

Lagi-lagi air mata ini jatuh dengan sia-sia
Jatuh karena menangisimu
Menangisi kehadiranmu
Menangisi kenyataan bahwa aku sama sekali tidak bermakna di matamu
Menangisi hatiku yang selalu perduli denganmu
Sekalipun kamu hanya melihat ke arah-nya
Dan tak pernah mencoba melihat ke arahku

Ingin rasanya ku hapus semua bayangmu yang selalu menghantuiku
Tapi.. menghilangkan rasa ini tak semudah membalik telapak tanganku

Cinta sulit untuk hilang
Tak secepat saat aku jatuh hati
Cinta tak mudah berganti
Berganti dengan benci..



Senin, 10 Maret 2014

Hujan

Diposting oleh Refika Dwiputri di 01.34 0 komentar
Mengingat masa-masa itu
Membuat luka yang ku alami semakin perih
Perih, dan tak bisa terobati
Sudah seharusnya aku sadar
Aku hanya seseorang yang berharap akan datangnya hujan ditengah gurun pasir
Perih, bukan?
Perih, memang.
Tapi, perih ini adalah perbuatanku sendiri
Aku tidak akan menyalahkan keadaan apalagi sampai menyalahkan dirimu
Aku hanya kecewa pada diriku sendiri.
Mengapa aku masih saja berharap akan datangnya hujan ditengah gurun seperti ini?
Aku sudah terlalu bosan mencurahkan semua yang ku alami
Kepada hamparan pasir yang pura-pura mendengar tetapi sebenarnya mereka menghiraukanku
Aku butuh hujan
Aku ingin bercengkrama dengannya
Menceritakan kepadanya betapa ku merindukan kehadirannya

Hujan itu terkadang datang
Tetapi
Belum sempat aku bercengkrama dengannya
Hujan itu segera berganti menjadi matahari yang siap membakar tubuh ini

Begitulah dengan kehadiranmu
Walau kehadiranmu hanya beberapa saat
Itu sudah menebus semua rasa rindu ku
Kehadiranmu menggoreskan senyuman di bibirku

Aku berharap Tuhan menurunkan hujan di gurun pasir sesering mungkin
Jadi aku tidak perlu bercengkrama dengan pasir yang menganggap kehadiranku hanya sebagai angin
Aku ingin bercengkrama dengan hujan
Bermain, dan melihat pelangi bersamanya.

Kamis, 27 Februari 2014

Indahnya Sayap-Mu

Diposting oleh Refika Dwiputri di 07.45 0 komentar
Aku bisa menjadi diriku sendiri Ketika berada disampingmu
Begitu nyamannya diriku saat mencurahkan semua pikiranku kepadamu
Dirimu yang dulu hanya seorang teman
Kini aku jadikan dirimu sebagai penyemangatku
Tak terasa waktu memisahkan kita
Tak terasa begitu cepat pertemuan singkat ini berakhir

Begitu sulit untukku mencurahkan semua rasa ini dalam bentuk rangkaian kata-kata.
Begitu sulit untukku menjelaskan apa yang ku rasa ketika kau tidak disini bersama ku
Begitu sulit menerima kenyataan bahwa kau akan segera meninggalkanku

Lebih sulit menerima kenyataan bahwa
Tidak ada rasa yang menggebu di hatimu
Hanya aku dan hatiku yang merasakannya
Tak ada getaran apapun didasar hatimu pada ku

Ilusi hati ini membawa ku terbang tinggi
Terbungkus dengan harapan indah yang siap untuk ku terbangkan

Belum sempat pesawat ini terbang,
Pesawat ini memberi aba-aba bahwa ada bagian sayap yang tak mau terbang seperti bagian yang lain
Tidak akan mungkin pesawat ini terbang dengan hanya mengandalkan satu sayap saja.

Seperti layaknya kau dan aku
Tidak mungkin rasa ini menjadi satu
Kalau hanya aku saja yang merasakan bahwa ilusi hatiku nyata

Tapi menurutmu, ini hanya ilusi, yang tidak nyata.
Terbungkus dalam khayalan tingkat tinggi yang hanya aku yang mengerti bagaimana bisa terjadi.

Aku tak ingin memaksa pesawat ini tuk tetap terbang
Kan ku biarkan kau mencari sayapmu dan terbang bersamanya.
Tapi, Aku harap akhir dari pencarian sayap mu adalah dengan menemukan ku :')

Minggu, 10 November 2013

Mencintaimu Dalam Diam

Diposting oleh Refika Dwiputri di 06.57 0 komentar
Hampir setiap hari kita bertemu
Hampir setiap hari mata kita saling menatap
Hampir setiap hari, jantung ini berdegup kencang tiap kali mata kita saling menatap
Hampir setiap hari juga aku selalu memperhatikanmu walau hanya dari kejauhan

Cinta memang sulit ditebak
Dahulu aku yakin kau mencintaiku dengan tulus
Tetapi aku belum menyadarinya
Setelah aku sadar, dan aku ingin bersamamu
Kamu terlanjur pergi dengan seribu kekecewaan

Berbincang denganmu adalah saat-saat yang sangat aku rindukan
Bersamamu walau singkat terasa amat manis jika ku kenang
Kini semua tinggal kenangan
Menatap ku pun sepertinya kamu tak mau

Aku berceloteh pun, kamu tetap tak menghiraukan
Aku berusaha menjadi "aku yang dulu" pun kamu tetap diam dan menatap lurus ke depan.
Sia-sia sudah perjuanganku selama ini

Mencintaimu dalam diam sangat menyakitkan
Tiadakah kau sadar mata ini selalu berbicara ketika mata kita saling menatap?
Kemana kamu yang dahulu?
Yang selalu mendengar apa yang aku bicarakan
Tidak seperti saat ini
Berpura-pura tuli tetapi sebenarnya kamu mendengar.

Aku sudah terlalu lelah mencintaimu dalam diam
Tapi siapa aku ini?
Tiada berharga sama sekali bagi mata dan hati mu.
Aku hanya teman yang mencintaimu dalam diam.
Dan akan tetap seperti ini sampai kapanpun.

Selasa, 04 Juni 2013

Aku Mencintaimu dengan Caraku Sendiri :')

Diposting oleh Refika Dwiputri di 04.03 0 komentar
1 tahun telah berlalu......
Dengan status yang sama, harapan yang sama dan dengan cinta yang sama
Aku masih berharap ada keajaiban datang kepadaku
Keajaiban untukku merasakan cinta yang berbalas
Tidak bertepuk sebelah tangan seperti apa yang telah ku lalui di masa lalu
Aku masih menaruh secercah harapanku kepadamu
Kepadamu yang tak kunjung merasakan apa yang sedang ku rasakan
Kepadamu yang selalu memutar kedua bola matamu ketika mata kita saling memandang
Kepadamu yang hanya menganggap kehadiranku "tak bermakna"
Kepadamu yang hanya menganggapku "teman biasa"

Aku tak pernah tau apa yang kamu rasa ketika mata kita saling bertemu
Aku tak pernah tau mengapa aku begitu gugup ketika mulut ini mulai berbicara denganmu
Aku bahagia bisa mencintai mu
Bisa membuatku terbang menuju langit ke tujuh
Dan bisa membuatku terjatuh sampai menembus lapisan inti bumi yang keruh
Aku mengagumi dengan caraku sendiri
Mencintai itu lebih bermakna daripada dicintai
Aku menjadi sadar bahwa selalu ada seseorang yang ingin melihat kamu tersenyum tanpa perduli siapa yang menjadi alasan kamu untuk tersenyum.

Senin, 25 Maret 2013

Tolong, Terangkan Kembali :(

Diposting oleh Refika Dwiputri di 05.45 0 komentar
Semilir angin menembus sebuah ruang gelap didasar hatiku
Ruangan yang tak pernah terbuka
Gelap, terkunci dan tidak ada yang bisa membuka
Sudah lama ku diamkankan ruangan itu
Ku kunci dengan rapat agar tak ada satupun yang dapat membuka
Entah mengapa angin itu memaksa ku untuk membuka ruangan itu
Ketika ku buka, perlahan tapi pasti
Aku kembali melihat sosokmu
Kembali ku tutup pintu itu
Aku meyakini hati ini bahwa kau sudah pergi
Sudah tak bisa kembali
Walau dengan seribu cara dan seribu kata-kata
Kau tak akan datang
Aku mengakui itu kesalahanku
Kesalahan yang telah membuatmu pergi dan tak kembali
Menggelapkan salah satu ruangan terdalam di hati ini
Terimakasih telah mencerahkan hati ini walau hanya sementara
Ruangan hati ini akan selalu terbuka untukmu
Menunggu untuk kau cerahkan
Bukan kau redupkan.

Senin, 25 Februari 2013

Rindu, atau Terjebak Masa Lalu?

Diposting oleh Refika Dwiputri di 17.46 0 komentar
Kenangan itu kembali menghantui pikiranku
Kenangan yang sudah ku kubur jauh-jauh
Kini timbul dan membuat badai dahsyat di otakku

Sosokmu kembali muncul di pikiran ini
Lama tidak bertemu , aku penasaran bagaimana sosok mu sekarang
Masih kah mempesona seperti saat pertama kali kita bertemu dahulu?

Teringat kembali sosok dingin yang pernah membuat hati ini meleleh
Teringat kembali nasihat kekhawatiranmu 
Teringat kembali kata-kata terakhir yang kau ucapkan pada hari itu
"Hati-hati fika"
Dan teringat kembali setiap inci kejadian-kejadian yang pernah terlewatkan
Saat kau menyapaku
Saat kita mulai berbincang
Dan saat kita berkemah bersama di sebuah acara.

Ah....kini semua tinggal kenangan
Betapa bodohnya aku masih saja mengingat setiap inci kejadian yang pernah kita lewati
Mengapa sosokmu kembali menimbulkan rasa khawatir?

Aku khawatir aku terjebak dalam masa lalu
Yang membuat langkahku terhenti
Dan mencoba menengok untuk sekedar melihat sosokmu

Ya Tuhan
Ada apa dengan ku?
Masih saja aku berusaha mengingatnya
Kejadian itu sudah berlalu 2 tahun lamanya
Tapi mengapa aku masih saja mengingatnya?

Aku merindukan sapaan hangat itu
Tatapan yang penuh makna
Nasihat yang penuh kekhawatiran
Dan.........ini semua akan menjadi butiran kenangan yang harus ku hempaskan di laut lepas.

Senin, 07 Januari 2013

Persimpangan

Diposting oleh Refika Dwiputri di 06.06 0 komentar
Ini bukan tentang penyatuan dua rasa yang sejalan
Aku berada di persimpangan
Bingung memilih arah
Naluri yang membimbingku menemukan arah
Salahkah jika arah itu mengarah kepada sosokmu?
Salahkah jika aku menyukaimu?
Rasa ini memang takkan menyatu
Kamu menginginkannya
Bukan aku
Berjuang sendiri menapakki jalan ini membuatku lelah
Mengapa hanya aku yang berjuang?
Tiadakah kamu melihat kegigihanku untuk mendapat secercah harapan darimu?
Betapa bodohnya diriku ini
Ku jadikan kamu sebagai penyemangatku
Tapi kamu jadikan ku sebagai tempat bernaung mu tuk sementara.

Jumat, 21 Desember 2012

Celoteh X2

Diposting oleh Refika Dwiputri di 01.36 0 komentar
Uhh.. ga kerasa udah 6 bulan gue lewati bersama x2, waktu bener-bener terlalu cepat! Guess  what? Hari ini kita semua baru aja pengambilan rapot dan itu artinya bulan januari besok kita semua udah beda kelas. What? Iya, kita semua bakal beda kelas karena januari besok kita udah penjurusan. Terlalu cepat bukan? Iyap, emang terlalu cepat. Tapi mau bagaimana lagi? Inilah resiko sekolah dengan sistem SKS. Dikala sekolah lain penjurusan masih 6 bulan lagi, kita udah penjurusan. But that's ok. Walau gue tau, teman di X2 adalah keluarga pertama gue pada saat pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini. Susah sih nerima kenyataan kalo kita semua bakal dipisah. Sedih? Jangan ditanya. Kok jangan ditanya? ya maksudnya sedih banget-_-

Walau gue tau, kita semua masih suka ada yang marah satu sama lain, tapi gue yakin dalam hati kecil kalian, kalian mau kita tetep sama-sama. Gue tau rasa solidaritas diam-diam timbul disaat kita mau pisah. That's why we sad when we separated. Oke lupain kesedihan, sekarang mau beberin fact tentang keluarga X2 ah :p

1. Maul = Cowo yg bisa main gitar ini termasuk pendiam, lumayan pinter,dan duduk sebangku sama trizky.
2. Agung = Cowo anak paskib yg satu ini suka menyendiri gitu, ya walau kadang suka tiba-tiba                    muncul depan muka anak-anak cewe dengan cepat dan tanpa kita ketahui hahaha
3. Anis = Cewe KPOPers yg satu ini bener-bener tergila-gila sama KPOP, siapapun yg lagi ngobrol sama dia pasti diajak ngobrol tentang suju( walau kita ga ngerti dia tetep nyerocos ampe dia capek sendiri wkwk) dia bawel, apalagi soal donghae, jadi siap-siap aja kuping pengang denger dia cerita tentang suju. Bisa dibilang, dia ini pakar nya Suju. All about suju dia tau semua! Maybe, she born to be elf? Hahaha , tapi dialah salah satu sahabat terbaik gue di kelas X2 :-)
4. Azka= Cewe yg satu ini suka berduaan sama temen sebangkunya nadiya. Itu ajasih yg gue tau
5. Danny= Cowo satu ini jago banget main basket, hati-hati aja ya kalo lagi berantem sama dia, nanti dijadiin bola baket trus dimasukkin ke ring deh hahaha. Ohiya dia juga deket sama mulia dan teman sebangku itu gogo.
6. Dina= Cewe KPOPers yg satu ini tergila-gila sama yg namanya sungmin. Dia bawel, tapi asik. Teman sebangkunya hasna.
7. Fatma= Cewe perkasa yg satu ini juga seorang KPOPers. Apalagi kalo udah ngomongin Kai EXO. Dia juga suka baca FF. Eits, dia termasuk sahabat terbaik gue di X2. Anaknya kocak, gokil, dan dia suka banget berantem sama Hilmi, Hilmi suka banget gangguin fatma yg kagetan. Bagai tom&jerry deh.
8. Fajar= Cowo yg satu ini suka diem dipojokkan, menatap anak-anak yg sibuk dengan kegiatannya masing-masing di kelas. Itu aja sih yg gue tau.
9. Tias= Cewe yg satu ini adalah teman sebangku gue, dia juga KPOPers, dia ini anaknya penakut dan kagetan. Tapi dia asik diajak curhat, dia termasuk sahabat terbaik gue di X2 :-)
10. Hasna= Cewe yg satu ini deket banget sama nadiya dan azka, dia baik, sedikit bawel. Itu aja sih haha
11. Hilmi= Cowo yg satu ini suka banget gangguin Fatma, kalo fatma udah lemes karena dikagettin seakan dia itu menang perlombaan dan meraih medali, tinggallah fatma ngegebuk hilmi, hilmi pun membalasnya, Selalu begitu dan selalu berulang~
 12. Ilham= Cowo yg satu ini pindahan dari mataram, dan suka melongo wkwk. itu ajasih
13. Icha= Cewe pinter yg satu ini suka banget belajar, disaat yg lain sibuk main dengan imajinasi masing-masing dia malah sibuk baca atau engga cari guru buat remedial nilai yg kurang-kurang. Dia rajin, baik, pinter
14. Fudzoh= Cewe KPOPers satu ini suka banget nonton video suju bareng anis, kalo mereka udah nonton video suju, seakan dunia milik mereka berdua, teriak-teriak dan gue hanya bisa cengo karena ga ngerti apa yg mereka tonton haha.
15. Ariq= Cowo pendiam yg satu ini suka banget megang jaket, entah kenapa gue pun bingung.
16. Ojan= Cowo yg satu ini sering banget dikatain sama gogo dan kawan-kawan, tapi dia menerima semua kataan itu dengan senyuman, dasar ojan.
17. Iben= Cowo endut yg satu ini mirip banget sama haji sulam wkwkwk, dengan pipi chubby dan mata belonya dia suka banget nakut-nakuttin anak cewe, kocak, gokil, semua ada di iben. Tidak ada iben tidak bagus! Hahahaha
18. Gogo= Cowo yg ga bisa diem ini suka banget ngatain ojan, dia sampe-sampe bikin novel tentang lika-liku kehidupan ojan di X2, suka banget ngeledek pak padil (guru mtk), Apapun yg berhubungan dengan logika tinggal tanya sama dia, pasti dijawab dengan logika. Maybe baginya, hidup ga akan berjalan tanpa adanya logika? Hahaha
19. Zaki/ Dafuq= Cowo yg satu ini temen SMP gue, beda banget dia sekarang, agak lurus dikit ga kaya pas SMP rada belok-belok gitu deh hahaha, sering banget diledekkin sama trias. Kalo udah dicengin sama trias mukanya berubah menjadi merah dan keringat membahasi wajahnya hahaha
20. Mulia/Mul= Cewe yg satu ini kalo udah ketemu pacarnya bikin seluruh dunia envy, mereka cocok sekali. sama-sama pake kacamata hahaha. Dia bendahara yg adil, buktinya gue masih ngutang uang kas 1 bulan ga ditagih hahahahah~
21. Nadiya= Cewe berbehel yg satu ini kalo udah ketemu doi-nya ga bisa diem, hahaha itu aja sih.
22. Fathia= Cewe yg suka banget sama pelajaran kimia ini, kalo udh berhadapan sama kimia seakan dunia milik dia dan kimia beserta elektron dan atom dan molekul-molekul yg saling berikatan hahahaha~
23. Nurul= Cewe polos yg satu ini sering banget diledekkin sama zahra, saking polosnya novel aja sampe gatau. Yaampun nurul~
24. Gue= Cerewet, bawel, kalo dateng terlambat ga pernah lari malah woles dan masuk kelas dengan muka tanpa dosa, itu sih kata Fida~ Mungkin benar, kalo udah ngomongin soal jkt48 bisa sampe teriak-teriak dan seperti orang histeris~ It's me :-)
25. Ridho= Cowo fanboy satu ini benar-benar wota banget deh. Sampe-sampe bawa lightstick ke sekolah dan memperagakan wotagei, kalo udah gue ajak ngobrol soal idoling ga akan ada matinya, juragan photopack, tapi pelit, gue minta pp melody aja kaga dikasih kasih-_-
26. Haris= Cowo yg suka banget shuffle ini kalo udah megang BB , seakan dunia milik dia dan BB nya. Suka berantem sama fatma dan zahra~
27. Septi= Cewe yg satu ini bawel dan kalo udah ngomel serem, dia baik kok. Itu aja sih~ haha
28. Fida= Cewe yg satu ini pinter banget apapun yg berhubungan dengan agama, dia bijak, cocok banget buat sosok umi di X2, dia juga seorang penghapal Al-Quran, ohiya dia juga penggemar bakso, bahkan dia pernah bilang, kalo udah gede dia mau bikin restoran bakso yg bakal dia doang yg makan. Yaampun fida~
29. Trias= Cewe imut yg satu ini kalo udah ngecengin zaki emang paling bisa deh. Itu aja sih haha
30. Trizky= Cowo yg satu ini temen sebangkunya maul, kalo udah pelajaran kimia, dia dan fathia berduaan~ eaaa. Eits, buat belajar loh, bukan buat macem-macem wkwkwk #peace
31. Viery= Cowo dengan mata sayu ini kalo udah ngomong ceplas ceplos banget. Pernah waktu itu berantem sama zahra dan dia bilang, trus gue harus bilang zahra kurus gitu? Anjir pada ngakak gara-gara dia, kalo ngomong enak banget kaya ga punya dosa kwkwkwkwk~
32. Zahra= Cewe yg satu ini suka banget bawa gadget ke sekolah., kalo udah berduaan sama gadgetnya dunia seakan milik dia dan gadgetnya, dia ini suka banget ngelawak, lucu, gokil, semua ada di dia. Hahaha

segitu aja sih fact yg menurut gue akurat dan terbukti kebenarannya, ga akan pernah lupain keluarga x2 lah pokoknya :-) Kebersamaan yg ga terlinai harganya, ketemu kalian itu ibarat kesambar petir dan diguyur hujan, awalnya kaget dan dingin tapi akhirnya pelangi memunculkan sosoknya. Terimakasih telah mengukir cerita di blog ini.





Rabu, 21 November 2012

Aku masih....

Diposting oleh Refika Dwiputri di 05.46 0 komentar
Ditinjau dari kelakuan ku selama ini
Bisa dibilang aku menyukainya,
Dia yang bersifat dingin,cuek.
Tetapi jika tersenyum
Bumi seakan berhenti berotasi
Karena melihat silauan senyumannya.

Menatapnya tidak semudah mencairkan es batu.
Salah tatap, bisa-bisa aku yang menjadi es batu.
Mencari tahu tentangnya, tidak semudah mencari tahu biografi seorang artis atau bahkan pahlawan.
Begitu susahnya hingga aku harus berperang melawan ke-ingin tahuan diriku
Dan membalasnya dengan melakukan strategi detective dadakan ku
Karena keingin tahuan ku tentangnya begitu tinggi yg menjadikan ku seperti agen CIA
Atau bahkan menjadikan ku seperti anggota polisi intel.
Atau bahkan melebihi dari mereka.

Kita berdua sangatlah berbeda.
Aku menyukai sesuatu yang bersifat sosial, sedangkan dia penuh perhitungan.
Dari jurusan saja kita sudah berbeda
Yakin kah aku bisa menanamkan namaku di hatinya?
Yakinkah aku mampu membuatnya memperhatikanku seperti dia memperhatikan hobby nya?
Terlalu banyak keraguan dalam hatiku.
Sempat aku berfikir untuk melupakan nya sejenak
Tapi setiap kali mata ini saling menatap
Rasa ini kembali menggebu
Tak dapat ku pungkiri, aku (masih) menyukaimu.

Minggu, 07 Oktober 2012

Sinarmu Menghangatkanku

Diposting oleh Refika Dwiputri di 23.30 0 komentar
Aku melihat mata itu
Berbicara seakan
Memanggilku
Memanggil namaku

Hari-hari ku lewati
Dengan hati yang bertanya-tanya
Apakah dia menyukaiku?

Aku melihat mata itu
Tersenyum padaku
Seakan ingin mengajakku
Bercengkrama lebih dalam

Tatapan itu
Aku mengenalnya
Membuatku menjadi hangat
Sehangat secangkir kopi di pagi hari

Lambat laun tatapan itu sirna
Bagai matahari yang terbenam di sore hari
Malam menjelang
Gelap menyerang

Aku ingin matahari ku kembali
Kembali menyinari hari ini
Aku ingin tatapan mata hangatnya lagi
Untuk menghangatkan hatiku yang terlanjur beku ini

Sabtu, 11 Agustus 2012

It's All About Us

Diposting oleh Refika Dwiputri di 03.17 0 komentar
    Hai, aku adalah seorang murid baru di sekolah SMA. Baru saja aku merasakan nikmatnya 2 minggu dengan status sebagai "Anak SMA" bukan lagi "Anak SMP". Dari awal aku mengikuti seleksi masuknya. Aku memang sudah bersemangat. Apalagi, kakak-ku juga pernah bersekolah disitu. Jadi, aku paham betul bagaimana keadaan di sekolah itu. Selesai aku mengikuti tes seleksi masuk SMA itu, aku senang melihat namaku masuk dalam daftar murid yg diterima disekolah itu. Ya jadi aku ga perlu repot-repot lagi mencari sekolah.
    Hari-hari MOS yg ku nanti pun tiba, tak seperti MOS yg pernah ku jalani di SMP tahun lalu, MOS SMA kali ini cukup berbeda. Membuatku merasa sebel,Mau pulang cepet, But it's FUN!!! REALLY FUN!!! Kenapa aku bilang "it's FUN?" Yap, karena setelah aku lihat apa maksud dari MOS itu sebenarnya, itu semua untuk mendidik kita menjadi pribadi yg berani. Ga lembek kaya lemper.
   Aku mengikuti apa yg senior ku katakan. Dan diwajibkan juga untuk menulis sepucuk surat cinta untuk salah satu dari mereka. Ya...mau gimana lagi, it's ok. But i'm just a kid. Yeah , bukannya bikin surat cinta, aku malah bikin surat pengalaman. Hahaha. Hari-Hari MOS yg melelahkan tapi mengasyikan pun berakhir. Dan hari-hari belajar efektif pun dimulai. Aku bertemu dengan guru-guru yg berbeda dari sebelumnya. Mereka paham betul dengan apapun yg berhubungan dengan islam. Aku merasa sangat beruntung. Ya jadi bisa lebih kenal sama agama "Islam". Aku cukup malu dengan teman-teman sekelasku yg sudah lancar membaca al quran. Aku masih belum lancar, ya Alllah betapa oon nya ya saya :-| Tapi, aku ga malu untuk terus belajar, belajar, dan terus belajar mengenai apapun. Untuk itulah aku bersekolah disini. Untuk memperdalam ajaran agama islam, dan akademik tentunya. Oh ya, disekolah ini aku punya teman-teman yg sangat asik, gokil, dan bikin ketawa setiap hari. Perlu dikasih tau namanya ga? Haha



Jumat, 13 Juli 2012

Not me!!

Diposting oleh Refika Dwiputri di 05.29 0 komentar
Dikisahkan seorang gadis berumur 12 tahun bernama Avril Lavigne. Dia adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Dia adalah seorang gadis yg di fitnah oleh seorang yg kejam, dia di fitnah bahwa dia adalah seorang gadis dengan kepribadian ganda. Seorang dokter mencoba menolong, apakah dia bisa membantu avril memecahkan misteri ini?

                    ***
"Dia telah membunuh anakku!" Seru seorang ibu yg sedang terduduk lemas sambil terus menyalahi Avril.
"Dasar gadis pembohong! Kecil-kecil sudah menjadi pembohong! Mau jadi apa kau setelah besar nanti?" Seru pemuda yg berada di pengadilan tersebut.
"Iya! Diaa juga telah membunuh kakaknya sendiri! Dasar adik tidak tau diri!" Seru seorang ibu yg terus menyalahi avril.
"Harap semua tenang." Teriak hakim.
"Apa benar saat hari kejadian kau ada disana?" Tanya hakim kepada Avril.
Avril hanya bisa diam sambil menggigiti bibir mungilnya dan terus memeluk erat boneka hello kittynya. Hanya itulah satu-satunya barang yg avril punya. Boneka yg menjadi saksi bisu akan misteri pembunuhan berantai ini.
Tiba-tiba suara seorang pemuda itu kembali menggema di persidangan "JAWAB!!!" DASAR PEMBOHONG!!"
"Sudah-sudah. Sidang kali ini kita tunda." Seru hakim

                        ***
"Ku harap kau memejamkan matamu, tarik nafas, lalu buang. Lakukan itu berulang sambil mengingat kejadian lampau." Pinta dokter Budi yg menangani Avril
 Avril pun teringat akan kejadian lampau yg pernah dia alami. Teringat disitu Keluarga kecil yg bahagia, Ayah, Ibu, Kakak, Dan Adik yg duduk manis di ruang makan. Bersenda gurau dengan Avril . Namun ingatan Avril  lenyap begitu saja dan seketika Avril  kejang dan langsung pingsan. Dokter yg menanganinya pun kaget dan langsung membawanya ke kamar pasien.
"Anak ini memang depresi berat, sulit baginya untuk mengingat kembali kejadian lampau, tapi aku pasti bisa membuatnya ingat dan menyelamatkannya dari jebakan neraka ini! Aku harus menyelamatkan Avril dari kekejaman orang-orang yg tidak berprikemanusiaan ini!" Pikir dokter psikiater yg menangani Avril.

                  ***
"Kemana Avril?!? Cepat lapor FBI katakan Dokter Budi telah menghilangkan barang bukti dan menjadi buronan! Cepat!!!" Seru hakim kepada para pengawalnya.

                  ***
Mobil Sport itu pun dikebutnya dengan kecepatan 100 km/jam. "Ayah.....Ibu....Kalian dimana?" Seru Avril  yg masih kebingungan karena ayah dan ibunya tidak berada disampingnya. Dokter Budi pun memberhentikan mobilnya dan segera mengambil suntikan obat bius untuk menenangkan Avril . "Maafkan dokter budi Avril, dokter akan bawa kamu ke tempat yg seharusnya. Tolong kamu tenang ya." Bisik dokter budi kepada Avril . Avril pun hanya bisa tertidur pulas di mobil dan Dokter Budi pun melanjutkan perjalanannya.

10 jam telah berlalu, Sampailah mereka pada satu tempat dimana rumah yg ada dipemukiman tersebut, jaraknya sekitar 20 meter, Halaman rumah penduduk pun masih dipenuhi dengan pepohonan yg sangat rindang. Ternyata, disitulah rumah Avril  dulu. Tempat dia bersama keluarga nya yg dulu. Keluarga yg 12 tahun bersamanya dan sekarang entah dimana.

"Avril, bangun nak. Kita sudah sampai. Coba Lihat ini rumah siapa?" Bisik dokter Budi ke Avril yg masih kucek-kucek mata. "Rumah ku!!!!!!!!!!!!! Mamaaaaaaaaaaaaaaaaaa Avril pulang!!!!!!!!!!"
Avril pun langsung lari dari dalam mobil dan hanya mendapati rumahnya kosong, tidak ada Mama, Papa, Kakak, Maupun Adik. "Dimana mama, dok? Aku rindu peluknya! Aku ingin memeluknya! Aku mau bilang aku baru saja tertidur panjang dengan serangkaian mimpi yg begitu menyeramkan! Dok, mana mama???" Seru Avril kepada dokter.
"Avril, dokter harap kamu tenang ya. Mama kamu lagi pergi sebentar, pagi besok dia mungkin pulang. Sekarang, kita istirahat dulu ya." Dokter budi pun mulai memasuki rumah Avril yg terlihat sudah tidak layak huni, bahkan dia pun sebenarnya tidak tau keberadaan mama desy, mama desy adalah ibunda Avril . Dia meninggalkan rumah ini setelah di kucilkan oleh warga sekitar dengan kata-kata yg kotor, bahkan rumah Avril  pun dipenuhi dengan lalat, karena warga melempari rumah Avril dengan kotoran manusia. Karena warga mengira Avril adalah seorang pembunuh yg harus diusir. Bukan hanya Avril yg diusir, tapi seluruh keluarganya. Karena menurut warga, mereka adalah Keluarga PEMBUNUH. "Sungguh betapa kejamnya dunia ini." Akhirnya dokter budi dan Avril pun hanya bisa menempati rumah panggung yg berada disekitar halaman rumah avril, karena hanya itulah tempat yg masih layak untuk ditempati. "Avril, kalau butuh apa-apa dokter budi di depan ya, dokter tidur di bale depan. Kalo ada sesuatu yg mengancam dirimu, kamu teriak sekencang-kencangnya." Avril pun hanya bisa mengangguk.
"Kasian anak ini, kemana keluarga mereka? Semoga dengan kembalinya Avril kesini, besok dia sudah bisa ingat akan kejadian masa lalu dan menguak semua misteri ini." pikir dokter budi.

               ***
"Sungguh, aku tidak bisa tidur" Bisik Avril kepada boneka hello kitty kesayangannya.
"Avril...." Suara itu pun tiba-tiba datang dan sepertinya  Avril tau itu suara siapa.
"Kakak.....?" Sungguh? Ini kakak ku? Kakak febby?" Kakak!!!! Ini Avril, Avril adikmu kak! Aku rindu kakak!" Teriak Avril
"Kakak juga rindu kamu dik, bayangan itu pun memeluk Avril yg terlihat rindu akan pelukan."
"Kakak, aku baru saja tertidur panjang dan aku bermimpi, dan mimpi itu yg membuatku tidak mengerti. Aku bermimpi berada di pengadilan, dan sekarang aku sudah berada dirumah, ada apa dengan ku kak?"
" Avril sayang, mimpi ini akan terus menghantuimu. Sekarang, ikutilah apa kata kakak. Dibawah rumah panggung ini ada pintu rahasia. Hanya papa dan kakak yg tau keberadaannya. Disitu ada papa, dan kakak. Kami terjebak dan tidak bisa keluar. Hanya kamu yg bisa menolong kami avril, tolong kakak" Seketika bayangan itu pun menghilang.
"Kakakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!" Teriak Avril, keringat pun bercucuran di baju tidurnya. Dokter budi pun mencoba membangunkan Avril , dan akhirnya Avril langsung memeluk dokter budi dan menceritakan apa yg dia mimpikan hari itu.

                  ***
"Yang mulia, kami belum bisa menemukan dimana keberadaan  Avril dan dokter budi sekarang."
"Dasar bodoh!!! Aku sudah membayarmu lebih dari 50 juta dan kamu belum bisa juga menemukannya?"
"Maaf yang mulia, kami sudah berusaha mencari, tapi kami berjanji kami akan bisa menemukan mereka berdua dengan secepat yg kami bisa."
"Temukan mereka, seret mereka ke pengadilan, bawa mereka dalam keadaan APAPUN!" Teriak hakim yg sangat marah mendengar berita dari pengawalnya yg masih belum bisa juga menemukan keberadaan avril dan dokter Budi.
"Dasar pengawal bodoh!Avril  itu makanan empukku! Aku harus menemukannya! Seketika aku pun bisa menjadi seorang hakim yg terlihat pintar! HAHAHA. Kena kau Avril !

                      ***
"Loh, dokter kenapa disini? Bukannya dokter mau ke rumah sakit ya?" Tanya Avril pada dokter Budi yang sedang bermain tab.
"Ngaco kamu vril, orang dokter daritadi ga kemana-mana" Bilang dokter budi kepada sofia.
"Tadi kakak ku yg bilang,"
Dokter budi pun seketika menatap kearah avril yg sibuk sarapan sereal.
"Avril! Disini cuma ada kamu dan dokter! Tidak ada kakakmu." Bisik dokter kepada Avril
"Kakak setiap hari kesini kok, jenguk aku. Dia selalu selimutin aku kalo malem-malem." seru Avril kepada dokter budi.
Dokter budi pun hanya bisa terdiam, karena dokter budi tau ,kakak sofia sudah meninggal 2 minggu yg lalu dan mayatnya pun belum ditemukan.
"Sehabis kamu sarapan, kita ke toko kue bentar ya! Nanti kamu boleh pilih kue kesukaanmu:)"
"Iya, aku juga mau beliin kakak kue kesukaannya ah, biar pas dia dateng , aku bisa kasih kue ke dia."
Dokter budi pun dibuat merinding dengan ocehan Avril yg terkesan memang terjadi.
"YaAllah, aku berlindung kepadamu, lindungi aku dan Avril. Jagalah kami." Doa dokter budi dalam hati.

                 ***
"Dokter baik banget sama Avril, dokter itu kaya kakak. Apapun yg Avril mau pasti dikabulin, makasih ya dok."
"Iya vril, sama-sama."
"Aku jadi ga sabar ketemu kakak dan kasih kue kesukaannya."
"Yasudah, ayo naik ke  mobil dan segera bergegas pulang."

               ***
Pukul 03:00

Bayangan putih yg menyerupai kakak febby pun kembali datang, namun kini dia datang dengan keadaan menangis.Menangis, baju yg berlumuran darah, wajah yg pucat, sambil memeluk seorang ayah yg wajahnya sudah tidak karuan, pucat.
"Avril, bangun sayang. Tolong ayah, ayah sangat butuh bantuan mu sekarang juga. Tolong ayah, tolong... Lalu bayangan itu pun menghilang. Kali ini avril hanya bisa terbangun dengan keadaan pucat. Avril lupa akan apa ucapan kakaknya kemarin, bahwa dia harus ke ruang bawah tanah demi menguak semua misteri keluarganya. Saat itu juga avril membangunkan dokter budi dan langsung mengajak dokter budi untuk ke ruang bawah tanah. Dokter Budi yg sempat diceritakan tentang mimpi avril barusan, wajahnya pun berubah menjadi pucat juga. Dia sungguh sangat takut, tapi dia harus berani menguak misteri dibalik ini semua. "Baiklah vril, kita ke ruang bawah tanah sekarang juga. Segera bawa senter dan jangan lupa masker dan sapu tangan.
"Baik dok!" Dengan sigap avril menyiapkan segala ssuatu yg dia butuhkan.

Pukul 03:30

"Vril, sebaiknya dokter dulu yg menuruni anank tangga ini, kamu ikuti apa kata dokter ya! Bahaya sekali sepertinya ruangan ini."
"Baik dok."

Setelah 1 setengah jam menyusuri ruang bawah tanah tersebut. Terciumlah bau busuk. "Vril, coba senterkan ke arah sini." Terlihat seorang perempuan yg tak lain adalah kak febby sudah membusuk dihinggapi lalat-lalat. "Astagfirullah vril! Ini kak febby!" Teriak dokter. "Kak febby?" Airmata mengucur dari pipi seorang gadis berusia 12 tahun tersebut, tak henti-hentinya dia memeluk jasad kakaknya yg sudah membusuk.
Tak jauh dari lokasi ditemukannya jasad kak febby, tiba-tiba terdengar suara "minta tolong". Dokter budi sudah ketakutan bukan main, keringat mengucur disekujur tubuhnya. "Vril, coba kamu senterkan ke arah sini!" Benar saja, ayah dari febby dan avril memang ada disitu, dia sedang merintih kesakitan dan dia masih hidup! AVRIL! AYAHMU MASIH HIDUP! Teriak dokter kepada avril. Avril yg sedang menangis tersedu-sedu pun seketika menghampiri dokter dan melihat bahwa ayahnya masih hidup walau dengan keadaan kacau, wajah pucat, dan baju yg berlumuran darah.
"Dok, ini barang bukti aku!!!" Teriak avril yg menemukan satu buah kaset 

            ***
"Yang mulia,. kami sudah melacak keberadaan dokter budi dan avril, dan kami berhasil melacaknya."
"Cepat seret mereka ke pengadilan sebelum mereka mengacaukan misi kita!!!!!!!!!!!" Teriak hakim kepada  para pengawal.

           ***

"Calling rumah sakit 145 cisarua, disini ada 1 orang mayat dan 1 orang korban pecobaan pembunuhan, harap segera datangkan ambulance dan beberapa perawat UGD." Dokter budi mencoba menelpon contact person yg berada di rumah sakit cisarua.
"Baik, segera kami akan meluncur kesana, 40 menit lagi kami sampai ke tkp."
Dokter budi pun tak lupa segera menelpon polisi.

        ***

PENGADILAN

"Hakim saswirotaty terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman seumur hidup karena telah melakukan pembunuhan berencana, dan menjadi otak dibalik pembunuhan 3 orang dan hakim saswirotaty juga telah melakukan pencemaran nama baik dan telah menjebloskan seorang anak dibawah umur yang jelas-jelas tidak bersalah.Sidang ini kami TUTUP! Ketukan palu pun menghentikan sidang.

          ***

"Gimana vril, kamu suka ice creamnya?"
"Suka dok, makasih ya. Ohya kakak febby nanyain dokter loh semalam.
Dokter budi pun hanya bisa gemetaran dan memasang wajah pucat.
"Hahahaha aku bercanda kok dok" Teriak avril yg terlihat puas telah mengerjai dokter budi hingga ketakutan,
"Dasar avrillllllllll!." Mereka berdua pun akhirnya hidup bahagia , dokter budi pun akhirnya menikah dengan seorang perempuan, mereka akhirnya mengangkat avril menjadi anak angkatnya.

Sabtu, 07 Juli 2012

Futari Nori No Jitensha

Diposting oleh Refika Dwiputri di 03.28 0 komentar
Don’t Stop jangan hentikan,
My Love slama-lamanya
Tolong biarkan ku lewat seperti ini
Go To kemana mana,
Heaven bila denganmu
Kuingin terus berlari
Cause I’m Loving You
Tanpa menoleh belakang
di bagian belakang sepeda
Yang kita naiki berdua,
aku diam-diam berbisik
Ah… mungkin bagi dirimu hanya teman sekelas saja
Yang jalan pulangnya searah
Keberadaan yang seperti angin
Ah… yang selalu bercanda padahal kita selalu saling bicara
Mengapa hari ini
Cinta tak abadi yang berputar jauh
Don’t Say jangan katakan,
Why not jawaban itu
Hingga suatu hari jadi kenangan
Be Loved sampai kapanpun,
One Way dalam dadaku
Bersama dirimu saja I’m So Satisfied
Dengan pikiran seenaknya,
tidaklah perlu imbalan
Kukayuh sepeda dan melaju,
karena di situ ada jalan
Ah… mungkin bagi diriku dirimu yang terakhir
Tidak menyadari apapun
Cinta tak berbalas dari belakang
Ah… langit di kala senja seperti mewarnai kota-kota
Terlalu sedih
Bayangan kita berdua menjadi satu

Minggu, 17 Juni 2012

Awkward Moment

Diposting oleh Refika Dwiputri di 22.56 0 komentar
You meet someone
You two get close
It's all great for awhile
Then someone stops trying
Talk less. Awkward conversation.
The drifting
No communication whatsoever.
Memories start to fade.
Than that person you know
becomes that person you KNEW.
that's how it usually goes, right ?
Sad isn't it.

Rabu, 13 Juni 2012

Ketika Cinta Di Pertanyakan

Diposting oleh Refika Dwiputri di 06.27 0 komentar
Aku seorang gadis remaja. Yang sering mempertanyakan apa arti cinta yang sesungguhnya, Aku bingung. Kenapa setiap aku menjatuhkan pilihanku yang kurasa itu "tepat" malah berlalu begitu saja. Sudah 3 kali aku rasakan indahnya jatuh cinta tapi hanya bisa merasakan Jatuh dan Sakit. Tak pernah ku rasakan Cinta yang sudah seharusnya satu paket dengan Jatuh Cinta.


  •  Mengertikah engkau wahai seseorang yang mulai ku cintai?
  •  Mengertikah engkau akan rasa yang pernah ku beri? 
  •  Mengertikah engkau seberapa sakit hati ini jika mengetahui 
Jatuh dan Cinta itu tidak satu paket? Jatuh dan Cinta, seharusnya sudah bisa dipastikan bahwa kata-kata itu memang satu paket, bukan? Seharusnya memang iya, tapi kenapa aku hanya bisa merasakan Sakit nya Jatuh oleh Cinta? Tak pernah ku rasa Cinta membuat ku Jatuh di orang yang tepat! Sudah 3 kali dan pilihan ini tetap salah! Ada apa dengan presepsi Jatuh Cinta di dalam otakku ini? Apa ada yang salah? Apa aku terlalu cepat dalam mengambil keputusan? Aku rasa tidak. Aku mencoba mencari solusi dari semua pertanyaan yang menggebu dihatiku ini.

  "Apa lo tau apa arti dari jatuh cinta itu sebenarnya apa?"
 "Gue pikir, jatuh cinta itu adalah perasaan dimana lo merasakan getaran yang berbeda didalam hati lo jika bertemu seseorang yang lo suka. Hanya seseorang itulah yang bisa membuat getaran berbeda di hati lo. Kalo lo ga ketemu dia walau sehari aja, dunia terasa hampa. Lo selalu kepo sama apapun yang dia lakuin. Lo selalu mau jadi orang yang pertama yang tau kebiasaan dia, hobby dia, lo selalu berusaha mencari tau apapun tentangnya, sekecil apapun informasi tentang dia, lo selalu excited kalo udah denger "namanya" Menurut gue sih itu.
  "Tapi gimana kalo disaat kita jatuh cinta, kita cuma bisa rasain sakitnya jatuh oleh cinta? Ga pernah gue rasain indahnya cinta karena jatuh di orang yang tepat."
    "Itu karena lo terlalu berharap lo bisa mendapatkan dia. Lo udah terlalu mensugesti otak lo kalo dia itu suka lo juga melalui hal-hal kecil seperti sapaan hangat. Padahal belum tentu dia suka, akhirnya ketika lo tau dia ga ada rasa yang sama , kaya yang lo rasain ke dia. Hati lo yang udah pede bakal di-sukain balik sama dia. Berubah 180 derajat."
   "gimana kalo gue suka sama orang yang cuek?"
   "Coba lo tanya sendiri sama hati lo, apa yang buat lo jadi suka sama dia? cuma hati lo yang bisa jawab soal itu"

Sampai saat ini, aku terus mencari apa arti cinta dan Jatuh Cinta itu sesungguhnya. Seiring berjalan nya waktu, semoga aku bisa menemukan apa arti cinta dan Jatuh Cinta itu yang sesungguhnya, melalui kamu. Semoga :')
 

Enchanted Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review